oleh

Kemendagri: Alokasi anggaran & realisasi inakesda naik signifikan

Slot SimakNews.com

Kemendagri: Alokasi anggaran & realisasi inakesda naik signifikan

,

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto menyampaikan update realisasi APBD Provinsi & Kabupaten/Kota Tahun 2021. ANTARA/HO-Kemendagri/pri.

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto menyebutkan alokasi anggaran insentif tenaga kesehatan daerah (inakesda) naik signifikan setelah dilakukan asistensi & monitoring.

Mochamad Ardian Noervianto, dalam keterangannya diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan kenaikan itu terlihat pascaadanya teguran dari Mendagri yg dialamatkan kepada 19 kepala daerah yg alokasi inakesdanya masih di bawah 25 persen.

“Kita melihat adanya kenaikan yg cukup signifikan. Pada 9 Juli 2021 angkanya masih rata-rata 28,79 persen, kita lihat dari kacamata anggaran masih Rp1,7 triliun, tetapi pada 17 Juli 2021 angkanya naik jadi Rp1,9 triliun,” mengatakan Ardian.

Ia menjelaskan dari sudut pandang penganggaran di tingkat provinsi terdapat kenaikan penganggaran insentif untuk tenaga kesehatan lebih dari Rp200 miliar.

Baca juga: Bamsoet minta Menteri Keuangan percepat pencairan insentif nakes

Kenaikannya, mengatakan dia, ternyata diikuti dengan realisasi penyerapan anggaran. Berdasarkan data per 17 Juli 2021, realisasi insentif tenaga kesehatan di tingkat provinsi sudah sebesar 40,43 persen atau Rp780,9 miliar.

“Ini langkah yg sudah sangat bagus dilakukan oleh pemerintah provinsi. Upaya percepatan sudah dilakukan,” mengatakan Ardian.

Untuk tingkat kabupaten kota, mengatakan dia, per 9 Juli 2021 alokasi untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp6,8 triliun, sedangkan per 17 Juli 2021 angkanya naik jadi Rp6,9 triliun.

Kenaikan dari sudut pandang realisasi atau penyerapan juga terlihat di tingkat kabupaten/kota. Pada tanggal 9 Juli 2021 realisasi baru mencapai 9,73 persen, sedangkan pada 17 Juli 2021 naik jadi 18,99 persen, katanya.

“Tentunya kami berharap ke depan realisasi insentif nakes ini terus digenjot oleh pemerintah daerah. Ini jadi atensi pak Mendagri mengingat kita pahami bersama bahwa para nakes ini merupakan garda terdepan dalam penanganan COVID-19,” mengatakan dia.

Baca juga: Sri Mulyani: Insentif untuk 23.000 nakes baru sudah disiapkan

Para tenaga kesehatan, mengatakan dia, sudah bertaruh nyawa & risiko terpapar COVID-19, bahkan bukan diri nakes sendiri melainkan keluarga mereka dapat terkena corona.

“Kalau hak-haknya tidak diberikan atau tidak diterima, tentunya akan dikhawatirkan memunculkan demotivasi,” ucap Ardian.

Ia menyebutkan apresiasi dalam bentuk insentif tersebut pada prinsipnya sebagai penghargaan atas dedikasi yg diberikan para pejuang tenaga kesehatan selaku garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

“Ada kenaikan untuk provinsi sebesar 11,63 persen, untuk kabupaten 9,25 persen, & kami tentu berharap secara agregat semua dapat minimal di 50 persen. Syukur-syukur dapat sama dengan pemerintah pusat,” mengatakan dia.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Beri perhatian lebih pada tenaga kesehatan

Ardian ikut menyoroti beberapa pemerintah daerah yg tercatat belum mengerjakan realisasi inakesda, yakni Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, & Bangka Belitung.

“Bahkan di beberapa pemerintah daerah sebut saja Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, & Provinsi Papua, ini belum menganggarkan. Mudah-mudahan sedang dirumuskan berapa kebutuhan kepada penganggaran insentif tenaga kesehatan yg ada di daerah dari Januari hingga Desember 2021,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2277610/kemendagri-alokasi-anggaran-dan-realisasi-inakesda-naik-signifikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *