oleh

Kemarin, kapal ikan Vietnam ditangkap hingga dukungan untuk Palestina

Petugas Bakamla hendak menghentikan KIA Vietnam di periran perbatasan Indonesia-Malaysia. (Dok Bakamla RI)

Jakarta (ANTARA) – Lima berita politik pada Minggu (16/5) yg masih menarik untuk dibaca & jadi perhatian publik, mulai dari Bakamla tangkap kapal ikan Vietnam hingga dukungan untuk Paletina.

Klik di sini untuk membaca berita lengkapnya

1. Bakamla tangkap kapal ikan Vietnam di perbatasan Indonesia-Malaysia

Badan Keamanan Laut menangkap kapal ikan berbendera Vietnam yg sedang menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna Utara, di perbatasan Indonesia-Malaysia bagian Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu.

Kabag Humas & Protokol Kolonel Badan Keamanan Laut, Wisnu Pramandita, dalam keterangan pers menyatakan berdasarkan pemeriksaan awal, kapal ikan berbendera Vietnam dengan nomor kapal BD 93681 TS, diawaki enam anak buah kapal berkebangsaan Vietnam.

Selengkapnya di sini

2. PKS dukung sikap pemerintah bela hak-hak rakyat Palestina

Partai Keadilan Sejahtera mendukung sikap pemerintah Indonesia yg secara konsisten mengerjakan pembelaan kepada hak-hak rakyat Palestina untuk dapat hidup damai.

“Kami mendukung sikap pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri yg secara konsisten mengerjakan pembelaan kepada hak-hak rakyat Palestina untuk dapat hidup damai, merdeka, & berdaulat di bumi Palestina,” mengatakan Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Jakarta, Minggu.

Selengkapnya di sini

3. LaNyalla Singgung Dekrit 5 Juli 1959 saat berjumpa Pengurus Nasional PP

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyinggung soal peristiwa bersejarah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 saat berjumpa Pengurus Nasional Pemuda Pancasila (PP).

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam keterangan persnya diterima di Jakarta, Senin, mengatakan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno berjumpa dengannya dalam momentum halal bihalal yg dikemas terbatas & sederhana, namun tak mengurangi bobot pembicaraan.

Selengkapnya di sini

4. Wakil Ketua DPR minta pemerintah jaga momentum tumbuhnya investasi

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah menjaga momentum tumbuhnya realisasi nilai investasi dengan memperkuat kebijakan penanggulangan akibat pandemik COVID-19.

Menurut dia, penguatan penanganan akibat pandemik merupakan salah satu cara menjaga iklim investasi di dalam negeri tetap kondusif mengingat Indonesia diprediksi akan memasuki masa pemulihan ekonomi pada Triwulan II-2021.

Selengkapnya di sini

5. Politik bukti diri “menggurita” akibatkan indeks demokrasi turun

Direktur Political and Publik Policy Studies (P3S) Jerry Massie berpendapat politik bukti diri yg “menggurita” menyebabkan indeks demokrasi Indonesia turun.

The Economist Intelligence Unit (EIU) sebelumnya merilis Laporan Indeks Demokrasi 2020, dimana indeks demokrasi Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 6,3.

Selengkapnya di sini

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2158798/kemarin-kapal-ikan-vietnam-ditangkap-hingga-dukungan-untuk-palestina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *