oleh

Kemarahan Jokowi & Impor Garam 3 Juta Ton

Online – Pemerintah Jokowi kembali memutuskan untuk mengimpor 3 juta ton garam industri di tahun ini. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah pernah mengingatkan soal impor garam yg tak pernah ada jalan keluarnya sejak dari dulu.

Menteri Kelautan & Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk mengimpor garam. Keputusan ini sudah diambil dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beberapa waktu lalu.

beincash

“Impor garam sudah diputuskan di rapat Menko, melalui neraca. Jadi berdasarkan neraca sisa kekurangannya berapa, nanti baru di impor. Kita mendukung, karena itu sudah masuk di UU Cipta Kerja,” mengatakan Menteri Trenggono.

Pada Oktober tahun lalu, Presiden Jokowi sempat marah & menyebut bahwa masalah garam rakyat belum terselesaikan hingga saat ini. Bahkan, tidak ada pihak yg harap mencari jalan keluarnya.

“Masih rendahnya kualitas garam rakyat sehingga tidak memenuhi standar untuk kebutuhan industri. ini harus dicarikan jalan keluarnya. Kita tahu masalahnya tetapi nggak pernah dicarikan jalan keluarnya,” mengatakan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (5/10).

Data per 22 September 2020 masih ada 738.000 ton garam rakyat yg tidak terserap oleh industri. Sebab itu Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta untuk meminta untuk mencarikan solusi. “Hingga rakyat, garamnya dapat terbeli,” ungkap Jokowi.

Tidak cuma itu, Jokowi juga menyoroti masih rendahnya produksi garam nasional di Indonesia. Sehingga terus-terusan mengerjakan impor garam. “Sehingga kemudian cari yg paling gampang yaitu impor garam. Dari dulu gitu terus & enggak pernah ada penyelesaian,” jelas Jokowi.

Jokowi mencontohkan kebutuhan garam nasional pada 2020 sebanyak 4.000.000 ton per tahun. Sementara produksi garam nasional mengatakan Jokowi baru mencapai 2.000.000 ton. “Akibatnya alokasi garam untuk kebutuhan industri masih tinggi yaitu 2,9 juta ton. Saya kira ini langkah-langkah perbaikan harus harus kita kerjakan mulai pembenahan besar-besaran pada supply chain, mulai hulu hingga hilir,” ungkap Jokowi.

Lalu, apa alasan pemerintah impor garam 3 juta ton?(merdeka.com)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *