oleh

Kecurigaan Mensos Risma Terbukti, Ada Oknum yg Pakai Dana Bansos untuk Beli Motor

Slot SimakNews.com – Kecurigaan Mensos Risma Terbukti, Ada Oknum yg Pakai Dana Bansos untuk Beli Motor,

Online – Polemik penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat masih terjadi hingga saat ini.

Salah satu hal yg jadi permasalahan dalam penyaluran bansos ini adalah terkait penyalahgunaan dana bansos.

Hal ini bahkan sudah dicurigai oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yg menemukan adanya dugaan penyalahgunaan bansos.

Kecurigaan Mensos Risma ini bermula kala dia mendapatkan laporan soal adanya dugaan penyalahgunaan penyaluran bansos.

Mensos Risma mendapat laporan soal terjadinya dugaan penyalahgunaan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Setelah adanya laporan penemuan penyalahgunaan bansos itu, pihak Mensos Risma langsung melaporkannya ke pihak berwajib.

Seorang oknum pendamping PKH yg diduga menyalahpakai dana bansos sudah ditangkap oleh Kepolisian Resor (Polres) Malang.

Berdasarkan penuturan dari Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono, oknum pendamping PKH tersebut berusia 28 tahun.

Kini sang oknum pendamping PKH yg diketahui seorang perempuan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah melaksanakan gelar perkara. Terlapor atas nama PTH ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yg kuat. Saat ini tersangka ditahan di RRutan Polres Malang,” mengatakan Bagoes dilaporkan Antara.

Bagoes menjelaskan, tersangka PTH merupakan salah satu pendamping pada PKH di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Tersangka bertugas sejak 12 September 2016 hingga 10 Mei 2021.

Berdasarkan hasil penyelidikan, ujarnya pula, tersangka diduga mengerjakan penyalahgunaan dana bansos PKH pada tahun anggaran 2017-2020. Dana bansos yg disalahpakai adalah milik 37 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yg nilainya mencapai Rp450 juta.

Modus yg diperpakai adalah tersangka tidak memberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada 37 KPM, dengan rincian sebanyak 16 KKS tidak pernah diberikan kepada KPM, 17 KKS tidak ada di tempat atau meninggal dunia, & empat KKS cuma diberikan sebagian.

“Motif tersangka menyalahpakai dana bantuan milik 37 KPM tersebut, untuk kepentingan pribadi,” katanya lagi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, ujar Bagoes, dana sebanyak Rp450 juta tersebut diperpakai tersangka untuk biaya pengobatan orangtua, pembelian berbagai tipe barang elektronik, & pembelian kendaraan bermotor roda dua, & untuk keperluan sehari-hari.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dikenakan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 subsider Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 atas Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Atas perbuatannya tersangka diancam sanksi pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun & paling lama 20 tahun, & denda paling sedikit Rp200 juta, paling banyak Rp1 miliar,” katanya pula.

Tersangka PTH mengatakan bahwa uang tersebut, diperpakai untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pengobatan orangtuanya.

“Uang diperpakai untuk berobat orangtua, & membeli barang-barang elektronik. Untuk barang keperluan pribadi di rumah. Motor untuk mobilitas sehari-hari,” katanya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 33 kartu KKS atas nama KPM, & 30 buku rekening bank BNI atas nama KPM. Kemudian sejumlah rekening koran, sejumlah peralatan elektronik, satu unit kendaraan roda dua, uang tunai sebesar Rp7,2 juta.(pikiran-rakyat.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *