oleh

Kecewa Uang THR Rp300 Ribu, Staf Ahli Fraksi PKB Pohuwato Ini Ngamuk hingga Bawa Parang

Online – Staf pakar (ST) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Pohuwato, Limonu Hippy mengamuk di gedung DPRD Kabupaten Pohuwato, Kamis (6/5/2021). Peristiwa itu terjadi lantaran Limonu kesal dengan Sekwan & terkait dengan uang THR.

Pantauan Kronologi.id, Limonu terlihat keluar dari mobilnya dengan membawa sebuah parang yg berukuran sekitar satu meter. Ia kemudian masuk ke dalam gedung DPRD Pohuwato dengan menenteng senjata tajam tersebut.

Informasi yg dirangkum, Limonu sempat memecahkan kaca ruangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pohuwato mengpakai parang. Ia juga menyinggung persoalan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yg menyebut namanya pernah dititipkan, padahal tidak mengerjakan perjalanan dinas tersebut.

Sekertaris Dewan DPRD Kabupaten Pohuwato, Mahyudin Ahmad, membenarkan tentang insiden tersebut. Menurutnya, Limonu masuk dengan membawa parang & kemudian memecahkan kaca ruang Sekretariat DPRD Pohuwato.

“Ya (benar itu),” mengatakan Mahyudin melalui panggilan WhatsApp.

Mahyudin menduga, kejadian tersebut ditengarai karena uang Tunjangan Hari Raya atau THR non ASN yg cuma berkisaran Rp300 ribu. Padahal, menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup).

“Ya itu yg dipertanyakan & sudah dengan gerakan-gerakan,” ujarnya.

Mahyudin mengaku bingung dengan tujuan Limonu yg menuntut persoalan THR tersebut.

“Sehingga kita juga tadi jadi bingung. Kenapa sama saya, bukan kita ini yg memproduk perbup ini. Itu yg merasa bahwa saya tidak (harus) jadi target utama sih. Itu menurut saya,” ucapnya.

Terkait dengan perjalanan dinas yg sempat disinggung oleh Limonu, Mahyudin menegaskan hal itu bukan atas perintahnya.

“Saya pun saya bilang saya akan mempertanyakan kembali kepada mereka yg sudah bersepakat itu jangan hingga saya keliru. Tapi kalau petunjuk dari saya ya provinsi ya provinsi, luar daerah luar daerah,” bebernya.

Atas insiden itu, Mahyudin akan meminta petunjuk dari pimpinan DPRD Kabupaten Pohuwato apakah akan dilaporkan atau tidak. Namun bila kejadian tersebut diserahkan kepadanya, mengatakan Mahyudin, dirinya akan meminta proteksi hukum.

“Iya, kalo pengrusakan itu di lain itu toh. Maksudnya dalam kasus lain sekalipun dituntutannya lain, kalau pengrusakannya itu tetap dipertanggungjawabkan,” tandasnya. (kronologi.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *