oleh

Kasus Pencurian BBM Pertamina Dikaitkan Dengan Anggota Gerindra, Begini Reaksi Pengacara Rahmat Muhajirin

Online – Pelaku pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) tipe solar milik PT Pertamina (Persero) yg berhasil diamankan Tim Polisi Air & Udara (Polairud) Mabes Polri dari Kapal MT Putra Harapan di sekitar single point morning (SPM) 150, perairan Tuban, Jawa Timur, tidak ada kaitannya dengan anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Rahmat Muhajirin.

Demikian ditegaskan kuasa hukum Rahmat Muhajirin sekaligus PT Hub Maritim, Mohammad Muzayin dikutip dari rmol, Jakarta, Sabtu (20/3).

beincash

“Kapal yg ditangkap oleh Polairud itu bukan kapalnya PT Hub Maritim. Tidak ada sangkut-pautnya dengan PT AKR Corporindo, juga tidak ada sangkut-pautnya dengan Pak Rahmat Muhajirin,” mengatakan Muzayin.

Muzayin mengatakan, aksi pencurian BBM tipe solar milik PT Pertamina (Persero) di Fuel Terminal (FT) Tuban, Jawa Timur, yg diduga melibatkan pengusaha migas kelas kakap lantaran ditengarai berkongsi dengan distributor BBM yg diduga milik Rahmat Muhajirin itu tidak benar.

Dia menyebut nahkoda kapal tersebut mengerjakan pembajakan hingga menyalahpakainya dengan bermitra bersama para sindikat yg tidak bertanggungjawab lalu mencuri BBM tipe solar milik Pertamina.

“Kapal itu memang disalahpakai oleh nahkodanya. Jadi ada sindikat yg mencuri minyaknya Pertamina kemudian kapal itu dipakai untuk menampung minyak itu,” tegasnya.

“Jadi tidak ada sangkut-pautnya dengan PT Hub Maritim juga tidak ada sangkut-pautnya dengan Pak Rahmat Muhajirin,” kata Muzayin.

Kapal MT Putra Harapan yg belakangan diketahui milik perusahaan layanan bunker standar internasional & transportasi bahan bakar (fuel petroleum) yg bermarkas di Jalan Ikan Mungsing, Tanjung Perak, Surabaya itu disebut sudah berkongsi & bekerjasama dengan PT AKR Corporindo Tbk, perusahaan minyak swasta pesaing Pertamina.

Perusahaan tersebut bertugas memasarkan & mendistribusikan BBM merk dagang PT AKR Corporindo Tbk, AKRA SOL-8 (Solar) & AKRA SOL-3 (FO).

“Itu sudah kami jelaskan di PT AKR Corporindo juga sebagai yg menyediakan minyaknya untuk PT Hub Maritim. Kemudian kemarin juga sudah kita jelaskan kepada Penyidik Polairud Mabes Polri. Jadi semua sudah kita jelaskan. Sama sekali tidak ada kaitannya PT Hub Maritim juga tidak ada kaitannya dengan Pak Rahmat Muhajirin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Muzayin menyatakan bahwa kapal MT Putra Harapan yg diamankan Polairud Mabes Polri itu tidak ada kaitannya dengan Rahmat Muhajirin & PT Hub Maritim hingga PT AKR Corporindo.

“Jadi, kasus yg di Tuban itu tidak ada sangkut-pautnya dengan PT AKR, PT Hub Maritim, juga tidak ada sangkut-pautnya dengan Pak Rahmat Muhajirin,” pungkasnya.(pojoksatu.id)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *