oleh

Kasal: KRI Nanggala-402 layak ikut latihan tempur sebelum karam

Tangkapan Layar: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono memberi paparan terkait tenggelamnya KRI Nanggala-402 saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (6/5/2021) sebagaimana ditayangkan di kanal Youtube Komisi I DPR RI. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono di hadapan anggota Komisi I DPR RI menyampaikan kondisi KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak & siap mengikuti latihan tempur sebelum karam.

Yudo menerangkan riwayat kondisi KRI Nanggala-402 itu saat rapat kerja bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

KRI Nanggala-402, Yudo menjelaskan, sudah menjalani perawatan menyeluruh (overhaul) di galangan kapal di Korea Selatan pada 2012. Kemudian setelah perawatan menyeluruh, KRI Nanggala-402 rutin menjalani pemeliharaan tingkat menengah dari 2014-2021.

“Tiap tahun dilaksanakan pemeliharaan tingkat menengah di Kotama (Komando Utama) hingga 2020 ada pemeliharaan menengah & docking, sementara dalam rangka latihan pada 2021 dilaksanakan pemeliharaan tingkat menengah,” terang Yudo.

Baca juga: China kerahkan 48 penyelam bantu evakuasi KRI Nanggala
Baca juga: TNI AL akui kesulitan evakuasi KRI Nanggala
Baca juga: Keluarga korban KRI Nanggala di Tulungagung terima bantuan SIM gratis

Sementara itu dari sisi kesiapan tempur, kepala staf Angkatan Laut menerangkan KRI Nanggala-402 rutin terlibat latihan perang, termasuk penembakan rudal & torpedo.

“Latihan penembakan torpedo dari kapal selam merupakan kegiatan rutin yg bertujuan melatih kemampuan para prajurit. Dengan demikian, dapat dikatakan KRI Nanggala-402 sudah sering & terbiasa melaksanakan penembakan torpedo shoot baik dengan kepala perang (warhead) maupun kepala latihan (exercise) dengan berbagai sasaran,” mengatakan Laksamana TNI Yudo Margono saat rapat kerja.

Ia lanjut menyebut KRI Nanggala-402 setidaknya sudah terlibat dalam 17 kali latihan penembakan torpedo, baik yg berjenis warhead & excercise.

“Dua kali (KRI Nanggala-402) melaksanakan penembakan kepala perang, (dan) mengenai target & target tenggelam. Dan, di latihan Laut Bali tersebut, KRI Nanggala-402 juga pernah mengenai satu target mengpakai torpedo kepala perang,” mengatakan Yudo menerangkan.

Sementara itu, sebelum karam saat tengah latihan penembakan torpedo, KRI Nanggala-402 juga sudah melalui latihan gladi tugas tempur (glagaspur) tingkat 1 & tingkat 2 yg berlangsung pada Juli-Agustus 2020.

Hasil dari gladi itu berlaku hingga dua tahun.

“Sehingga, dari sisi kesiapan latihan, KRI Nanggala masih layak untuk melaksanakan latihan, karena sudah diuji gladi tugas tempur tingkat 1 & tingkat 2 sebagai persyaratan untuk kapal-kapal,” sebut Yudo menerangkan.

Dalam paparan mengenai riwayat latihan yg ditayangkan di layar, Kasal menunjukkan KRI Nanggala-402 pernah terlibat latihan penembakan torpedo setidaknya di beberapa lokasi, antara lain di perairan sekitar Kepulauan Natuna; Selat Sunda; perairan dekat Sangata, Kalimantan Timur; Samudera Hindia; perairan dekat Bawean, Jawa Timur; & perairan utara Pulau Bali, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

KRI Nanggala-402 ditemukan karam di perairan utara Pulau Bali pada 25 April 2021. Kapal selam itu karam setelah menyelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 untuk latihan penembakan rudal C802 & torpedo kepala perang (warhead).

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2142382/kasal-kri-nanggala-402-layak-ikut-latihan-tempur-sebelum-karam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *