oleh

Kapenrem: Video ricuh aparat & warga, lihat utuh jangan berspekulasi

Slot SimakNews.com

Kapenrem: Video ricuh aparat & warga, lihat utuh jangan berspekulasi

,

Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Denpasar (ANTARA) – Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia meminta kepada seluruh masyarakat yg mengpakai media sosial supaya melihat secara utuh bukan sepenggal saja atas beredarnya video adanya keributan antara aparat TNI dengan oknum masyarakat di media sosial “Menanggapi apa yg beredar di media sosial (video singkat yg beredar) mohon dilihat secara utuh, bukan sepenggal saja tanpa melihat apa penyebab awal atau proses terjadinya,” mengatakan Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Senin malam. Ia menjelaskan perlu diketahui penyebab awalnya sehingga tidak menimbulkan spekulasi berlebihan dari video viral tersebut. Sebelumnya, diketahui seorang pemuda memukul bagian kepala Dandim 1609/Buleleng karena menolak diswab antigen, hingga secara spontan menyebabkan saling pukul antara aparat TNI lainnya dengan oknum masyarakat. Dari adanya kejadian ini pelaksanaan swab antigen di Desa Sidetapa ditunda untuk sementara waktu hingga dengan kondisi yg memungkinkan.

Baca juga: Denpom I/Pematang Siantar amankan oknum TNI yg menganiaya Lurah
Baca juga: Cerita Rizqan, putra perwira anumerta Polisi yg lulus Taruna Akmil
Baca juga: Polisi selidiki tarung bebas ilegal yg viral di Makassar

Untuk menghindari kejadian yg tidak diharapkan Dandim 1609/Buleleng kembali mengupayakan mediasi. Namun karena keadaan warga Desa Sidetapa sudah berkumpul, maka untuk mengantisipasi kejadian yg tidak diharapkan, mediasi kembali dilanjutkan dengan keluarga oknum pelaku dengan melibatkan Perbekel Sidetapa & tokoh masyarakat Desa Sidetapa supaya permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Satu setengah jam kegiatan mediasi berlangsung namun hasilnya belum ditemukan titik temu. Hal ini karena dari pihak keluarga pelaku yg merasa jadi korban pemukulan meminta waktu untuk melaksanakan musyawarah dengan keluarga besar. “Karena keadaan belum memungkinkan kegiatan Swab Test Rapid Antigen dihentikan oleh Dandim 1609/Buleleng karena masyarakat Desa Sidetapa menolak untuk dilanjutkan kegiatan tersebut,” katanya. Pihaknya menyayangkan kejadian ini, karena TNI sebagai bagian Satgas COVID-19 mengerjakan tugas atas perintah perundang-undangan atau aturan yg diberlakukan saat ini dalam keadaan pandemi. Selain itu, karena adanya permintaan dari pihak aparat desa setempat.

“Adanya tindakan penertiban atau pendisiplinan justru ada oknum warga yg membahayakan keselamatan petugas bahkan menantang & membentak. Saat dikasi tahu baik-baik malah memukul aparat dalam hal ini kepada Dandim 1609/Buleleng hingga harus menerima benjolan & saat ini sudah divisum,” katanya.

Ia menegaskan bahwa respon aparat TNI mengerjakan pemukulan balik ke warga bersangkutan tidak terlepas dari sikap spontan kepada yg dialami Dandim, saat berusaha mengendalikan & mengajak masyarakat disiplin kepada protokol kesehatan.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2346246/kapenrem-video-ricuh-aparat-dan-warga-lihat-utuh-jangan-berspekulasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *