oleh

Kapendam: Warga Maybrat takut ke kampung karena diancam KST

Slot SimakNews.com – Kapendam: Warga Maybrat takut ke kampung karena diancam KST,

Tim gabungan TNI AD berpatroli di perkampungan di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Rabu, untuk memberikan proteksi kepada masyarakat sipil. ANTARA/Hans A Kapisa

… terima laporan masyarakat bahwa mereka ketakutan bukan karena kehadiran aparat NKRI, tetapi karena diancam akan dibunuh KST kalau kembali ke perkampungan…Manokwari (ANTARA) – Tim gabungan TNI masih mengejar kelompok separatis teroris (KST) yg menyerang Pos Koramil Kisor Kodim 1809/Maybrat, di Desa Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Kepala penerangan Kodam XVIII/ Kasuari, Kolonel Artileri Medan Hendra Pesireron, mengatakan, regu gabungan sudah menduduki sejumlah perkampungan warga yg sempat jadi letak teror kelompok itu.

Baca juga: Bupati sebut penyerangan pos TNI kasus tersadis di Kabupaten Maybrat

“Secara biasa keadaan Kabupaten Maybrat kondusif, regu gabungan sudah berada di sejumlah kampung untuk menjamin keamanan masyarakat,” ujar dia, dalam siran pers, diterima Rabu.

Ia menyataka, pada 5 September 2021 lalu, regu gabungan sempat kontak senjata dengan anggota KST di perkampungan wilayah Distrik Aifat Timur.

Baca juga: Pangdam Kasuari tinjau TKP Posramil Kisor

“Saat regu mengerjakan penyisiran, didapati sejumlah anggota KST yg merusak fasilitas jembatan penyeberangan di wilayah Aifat Timur. Sempat terjadi kontak tembak namun kelompok itu kabur ke hutan lebih cepat,” mengatakan dia.

Ia juga mengatakan, masyarakat sipil di perkampungan Aifat Selatan & Aifat Timur supaya tidak panik karena target penyisiran regu gabungan adalah KST yg mengerjakan penyerangan pos TNI AD di Kampung Kisor.

Baca juga: Dua penyerang pos koramil di Maybrat sudah diamankan

“Kami sudah imbau kepaa masyarakat supaya kembali ke kampung melaksanakan aktivitas seperti biasa, karena bukti diri para pelaku sudah kami kantongi. Kami tidak akan salah target atau mengancam masyarakat yg tak tahu apa-apa,” ujar dia.

Adapun laporan masyarakat, mengatakan dia, KST lebih dulu meneror & mengintimidasi masyarakat sipil supaya tidak kembali ke perkampungan.

“Kami terima laporan masyarakat bahwa mereka ketakutan bukan karena kehadiran aparat NKRI, tetapi karena diancam akan dibunuh KST kalau kembali ke perkampungan,” mengatakan dia.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2379978/kapendam-warga-maybrat-takut-ke-kampung-karena-diancam-kst

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *