Kala TNI Manunggal wujudkan asa rakyat di pelosok Pulau Timor
Kala TNI Manunggal wujudkan asa rakyat di pelosok Pulau Timor
in

Kala TNI Manunggal wujudkan asa rakyat di pelosok Pulau Timor

Seorang remaja Fredik Bonat (kiri) saat berdiri menyaksikan aktivitas pembangunan SMPN 6 Satu Atap yg jadi salah satu target Program TMMD Ke-108 T.A. 2020 di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Kupang (SIMAKNEWS) – Remaja itu berulang kali melepaskan senyum saat pandangannya tertuju pada sejumlah warga bersama para personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yg tampak sesekali bercanda tawa di sela-sela bekerja mengaduk pasir & semen.

Advertisements

Ia berdiri di tanah lapang, terpisah sekira 15 meter dari para pekerja yg beraktivitas pada siang itu sekitar Pukul 14.00 Wita, di kompleks SMPN 6 Satu Atap, Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Panas mentari yg tarasa masih menyengat kulit seakan tak dipedulikannya. Ia bertahan menyaksikan para pekerja yg sibuk mendirikan beberapa ruangan yg tampak sudah berbentuk. Sesekali senyumannya berubah jadi tawa kecil mengikuti para pekerja itu.

“Saya lagi menonton bapak-bapak tentara membangun sekolah kami,” ujar Fredik Bonat dalam perbincangan ketika disambangi siang itu.

Laki-laki berusia 12 tahun itu adalah salah satu siswa Kelas VII di SMPN 6 Satu Atap yg terletak di pelosok daerah selatan Pulau Timor yg berjarak sekitar 35 kilometer dari Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang.

Sekolah Menengah Pertama yg mulai beroperasi sejak 2017 lalu dengan bangunan darurat berbahan kayu & daun itu tak lama lagi akan berubah wajah.

Deretan ruangan baru berdinding tembok, beratap semen & berlantai keramik sedang dibangun para personel TNI dari Komando Distrik Militer (KODIM) 1604/Kupang melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Fredik, panggilan akrab Fredik Bonat, mengaku tak sabar harap menikmati rasanya belajar di ruangan kelas baru. Ia tak harap menghabiskan pendidikan menengahnya dengan belajar dalam ruangan berdinding bebak (pelepah pohon gewang), beratapkan daun pohon pohon, & berlantai tanah.

“Kalau di ruangan kelas lama itu kami setengah mati belajar, apalagi kalau hujan, kami semua harus pindah ke ruangan SD di sebelah,” katanya sambil menunjuk ke arah bangunan sekolah darurat yg tak jauh dari ruangan baru yg sedang dibangun.

Bangunan sekolah darurat SMPN 6 Satu Atap di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7/2020). Sekolah darurat ini yg dibangun baru oleh para personel TNI dari Kodim 1604/Kupang bersama masyarakat setempat melalui Program TMMD Ke-108 T.A. 2020. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Bagi Fredik & teman-teman bersandal ke sekolah adalah opsi terbaik saat musim hujan. Dengan begitu mereka dapat bertahan untuk belajar dalam ruangan kelas yg sering digenangi air berlumpur akibat air hujan yg merembes dari dinding maupun atap ruangan.

Tak cuma itu, bangunan sekolah darurat juga tidak dilengkapi sarana tolilet yg layak jadi kesulitas tersendiri bagi warga sekolah.

“Kalau kami mau buang air akbar itu harus jalan kaki kembali ke rumah, setelah itu baru datang lagi untuk ikut pelajaran,” ujarnya.

Namun, Fredik tak larut dengan cerita masa sulit itu. Pandangannya segera beralih ke bangunan sekolah baru itu seolah harap mengatakan bahwa pengalaman kelam itu segera berlalu.

“Saya sangat bahagia tidak lama lagi kami semua belajar di ruangan kelas baru ini,” ujarnya di akhir perbincangan.

Bangun sekolah & rumah ibadah

Ketika dibuka secara resmi oleh Bupati Kupang Korinus Maseno pada 30 Juni 2020, pelaksanaan Prorgam TMMD ke-108 T.A. 2020 di Desa Oebesi pun langsung tancap gas.

Satu per satu bangunan fasilitas penting untuk menunjang kebutuhan masyarakat Desa Oebesi dibangun melalui kolaborasi TNI dengan masyarakat setempat.

TMMD 3 -Komandan Kodim 1604/Kupang Letkol Inf Jimmy Rihi Tugu (kiri) berpose bersama Bupati Kupang Korinus Masneno usai penandatanganan kerja sama dalam kegiatan pembukaan Program TMMD Ke-108 di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (30/6/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Selain membangun sekolah baru SMPN 6 Satu Atap bertupa tiga unit ruang kelas, satu ruang guru, & tiga toilet, fasilitas keagamaan juga jadi target utama kegiatan TMMD.

Pembangunan Rumah Pastori Gereja Imanuel hingga renovasi Gereja Pentakosta dikerjakan dengan semangat gotong royong para prajurit TNI & warga.

“Progres pembangunan fisik berjalan cukup cepat karena dukungan semangat gotong royong & antusiasme yg tinggi dari masyarakat,” ujar Komandan KODIM 1604/Kupang, Letkol Inf Jimmy Rihi Tugu.

Meskipun kegiatan pembangunan di tengah kondisi pandemi virus Corona tipe baru atau COVID-19, namun bukan jadi penghambat

Jimmy yg juga selaku Komandan Satuan Tugas TMMD itu mengatakan pembangunan dikerjakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19.

Berbagai elemen seperti pemerintah daerah maupun personel Polri setempat yg turut mendukung pelaksanaan TMMD kali ini yg mengusung tema “TMMD Pengbadian Untuk Negeri” itu.

TMMD 4 -Sejumlah personel TNI saat sedang bekerja membangun Rumah Rastori Gereja Imanuel yg merupakan salah satu target pembanunan Program TMMD Ke-108 T.A. 2020 yg digelar Kodim 1604/Kupang di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Jimmy berharap pembangunan sejumlah fasilitas biasa itu selesai tepat waktu sehingga bukti nyata pengabdian TNI untuk pembangunan ini segera dinikmati masyarakat di pelosok Pulau Timor itu.

Di sisi lain, target kegiatan lain berupa non-fisik seperti pengenalan pencerahan hukum, keamanan & ketertiban masyarakat, serta penyuluhan kesehatan terkait COVID-19, juga diharapkannya dapat meningkatkan wawasan & pencerahan masyarakat setempat.

Bekerja ala tentara

Anus Neno, salah seorang warga Desa Oebesi yg terlibat langsung dalam pembangunan SMPN 6 Satu Atap tampak menggeleng-gelengkan dalam perbincangan saat ditemui ketika sedang beristirahat sejenak.

Ekspresi itu rupanya bukan untuk menunjukkan ketidakpuasan, namun menggambarkan rasa kagumnya ketika bekerja ala tentara membangun sekolah tersebut.

“Luar biasa, kami bekerja dengan sangat cepat. Lihat itu, cuma sekitar dua pekan saja bangunan satu sekolah hampir habis,” katanya menunjuk ke arah bangunan sekolah yg sedang dibangun.

TMMD 5 1 -Warga bersama personel TNI saat sedang bekerja menciptakan campuran material untuk pembangunan SMPN 6 Satu Atap dalam pelaksanaan Program TMMD Ke-108 di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Pembangunan sekolah ini berlangsung cukup cepat karena setiap tahap pekerjaan digarap dengan target-target yg harus dituntaskan setiap hari.

Meski bekerja cepat, Anus Neno bersama warga lain tetap menikmati pekerjaan karena di saat bersamaan merek menjalin hubungan keakraban & persaudaraan dengan para personil TNI.

“Kadang-kadang kami istirahat sejenak & saling bercanda lalu lanjut bekerja lagi, kalau capek diganti yg lain, sehingga kami warga juga lebih betah bekerja bersama bapak-bapak tentara ini,” katanya.

Warga yg terlibat dalam pembangunan fisik ini dalam beberapa kelompok seperti pada target bangunan sekolah yg melibatkan empat kelompok warga, masing-masing sekitar 20-25 orang.

TMMD 6 -Warga bersama personel TNI saat sedang memasang keramik pada salah satu ruangan SMPN 6 Satu Atap yg dibangun dalam Program TMMD Ke-108 di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Kelompok warga yg terlibat ini berkerja secara terkoordinasi sesuai jadwal yg ditentukan, mengatakan personel bintara pembina desa (Babinsa) Desa Oebesi, Sertu Nikson Banfati, yg juga selaku koordinator warga dalam pembangunan.

“Kami juga sering mendampingi warga supaya mereka bekerja tepat waktu dalam bekerja mulai dari masuk jam 8 pagi hingga selesai sekitar jam 4 sore,” katanya.

Setiap hari, masing-masing anggota kelompok diwajibkan mengisi daftar hadir saat hendak memulai & mengakhiri pekerjaan. Pola kerja seperti ini sekaligus mengajarkan warga untuk disiplin & bertanggung jawab dalam menuntaskan sebuah pekerjaan, katanya.

Nikson Banfati berharap fasilitas yg dibangun semangat yg tinggi ini selanjutnya dapat dirawat sebaik mungkin oleh warga sehingga dapat dimanfaatkan dalam waktu yg lama.

TMMD jadi berkat

Ketika disambangi secara terpisah,Kepala Desa Oebesi, Zem Runiesi beberapa kali mengutarakan rasa syukurnya atas kehadiran Program TMMD di desa setempat.

Ia bahkan tak menyangka, desa yg dipimpinnya terpilih jadi target program dari sekian banyak desa lain di daerah pelosok yg juga masih membutuhkan sentuhan pembangunan.

“Kami sangat gembira sehingga selama pelaksanaan kegiatan pembangunan ini warga saya sangat antusias untuk terlibat. TMMD ini adalah berkat bagi Desa Oebesi,” katanya.

Ia mengakui, fasilitas biasa yg dibangun sebenarnya tidak sanggup dibangun pemerintah & masyaraka desa dalam waktu singkat namun lewat TMMD, dikerjakan cuma dalam waktu satu bulan.

TMMD 7 -Kepala Desa Oebesi Zem Runesi (kedua kanan) saat berpose bersama personeli TNI & warga di Pos Satuan Tugas TMMD Ke-108 T.A. 2020 yg dilaksanakan di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Bangunan sekolah darurat yg sebelumnya sangat memprihatinkan kini berubah jadi bangunan permanen yg jauh lebih layak dari yg diharapkan.

“Anak-anak kami akhirnya belajar dengan tenang di sekolah baru, tidak lagi seperti sebelumnya yg sering kesulitan apalagi saat musim hujan,” katanya.

Bagi Zem Runesi, kehadiran Program TMMD ini sudah membawa optimisme baru bagi masyrakatnya untuk terus berjuang membangun desa supaya keluar dari ketertinggalan.

Senada dengan itu, Pendeta Jehiskial Beis selaku pemimpin jemaat Gereja Pentakosta yg jadi salah satu target program TMMD, mengatakan, kehadiran program ini adalah berkat terindah.

Sudah sekitar empat tahun terakhir ia bersama jemaatnya berdoa & berharap supaya plafon & selasar Gereja Pentakosata yg didirikan sejak 2011 lalu itu dapat diperbaiki. Mereka sudah berupaya membangun secara mandiri, namun kondisi ekonomi jemaat yg belum memungkinkan.

“Tetapi dengan kemurahan Tuhan, kami sangat tindak menyangkah akhirnya berkat Tuhan datang untuk kami lewat bapak-bapak TNI,” katanya.

TMMD 8 -Pendeta Jehiskial Beis (kanan) saat berpose bersama anggota Babinsa, Sertu Nikson Banfatin, di Depan Gereja Pentakosta yg direnovasi melalui Program TMMD Ke-108 T.A. 2020 di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Kini Pendeta Jehiskial Beik besama jemaatnya tak lagi bergumul dengan ketidaknyamanan saat beribadah karena bangunan gereja sudah dilengkapi plafon & lantai keramik, serta selasar depan dengan tampilan baru.

Ungkapan kegembiraan serupa dihinggakan Pendeta Nenoharan Lomi Ga di Gereja Imanuel saat menanggapi pembangunan rumah pastori baru lewat program TMMD.

“Kami sangat bersyukur bahwa pergumulan kami untuk memiliki rumah pastori baru akhirnya terjawab,” katanya.

TMMD 9 -Pendeta Nenoharan Lomi Ga (kelima kiri) saat berposes bersama personel TNI & warga berlatarkan bangunan rumah pastori Gereja Imanuel yg dibangun melalui Program TMMD Ke-108 T.A. 2020 di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7/2020). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)Beberapa kali ia mengutarakan ucapan terima kasih kepada pihak KODIM 1604/Kupang yg hadir untuk membangun Desa Oebesi serta pemerintah Kabupaten Kupang yg memberikan dukungan anggaran.

Bangunan rumah pastori yg sudah berubah total dari sebelumnya berupa semi-permanen tentu menciptakan pendeta lebih berkonsentrasi dalam memberikan pelayanan kepada jemaat, ujarnya di akhir perbincangan.

Berkunjung & menyaksikan pelaksanaan Program TMMD di Desa Oebesi memberikan membuktikan pengabdian nyata para prajurit TNI dalam membangun NKRI hingga ke pelosok negeri.

Kini, pemerintah desa, tokoh agama, & masyarakat Oebesi dapat tersenyum dengan optimisme baru untuk terus membangun desa di pelosok negeri itu.

Baca juga: Program TNI Masuk Desa di Yogya akan diperluas ke fasilitas publik

Baca juga: Bupati Bangka apresiasi TMMD ke-107 di Desa Deniang

Baca juga: Dandim 0419/Tanjung Jabung antarkan sembako dari pintu ke pintu

Baca juga: Andika Perkasa tutup TMMD ke-106 di Tabanan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1640534/kala-tni-manunggal-wujudkan-asa-rakyat-di-pelosok-pulau-timor

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0