oleh

Jubir: Wapres minta konsolidasi data kemiskinan ekstrem dampak pandemi

Slot SimakNews.com – Jubir: Wapres minta konsolidasi data kemiskinan ekstrem dampak pandemi,

Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi, di Kantor Wapres Jakarta. ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan Wapres meminta jajaran menteri, kepala lembaga & kepala daerah untuk mengerjakan konsolidasi data masyarakat miskin ekstrem sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

“Yang diminta oleh Wapres itu sebenarnya ada konsolidasi data, updating data, karena banyak sekali data (kemiskinan) masih perlu dikonsolidasi, perlu di-update,” mengatakan Masduki di Jakarta, Jumat.

Data masyarakat miskin tersebut, tambah Masduki, pasti mengalami pembaruan di kondisi krisis pandemi COVID-19 karena ada masyarakat miskin baru.

“Sekarang akibat pandemi itu, banyak juga orang-orang yg miskin baru, orang yg ditinggal mati suami atau istri itu akan jadi miskin, apalagi anak-anak, anak yatim juga makin banyak. Nah, ini harus dikonsolidasi,” paparnya.

Secara spesifik Wapres meminta Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk menyempurnakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yg menyasar rumah tangga dengan kondisi miskin ekstrem.

Baca juga: Wapres: Bukan hal mudah tekan kemiskinan ekstrem hingga nol persen

Baca juga: Wapres: Anggaran penyelesaian kemiskinan ekstrem cukup besar

“Jadi Mensos diminta oleh Wapres untuk menyempurnakan apa yg disebut dengan DTKS, data yg memang sasarannya itu adalah menyasar ke rumah tangga,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Pleno Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yg dipimpin Wapres Ma’ruf secara virtual, Rabu (25/8), Wapres menekankan upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2024.

Target Pemerintah tersebut lebih cepat dari target global yg berkomitmen untuk menurunkan kemiskinan ekstrem pada 2030 berdasarkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Penurunan kemiskinan ekstrem jadi nol persen sejalan dengan SDGs yg memuat komitmen global untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2030. Namun, Bapak Presiden menugaskan kita semua untuk dapat menuntaskannya enam tahun lebih cepat, yaitu pada akhir tahun 2024,” ujar Wapres.

Baca juga: Pemerintah selesaikan kemiskinan ekstrem tujuh provinsi pada 2021

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2353918/jubir-wapres-minta-konsolidasi-data-kemiskinan-ekstrem-dampak-pandemi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *