oleh

Jubir sebut Wapres tak gunakan “buzzer” atau “influencer”

Slot SimakNews.com

Jubir sebut Wapres tak gunakan “buzzer” atau “influencer”

,

Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi, di Kantor Wapres Jakarta. ANTARA/HO-Asdep KIP Setwapres

Nggak dijawab juga nggak apa-apa, biar mahasiswa pintar-pintar, nggak ada masalahJakarta (ANTARA) – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin tidak mengpakai jasa pendengung (buzzer) maupun akun berpengaruh (influencer) di media sosial, mengatakan Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, di Jakarta, Rabu.

Masduki berkaitan dengan akun resmi instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) @bemkmunnes yg dibajak & hilang, setelah memberikan julukan buruk kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, & Ketua DPR Puan Maharani, menegaskan Wapres tidak mengpakai jaringan buzzer & influencer.

“Insya Allah tidak,” mengatakan Masduki dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu.

Sebagai orang terdekat Wapres Ma’ruf, Masduki menilai Ma’ruf Amin merupakan sosok ulama yg tidak terpengaruh dengan evaluasi buruk dari orang lain. Ma’ruf Amin lebih mengutamakan kinerjanya sebagai wapres, katanya pula.

“Saya dapat menilai siapa beliau. Jadi beliau ini tidak mudah goyah oleh penilaian-penilaian orang. Beliau mengabdi kepada negara & urusannya itu supaya punya amal soleh yg dapat dirasakan oleh rakyatnya,” ujarnya lagi.

Terkait dengan julukan The King of Silence dari BEM KM Unnes, Wapres tidak terlalu menanggapi serius gelar negatif tersebut. Wapres justru menilai itu sebagai ekspresi kebebasan berpendapat dari kalangan mahasiswa yg harus memiliki sikap kritis.

“Saya minta izin ke Wapres mau memberikan jawaban, beliau bilang ‘nggak dijawab juga nggak apa-apa, biar mahasiswa pintar-pintar, nggak ada masalah’,” katanya lagi.

BEM KM Unnes memberikan gelar negatif kepada Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service, Wapres Ma’ruf Amin sebagai The King of Silence, & Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai The Queen of Ghosting.

Menurut akun twitter @bemkmunnes, aksi digital tersebut merupakan bentuk kritik dengan menyebut ketiganya sebagai The Political Troll, yakni pejabat publik yg tidak memiliki signifikansi jelas dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraannya untuk rakyat Indonesia.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas Unnes Muhammad Burhanudin mengatakan pemberian julukan yg tidak relevan kepada Presiden, Wapres, & Ketua DPR tersebut bersifat internal di kalangan BEM KM Unnes.

“Pernyataan yg dihinggakan tersebut merupakan pernyataan internal BEM KM Unnes & tidak mewakili pernyataan resmi Unnes,” mengatakan Burhanudin dalam keterangannya.

Unnes menyayangkan unggahan bernada kebencian atas julukan BEM Unnes tersebut, meskipun Unnes menghargai kebebasan berpendapat mahasiswanya dengan tetap memperhatikan etika & nurani.
Baca juga: Jubir sebut Wapres tidak marah dijuluki “The King of Silence”
Baca juga: Wapres Ma’ruf: Terus kembangkan sikap toleransi & tasamuh

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2254554/jubir-sebut-wapres-tak-gunakan-buzzer-atau-influencer

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *