oleh

Jokowi: 75 pegawai KPK dapat ikuti pendidikan wawasan kebangsaan

Logo KPK. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

… sependapat dengan pertimbangan Mahkamah Konstitusi dalam putusan pengujian UU Nomor 19/2019 tentang Perubahan kedua UU KPK yg menyatakan bahwa proses pengalihan status pegawai KPK jadi ASN tidak boleh merugikan hak pegawai KPK untuk diangkatJakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo memerintahkan supaya 75 orang pegawai KPK yg dinyatakan tidak memenuhi syarat dapat mengikuti pendidikan wawasan kebangsaan supaya dapat jadi Aparatur Sipil Negara.

“Kalau dianggap ada kekurangan, Saya berpendapat masih ada peluang untuk memperbaiki, melalui pendidikan kedinasaan tentang wawasan kebangsaan & perlu dilakukan segera langkah-langkah perbaikan di level individual maupun organsisasi,” mengatakan dia, melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, dari Jakarta, Senin.

Baca juga: Novel Baswedan dkk sebut sedapat mungkin akan tetap bekerja

Hasil Tes Wawasan Kebangsaan pada 5 Mei 2021 menunjukkan dari 1.351 pegawai KPK yg mengikuti tes itu, cuma ada 1.274 orang pegawai yg memenuhi syarat sedangkan 75 orang pegawai tidak memenuhi syarat.

“Saya sependapat dengan pertimbangan Mahkamah Konstitusi dalam putusan pengujian UU Nomor 19/2019 tentang Perubahan kedua UU KPK yg menyatakan bahwa proses pengalihan status pegawai KPK jadi ASN tidak boleh merugikan hak pegawai KPK untuk diangkat jadi ASN,” mengatakan dia.

Baca juga: Melihat landasan hukum proses alih status pegawai KPK

Dalam pertimbangannya putusan MK mengatakan “Dengan adanya pengalihan status pegawai KPK jadi ASN sebagaimana sudah ditentukan mekanismenya sesuai dengan maksud adanya Ketentuan Peralihan UU Nomor 19/2019 maka dalam pengalihan tersebut tidak boleh merugikan hak pegawai KPK untuk diangkat jadi ASN dengan alasan apapun di luar desain yg sudah ditentukan tersebut. Sebab, para pegawai KPK selama ini sudah mengabdi di KPK & dedikasinya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi tidak diragukan.”

“Saya minta kepada para pihak terkait khususnya pimpinan KPK, Menteri PAN-RB & kepala BKN untuk merancang tindak lanjut bagi 75 pegawai KPK yg dinyatakan tidak lulus tes dengan prinsip-prinsip sebagaimana saya hinggakan tadi,” mengatakan dia.

Baca juga: Polemik pasca-SK 75 pegawai KPK

Ketua KPK, Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri, pada 7 Mei 2021 menerbitkan Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652/2021 tentang Hasil Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai yg Tidak Memenuhi Syarat Dalam Rangka Pengalihan Pegawai KPK jadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Isi SK tersebut adalah memerintahkan kepada 75 pegawai yg tidak memenuhi syarat dalam rangka pengalihan pegawai KPK jadi pegawai ASN supaya menyerahkan tugas & tanggung jawab kepada atasannya langsung sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Baca juga: Jaringan GUSDURian desak Presiden evaluasi hasil TWK pegawai KPK

Namun dalam SK itu belum ada keputusan mengenai pemberhentian 75 pegawai itu & mereka cuma diminta untuk menyerahkan tugas & tanggung jawabnya kepada atasan langsung hingga ada keputusan lebih lanjut.

Dari 75 orang yg dinyatakan tidak lolos wawasan kebangsaan antara lain adalah pejabat eselon I Deputi Koordinasi Supervisi KPK, Hery Muryanto, pejabat eselon II Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK, Giri Supradiono, Deputi Koordinasi Supervisi KPK, Hery Muryanto, Kepala Biro SDM, Chandra Reksodiprodjo, & Direktur Pembinaan Jaringan Antarkomisi, Sujanarko.

Baca juga: Novel Baswedan: SK penonaktifan 75 pegawai tindakan sewenang-wenang

Selanjutnya pejabat setingkat eselon III yakni Kepala Bagian Perancangan Peraturan & Produk Hukum pada Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang, Kabag SDM, Nanang Priyono, serta sejumlah ketua satuan tugas penyidikan yaitu Novel Baswedan, Ambarita Damanik, Andre Nainggolan, Budi Sukmo, Budi Agung Nugroho, Afief Julian Miftah, serta nama-nama lain.

Baca juga: Novel Baswedan ungkap pertanyaan TWK banyak bermasalah

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2159582/jokowi-75-pegawai-kpk-dapat-ikuti-pendidikan-wawasan-kebangsaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *