oleh

Jaminan keamanan pascateror panglima TNI bergema dari timur Indonesia

Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) berbincang dengan pengurus gereja saat meninjau pengamanan Hari Raya Paskah di Gereja Katolik Immanuel Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (3/4/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Jakarta (ANTARA) – Aksi bom bunuh diri di Gereja Kathedral Hati Yesus Maha Kudus di Makassar & penembakan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, sempat menciptakan umat Kristiani cemas mengikuti rangkaian ibadah Hari Paskah.

beincash

Dua hari setelah insiden teror di Mabes Polri, Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Badan Intelijen & Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw langsung bergerak cepat meninjau kesiapan pengamanan di dua kota akbar di daerah timur Indonesia, yaitu Makassar & Manokwari pada 2-4 April 2021.

Kunjungan itu, yg turut diikuti oleh beberapa pejabat Mabes TNI & Mabes Polri, harap memberi pesan kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani bahwa keadaan di Indonesia akan terus kondusif mengingat ribuan punggawa gabungan TNI/Polri sudah dikerahkan ke beberapa tempat, termasuk di antaranya rumah ibadah & pusat-pusat keramaian.

Pengerahan pasukan, spesifik untuk pengamanan rangkaian ibadah Hari Paskah, setidaknya sudah dimulai sejak Kamis (1/4) & berakhir pada Minggu (4/4).

Baca juga: Kapolri: Perayaan Paskah di Tanah Air berjalan aman

Namun, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meyakinkan masyarakat bahwa pihaknya akan terus menolong kepolisian menjamin keamanan serta memelihara ketertiban setelah adanya aksi teror di Makassar & Jakarta pekan lalu.

Hadi lanjut menerangkan punggawa gabungan TNI/Polri akan terus melaksanakan upaya pencegahan & pemetaan potensi ancaman setelah rangkaian Hari Paskah. Upaya pencegahan & deteksi dini itu salah satunya dilakukan melalui bantuan pengerahan personel serta informasi dari unit intelijen, mengatakan Hadi pada sela-sela kunjungannya di Makassar.

Sementara itu, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan kepolisian, TNI, Badan Intelijen Negara, & Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) akan terus bekerja sama meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman terorisme.

“Sinergi antara Densus 88, BNPT, & kami semua jajaran intelijen itu padu terus. Kami lakukan upaya-upaya mengawasi mereka (kelompok teroris),” mengatakan Waterpauw di Makassar, Jumat (2/4).

Aksi teror bom bunuh diri terjadi di depan gerbang Gereja Kathedral Hati Yesus Maha Kudus, Minggu (28/3), sehingga menyebabkan dua pelaku teror tewas di tempat, sementara 19 orang luka-luka.

Beberapa hari kemudian, aksi penembakan oleh seorang perempuan berinisial ZA, 25, terjadi di halaman dalam Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). Pelaku, yg diyakini beraksi seorang diri (lone wolf) masuk seorang diri ke Mabes Polri & berupaya menembak polisi yg siaga di pos jaga.

Namun, ZA pun langsung ditembak mati di letak kejadian.

Baca juga: Uskup Agung Katedral Makassar apresiasi dukungan lintas organisasi

Kepolisian meyakini dua aksi teror tersebut terkait dengan paham radikalisme terorisme. Untuk aksi bom bunuh diri di Makassar, kepolisian menyebut dua pelaku terhubung dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), sementara ZA diyakini terhubung dengan kelompok terafiliasi ISIS.

Pelaku bom bunuh diri, mengatakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, pekan lalu, sempat terlibat pada operasi terorisme di Jolo, Filipina pada 2018.

Presiden Joko Widodo, satu hari setelah insiden di Mabes Polri, langsung memerintahkan panglima TNI, Kapolri, & Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk meningkatkan kewaspadaan & pengamanan. Jokowi juga meminta mereka meyakinkan masyarakat bahwa keadaan tetap kondusif terkendali.

Perintah presiden

Tidak lama setelah presiden memerintahkan jajarannya bergerak, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto & Kabaintelkam Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw langsung memeriksa pengamanan di empat gereja di Makassar & satu gereja di Manokwari pada rangkaian ibadah Hari Paskah.

Sebelum bertolak ke dua kota akbar itu, Hadi & Paulus pada Kamis malam (1/4) juga memeriksa langsung pengamanan di Gereja Katedral Jakarta.

Di Makassar, panglima TNI bersama rombongan meninjau pengamanan di Gereja Paroki Maria Ratu Kare, Gereja Manggamaseang, Gereja Immanuel, & Gereja Kathedral Hati Yesus Maha Kudus.

Sementara itu di Manokwari, Papua Barat, panglima TNI menutup kegiatan peninjauan pengamanan di Gereja Katolik Immanuel Sanggeng.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) & Kepala Badan Intelijen & Keamanan Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Pol Paulus Waterpauw (kiri) berbincang dengan pengurus Gereja Paroki Maria Ratu Kare di Gereja Paroki Maria Ratu Kare, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/4/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Dalam kegiatan peninjauan pengamanan itu, Hadi memeriksa punggawa gabungan TNI/Polri yg siaga di areal rumah ibadah, serta menemui & berbicara langsung dengan pengurus gereja.

Di Gereja Immanuel & Gereja Kathedral Hati Yesus Maha Kudus, keduanya berada di Makassar, serta di Gereja Katolik Immanuel Sanggeng, Hadi menyempatkan waktu menyapa jemaat & meyakinkan mereka bahwa bahwa keadaan tetap aman.

“Setelah kami terbang dari Jakarta (untuk) mengecek kesiapan keamanan di Makassar & hari ini saya mengecek kesiapan di Manokwari, semua dalam kondisi baik. Artinya, anggota TNI/Polri sudah bergerak untuk memberi rasa kondusif (kepada masyarakat),” mengatakan Hadi Tjahjanto kepada jemaat gereja di Manokwari, Sabtu (3/4).

Ia lanjut meminta para jemaat supaya tidak lagi cemas & takut karena anggota TNI/Polri sering siaga menjamin keamanan di seluruh daerah di Indonesia.

Untuk pengamanan Hari Paskah & memelihara ketertiban pascateror, TNI/Polri membentuk Posko Komando Taktis (Poskotis) di sejumlah daerah yg diyakini rawan. Setidaknya, ada empat hingga enam posko yg siaga di tiap provinsi, mengatakan Hadi menerangkan.

Bantuan masyarakat

Terlepas dari adanya pengerahan punggawa TNI/Polri, Panglima TNI tetap berharap tokoh masyarakat & tokoh agama ikut menolong menjaga keamanan serta memelihara persatuan di daerah masing-masing.

Harapan itu ia hinggakan langsung kepada para tokoh agama di Papua & Papua Barat pada pertemuan di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (3/4).

“Saya melihat para tokoh agama di Papua Barat & Papua sangat penting untuk dapat mengambil peran bersama masyarakat dengan aktif untuk menciptakan keadaan & kondisi yg kondusif, tenang, & damai, penuh persaudaraan,” mengatakan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Baca juga: 1.001 tentara siaga bantu polisi amankan Paskah di Makassar

Para tokoh agama juga punya kemampuan mencegah perpecahan, termasuk di antaranya yg disebabkan oleh paham-paham radikal terorisme. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh tokoh & umat beragama untuk memelihara persaudaraan & menghindari kegiatan yg mengarah pada perpecahan antarkelompok masyarakat.

Hadi berpendapat tokoh masyarakat & tokoh agama punya dua fungsi penting buat masyarakat. Tokoh masyarakat, ia mengatakan, memiliki kemampuan sebagai penggerak bagi masyarakat supaya mereka bertindak sesuai aturan hukum, sementara tokoh agama punya kemampuan mempengaruhi berbagai kelompok warga supaya tetap bersatu.

Dua fungsi tersbeut sentral & sebagai motor penggerak yg dapat dimanfaatkan oleh TNI/Polri dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI dari segala aspek ancaman.

Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah), Kepala Badan Intelijen & Keamanan Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) & Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kanan) berbincang bersama perwakilan tokoh masyarakat & tokoh agama di Papua & Papua Barat pada acara Komunikasi Sosial di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (3/4/2021). ANTARA/HO-SMIN Panglima TNI

Oleh karena itu, ia menekankan komunikasi & koordinasi antartokoh masyarakat & tokoh agama bersama TNI/Polri perlu sering diperkuat. Jika komunikasi antarpihak sudah kuat, maka kerja sama atau kolaborasi pun akan lebih mudah dibuat ke depan.

Pernyataan panglima TNI perlu jadi renungan bersama bahwa upaya melawan teror & perpecahan bukan cuma jadi urusan anggota TNI/Polri, karena usaha itu merupakan ikhtiar bersama yg harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, terlepas dari adanya jaminan keamanan dari TNI/Polri sebagaimana sudah dihinggakan berulang kali oleh panglima TNI, upaya membuang rasa cemas & takut kepada ancaman teror juga perlu datang dari masing-masing warga yg waspada & senantiasa mawas diri kepada keadaan di sekeliling mereka.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2081058/jaminan-keamanan-pascateror-panglima-tni-bergema-dari-timur-indonesia

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *