oleh

Jaksa Tolak Eksepsi Tio Pakusadewo, Minta Sidang Dilanjutkan

Tio Pakusadewo [Sumarni/Suara.com]

“Paling penting, kami penasihat hukum tidak pernah memasuki pokok perkara,” mengatakan kuasa hukum Tio Pakusadewo.

Simaknews.com – Sidang kasus penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa aktor senior Tio Pakusadewo kembali digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2020). Dalam sidang hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak eksepsi atau nota kebaratan Tio.

“Eksepsi penasehat hukum perlu ditolak karena tidak beralasan hukum & dalil penasehat hukum sebagaimana beberapa sudah kami tanggapi,” mengatakan JPU dalam persidangan.

Selain itu, JPU menilai eksepsi Tio Pakusadewo sudah masuk dalam pokok perkara. Sehingga sidang perlu dilanjutkan pada tahap pembuktian.

“Sebagian eksepsi sudah memasuki pokok perkara yg justru harus dibuktikan terlebih dahulu dalam pemeriksaan pokok perkara dalam persidangan supaya dapat diperoleh kebenaran,” sambung JPU.

Baca Juga: Keluarga Merasa Kecolongan Tio Pakusadewo Kembali Terjerat Narkoba

Aktor Tio Pakusadewo usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (13/8). [Simaknews.com/Alfian Winanto]

Menanggapi penolakan JPU, Santrawan T Paparang selaku kuasa hukum Tio Pakusadewo menjelaskan, sekiranya ada tiga poin eksepsi aktor senior itu yg ditolak JPU.

“Ada tiga, yg perdana penolakan bersama dalil hukum yg pasti. Kedua, dasar kami eksepsi jangan jaksa klasik menyatakan eksepsi penasehat hukum sudah masuk pokok perkara. Ketiga paling penting, kami penasihat hukum tidak pernah memasuki pokok perkara. Kenapa? yg kita hadapi atas apa yg diuraikan terdakwa,” ujarnya menjelaskan.

Dia bilang, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai barang bukti yg ditemukan polisi di rumah Tio Pakusadewo saat penggrebekan.
Pasalnya eksepsi tersebut diajukan berdasarkan barang bukti & pengakuan bintang film Surat Dari Praha itu sebagai pengguna narkoba akut.

“Contoh nyata di dalam dakwaan jaksa mengatakan bahwa itu adalah ganja periksa lah daun itu. Zat dalam daun itu berbeda kandungannya. Contoh adalah sebagai pemakai sabu, Pak Tio sudah memberikan pengakuan kepada kami beliau adalah pemakai narkotika tingkat akut yg diwajibkan diberikan rehabilitasi,” katanya.

“Tapi mengatakan sabu di sini ingat secara yuridis & materil, membuktikan di dalam plastik itu ada serbuk sabu di dalam bong dipakai untuk sabu berarti ada perbuatan. Harusnya dilakukan uji laboratorium terhasap plastik. Apakah betul itu sabu atau tidak,” ujar dia lagi.

Baca Juga: Enam Bulan di Rutan, Anak Rindu Tio Pakusadewo

Tio Pakusadewo ditangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba di rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada 14 April 2020.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 18 gram & alat hisap sabu alias bong.

Tio juga pernah ditangkap Desember 2017. Aktor berusia 56 tahun itu ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkotika tipe sabu.

Dalam kasus terbaru, Tio Pakusadewo didakwa pasal 114 Ayat 1 UU No.35 tahun 2009, pasal 111 Ayat 1 UU No.35 tahun 2009 & pasal 127 Ayat 1 UU No.35 tahun 2009.

Sidang virtual kasus narkoba yg menjerat Tio Pakusadewo [Simaknews.com/Evi Ariska]

Sebelumnya, Tio melalui kuasa hukum sudah mengajukan assesment supaya direhabilitasi. Polisi juga sudah menerima hasil assessment dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta setelah mengerjakan pemeriksaan kepada Tio Pakusadewo bulan Mei lalu.

Hasil assessment tersebut diberikan BNNP DKI Jakarta ke Polda Metro Jaya setelah Lebaran lalu. Hasil assessment menyebutkan, Tio perlu rehabilitasi medis & sosial sesuai ketentuan yg berlaku dengan tidak mengabaikan proses hukum yg berjalan.

12

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed