oleh

Jaksa KPK Mengabaikan Pernyataan Tiga Saksi, Kubu Juliari: Buktikan, Bukan dengan Asumsi – Nasional

Slot SimakNews.com – Jaksa KPK Mengabaikan Pernyataan Tiga Saksi, Kubu Juliari: Buktikan, Bukan dengan Asumsi – Nasional,

Juliari P Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ilustrasi. Foto: Ricardo/Slot Informasi Online

jpnn.com, JAKARTA – Penasihat hukum Juliari P Batubara, Maqdir Ismail menyayangkan jaksa penuntut umum pada KPK tutup telinga atas keterangan tiga saksi fakta dalam sidang perkara dugaan rasuah Bansos Covid-19.

Menurut Maqdir, tuntutan jaksa yg dihinggakan dalam persidsngan hanya berisi asumsi.

Maqdir menilai tuntutan 11 tahun penjara & pencabutan hak politik terdakwa dirasa belum memenuhi keadilan.

Slot info lainnya:
  • 5 Berita Terpopuler: Ada Nama Baru di Kasus Keluarga Akidi Tio, Panglima TNI Perintahkan Babinsa Segera Lacak, Arief Poyuono Tantang DPR

Selain itu, perkara tersebut murni kasus suap. Hanya saja, mengatakan Maqdir, selama proses persidangan, tidak ada fakta hukum yg mengatakan sosok yg akrab disapa Ari itu menerima uang fee dari pengadaan bansos.

“Tiga orang saksi, yaitu Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, & Eko Budi Santoso sebagai orang yg disebut penerima perantara tidak mengakui pernah menerima uang untuk  diserahkan kepada Terdakwa Juliari P Batubara. Terdakwa juga membantah telah menerima uang. Suap itu harus ada bukti suapnya, bukan dengan asumsi,” mengatakan Maqdir dalam keterangannya, Sabtu (7/8).

Maqdir menilai tuduhan atas keterangan saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, & Eko Budi Santoso hanya dalih untuk membela orang yg pernah menjadi atasan mereka. Maqdir juga menilai jaksa arogan menolak kesaksian Juliari.

“Seharusnya diakui secara jujur bahwa  saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, & Eko Budi Santoso tidak mempunyai kepentingan, selain untuk menympaikan kebenaran ketika mereka menyatakan tidak pernah menerima uang dari Adi Wahyono untuk dihinggakan kepada terdakwa Juliari P Batubara. Fakta ini harus dimaknai bahwa secara hukum mereka tidak pernah menerima uang & hal ini adalah benar adanya,” tegas Maqdir.

Maqdir meyakini para saksi & Juliari tidak memberikan keterangan bohong. Jika mereka berbohong dalam persidangan, maka Pasal 21 & Pasal 22 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sudah menunggu.

Dia menilai kedudukan keterangan Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, & Eko Budi Santos ini berbeda dengan keterangan yg dihinggakan oleh dua terdakwa lainnya, Matheus Joko Santoso & Adi Wahyono.

Maqdir menilai keduanya memepunyai kepentingan untuk berbohong dalam rangka melindungi diri mereka dari ancaman hukuman yg tinggi.

“Dengan adanya keterangan mereka bahwa ada sejumlah uang telah diserahkan kepada Juliari P Batubara melalui Saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, & Eko Budi Santoso, maka seolah-olah yg terjadi bahwa keduanya hanya menjadi perantara dalam penerimaan uang. Mereka sudah menyerahkan uang yg mereka kumpulkan untuk kepentingan terdakwa Juliari,” mengatakan Maqdir.

Maqdir menduga yg berdalih mengenai uang itu ialah Matheus Joko Santoso & Adi Wahyono. Keterangan mereka semestinya dikesampingkan.

Terlebih lagi, lanjut Maqdir, Matheus Joko menunjukkan cara hidup kesusilaan bersama Daning Saraswati sebagaimana mereka terangkan dalam proses persidangan & juga BAP.

“Gaya hidup & kesusilaan yg ditunjukkan ini, bukanlah kesusilaan yg baik sehingga keterangannya dapat dipercaya sebagaimana dimaksud oleh Pasal 185 ayat 6 huruf d KUHAP,” papar Maqdir.

Maqdir juga menyesali adanya uang yg pernah diterima sebesar Rp  Rp 29.252.000.000 yg sumbernya hanya berdasarkan keterangan Matheus Joko Santoso. Fakta ini adalah bentuk kebohongan dari Matheus Joko Santoso.

“Ada saksi yg tidak pernah diperiksa oleh penyidik, akan tetapi dikatakan memberikan uang kepada Matheus Joko Santoso,” mengatakan Maqdir. (tan/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Slot info lainnya:
  • Siap-Siap, KPK sedang Incar Pihak Lain dari Fakta Sidang Juliari Batubara
  • Kubu Juliari Anggap Matheus Joko Pelaku Utama, tak Pantas Menjadi JC

TAGS   Juliari Batubara Jaksa KPK Korupsi Bansos Covid-19 Korupsi Bansos

BERITA TERKAIT
  • Siap-Siap, KPK sedang Incar Pihak Lain dari Fakta Sidang Juliari Batubara
  • Kubu Juliari Anggap Matheus Joko Pelaku Utama, tak Pantas Menjadi JC
  • ICW Cium Ada Ketidakberesan di Balik Tuntutan Rendah KPK kepada Juliari
  • Kubu Juliari Sebut Tuntutan Jaksa Berlebihan, Tak Sesuai Fakta Sidang
  • Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara di Perkara Suap Bansos Covid-19
  • Kubu Juliari Berharap Jaksa Bersikap Adil dalam Menjatuhi Tuntutan

SPONSORED CONTENT

loading…

.SC_TBlock_321180_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 100px; height: 102px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0 !important; } #SC_TBlock_321180 a { font-family: Georgia, Times, Times New Roman, serif !important; } #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; }

loading…

.SC_TBlock_321187_td img[src*=img]{ border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px; width: 165px!important; min-width: 102px; height: 100px!important; position: static; object-fit: cover;} #cto_advert_logo { object-fit: fill!important; width:auto!important; height:auto!important;} #SC_TBlock_321187 > div > table > tbody > tr > td { padding: 0 !important; } #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; } #SC_TBlock_321187 a { font-family: Georgia, Times, Times New Roman, serif !important; } .SC_TBlock > div > table > tbody > tr > td { padding: 0 !important; } #SC_TBlock_321180 >div >table a{ padding: 0; } #SC_TBlock_321180 > div > table > tbody > tr > td{ vertical-align: top; }

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *