oleh

Jaksa Beberkan Tarif Kencan Artis TA, Ternyata Segini!

Slot SimakNews.com – Jaksa Beberkan Tarif Kencan Artis TA, Ternyata Segini!,

Online – Kasus prostitusi online yg melibatkan seniman TA berakhir di persidangan. Terungkap pula tarif seniman tersebut saat menjalani kencan dengan pria hidung belang.

Tarif TA itu tertuang dalam dokumen putusan Pengadilan Negeri (PN) Bandung yg diunggah pada situs Mahkamah Agung (MA). Sebagaimana dilihat detikcom, tarif TA untuk kencan dibagi ke dalam dua kategori.

“Tarif durasi pendek (short time) sebesar Rp 15 juta & durasi panjang (long time) Rp 30 juta,” ucap hakim dalam dokumen putusan yg dilihat detikcom pada Rabu (21/7/2021).

Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Wasdi Permana & dua hakim anggota Toga Napitupulu & Sontan Merauke.

Dalam perkara ini, ada empat terdakwa yg diadili. Mereka yakni AH alias Nookie, RJ alias Meauw, MR alias Alona & VD alias Jennifer. AH & RJ berperan sebagai pengunggah foto seniman di sebuah website. Sedangkan MR & VD berperan mencari wanita untuk pria hidung belang.

Dalam kasus ini, TA diiklankan oleh AH & RJ melalui situs ‘bintang mawar’. Keduanya mendapatkan foto-foto atau TA dari MR & VD.

Selain seniman TA, disebutkan bila komplotan ini juga menawarkan perempuan dengan status artis, selebgram, pegawai bank, pramugari & perempuan profesional lainnya untuk mengerjakan prostitusi online.

Selain TA, terungkap juga Tarif wanita lainnya seperti perempuan berinisial VA dengan tarif durasi pendek Rp 4 juta-Rp 6 juta. Kemudian perempuan berinisial AI dengan tarif durasi pendek Rp 10 juta & durasi panjang Rp 20 juta.

Sekedar diketahui, Kasus prostitusi ini terungkap usai polisi menciduk seniman berinisial TA. TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Dia diduga terlibat praktik prostitusi.

Kasus ini sudah diputus di pengadilan. Empat orang pelaku yg terlibat praktik itu divonis 6 bulan hingga 10 bulan bui.

Dalam putusannya, majelis hakim menyebut keempatnya terbukti bersalah sesuai Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1)UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tent ang acara hukum pidana.

“Para terdakwa sudah terbukti secara sah & meyakinkan secara bersama-sama mengerjakan tindak pidana dengan sengaja & tanpa hak sudah menciptakan dapat diaksesnya informasi elektronik yg memiliki muatan yg melanggar kesusilaan,” ujar hakim dalam putusannya.

Dalam amar putusannya itu, hakim menghukum keempat terdakwa dengan putusan antara lain AH & RJ sanksi seberat 6 bulan penjara. Sedangkan MR & VD sanksi 10 bulan penjara. Keempatnya juga dikenakan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan.(detiknews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *