oleh

Irfan Sembiring, Dedengkot Musik Metal Dapat Hidayah saat Ketemu Metallica

Irfan Sembiring, gitaris band Rotor [Instagram/irfansembiring_rotor]

“Kita makan malam & siang itu satu ruangan & satu meja sama Metallica,” mengatakan Irfan Sembiring.

Simaknews.com – Musisi Irfan Sembiring meninggal dunia pada Selasa (16/2/2021). Dikenal sebagai dedengkot musik metal, almarhum justru menghabiskan sisa hidupnya dengan mendalami ilmu agama.

beincash

Tapi rupanya, Irfan Sembiring menolak disebut sudah hijrah. Gitaris band Rotor ini lebih nyaman dibilang masih belajar hijrah.

Hal ini dia ceritakan saat berbincang di kanal YouTube Kana Musik yg diunggah pada 16 Agustus 2020.

Sebelum membahas hal itu, Irfan lebih dulu ditanya kapan perdana kali dapat hidayah. Tak disangka, dia justru ingat Tuhan saat berjumpa band cadas Metallica.

Baca Juga: Irfan Sembiring Gitaris Band Rotor Meninggal Dunia

Kala itu, Rotor didapuk jadi band pembuka Metallica di Lebak Bulus, Jakarta pada 1993.

65928-irfan-sembiring-gitaris-band-rotor-youtubesoundless-tv-1613491433Irfan Sembiring, gitaris band Rotor [YouTube/Soundless TV]

“Hidayah awal itu waktu main sama Metallica karena waktu itu kita di backstage kita bareng sama Metallica. Kita makan malam & siang itu satu ruangan & satu meja sama Metallica, tetapi ambil sendiri karena prasmanan. Nah, selama di belakang panggung, selain nyiapin buat Rotor, gue juga belajar karena gue seneng belajar,” mengatakan Irfan.

Saat berada di belakang panggung, Irfan terus mengamati setiap persiapan & gerak-gerik kru & personel Metallica. Cuma, dia malah menemukan sesuatu yg dianggap salah.

“Gue pengin belajar, gimana caranya band superstar menyiapkan konser. Gue perhatiin satu-satu, krunya gue perhatiin, khususnya Metallica, tetapi gua nggak mau ceritain apa yg mereka lakukan karena itu aib,” ujarnya.

“Jadi ketika di belakang pentas gua lihat, ‘wah nggak asyik kalau kayak gini.’ Ada sisi baik yg Allah letakkan di hati gue. Jadi gue berpikir, kalau gue terus berkarier dalam musik & jadi superstar seperti mereka, gue akan bertingkah laku seperti mereka. Kalau lu ikutin seseorang, lu akan jadi seperti dia,” katanya.

Baca Juga: Vokalis Metallica James Hetfield Jalani Rehabilitasi Narkoba

Sejak saat itu, Irfan mulai dilanda kegalauan. Dia khawatir bakal terjerumus ke dalam kehidupan yg tidak sesuai dengan hati nuraninya.

“Kalau gue berjuang terus nanti akan tur dunia juga seperti mereka walaupun mungkin nggak sebesar mereka,” katanya.

“Dalam hati gue udah galau itu. Gue udah salah jalan, tetapi gue juga nggak tahu mana jalan yg benar,” ujar Irfan lagi.

Hidayah kedua Irfan Sembiring temukan ketika di memperhatikan perilaku penonton. Tanpa bermaksud merendahkan, Irfan merasa bahwa tidak ada satupun penonton yg sepenuhnya memberikan dukungan untuk bandnya.

“Hidayah kedua adalah ketika gue manggung. Gua kan frontman, gue ada di posisi tengah. Lampu sorot ke penonton itu terang banget. Gue nontonin penonton, mereka teriakin (mengelukan) Rotor, tetapi nggak ada satupun yg pakai kaus Rotor,” mengatakan Irfan.

“Gue bukan mengecilkan penonton, tetapi dalam hati gua aja nih, ternyata gua nggak dapat mendapatkan fans yg sejati dalam dunia musik. Mereka bahagia Rotor, tetapi mereka juga bahagia dengan band lain. Jadi gue pikir, ini salah nih,” sambungnya.

Irfan Sembiring juga tak pernah mau kalau dia sekarang disebut sudah berhijrah. Menurutnya, dia masih jauh dari mengatakan itu.

“Sebenarnya gue nih belum hijrah, kalau udah hijrah sih diwawancarai begini gue nggak mau. Hahahaha,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia begitu gampang melabelkan seseorang dengan mengatakan hijrah. Padahal, orang yg dibilang sudah hijrah itu baru belajar.

“Ada seniman baru dua hari pakai jilbab dibilang hijrah. Belum hijrah. Sebelum hijrah itu kita tobat dulu. Tobat aja ada empat tahap (menyesali kesalahan, tidak mengulanginya lagi, menggantinya dengan perbuatan baik, mengajak orang lain untuk meninggalkan maksiat yg sama). Kalau empat tahap itu dilewatin & lu udah Istiqamah selama bertahun-tahun & sudah terbukti, maka itu baru dapat dibilang hijrah,” ujar Irfan menjelaskan.

Irfan Sembiring sendiri saat ini masih dalam tahap bertaubat yg dirasa masih jauh dari mengatakan hijrah.

“Sekarang gue baru belajar bertobat. Belajar menangisi kesalahan di masa lalu,” mengatakan Irfan Sembiring.

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *