oleh

Inspektorat Surabaya dalami 17 pegawai tak kerja tanpa keterangan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat halalbihalal dengan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Senin (17/5/2021) usai libur Lebaran 2021. ( ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Apa penyebabnya tidak hadir di tanggal 11 & 17 MeiSurabaya (ANTARA) – Inspektorat Kota Surabaya mendalami 17 dari 22.882 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya yg tidak masuk kerja tanpa keterangan menjelang libur Lebaran pada 11 Mei 2021 atau masuk hari perdana usai libur Lebaran pada 17 Mei 2021.

Kepala Inspektorat Kota Surabaya Rachmad Basari, di Surabaya, Senin, merinci dari 17 pegawai yg tidak masuk kerja tanpa keterangan pada tanggal 11 Mei 2021 itu ada sembilan orang, & tanggal 17 Mei 2021 ada delapan orang.

“Tanpa keterangan ini masih kami akan klarifikasi. Apa penyebabnya tidak hadir di tanggal 11 & 17 Mei. Bisa jadi memang sebelumnya sudah ada pelanggaran disiplin yg memang mereka sudah tidak masuk kerja,” katanya pula.

Menurut dia, soal pelanggaran pegawai sebetulnya sudah diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya tentang Pembatasan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS dalam Masa Pandemi COVID-19.

Pada poin ke 1 huruf a Surat Edaran itu disebutkan bahwa pegawai PNS maupun non-PNS & keluarganya dilarang mengerjakan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik dan/atau cuti sejak tanggal 6-17 Mei 2021.

Sedangkan pada poin ke 1 huruf d, disebutkan bahwa pegawai PNS maupun non-PNS untuk tidak mengajukan cuti selama periode tanggal 6-17 Mei 2021.

Saat ini, mengatakan dia, pihaknya masih mendalami & mengklarifikasi 17 pegawai yg tidak masuk kerja tanpa keterangan tersebut.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan pegawai yg tidak masuk itu, karena sebelumnya sedang proses pemeriksaan permasalahan sanksi disiplin.

Saat ini, pegawai yg tidak masuk tanpa keterangan itu, masih dilakukan proses klarifikasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing di lingkup Pemkot Surabaya. Sebab menurutnya, yg lebih mengetahui persis detail permasalahan adalah OPD terkait.

“Hari ini sedang berproses ke OPD-nya masing-masing, karena yg lebih tahu persis kan perangkat daerahnya,” ujarnya pula.

Meski demikian, mengatakan dia, pihaknya menegaskan bahwa sesuai dengan ketentuan, pastinya ada sanksi yg bakal diberikan kepada pegawai yg tidak masuk tanpa keterangan. Sanksi itu mulai dari kategori ringan hingga berat. Nantinya sanksi yg diberikan berdasarkan penjelasan atau alasan pegawai yg tidak masuk.

“Secara hierarki kami panggil yg bersangkutan. Artinya nanti OPD memanggil yg bersangkutan. Karena ini kan pemantauan masih dilakukan hingga besok, apakah masih tetap tidak masuk tanpa keterangan,” ujarnya lagi.
Baca juga: DPRD nilai implementasi KPI untuk ASN Surabaya kurang tegas
Baca juga: Wali Kota Risma imbau ASN Pemkot Surabaya tidak mudik Lebaran

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2160238/inspektorat-surabaya-dalami-17-pegawai-tak-kerja-tanpa-keterangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *