oleh

Ini Peran Keempat Tersangka yg Ancam Gorok Mahfud Md

-Umum-4 views

Online – Polisi menangkap empat tersangka ujaran kebencian yg mengancam akan menggorok kepala Menkopolhukam Mahfud Md kalau pulang ke Pamekasan, Madura. Apa saja peran mereka?

Ancaman ini diunggah Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi (38) Warga Dusun Warungdowo Selatan, Pohjentrek, Pasuruan lewat akun YouTube Amazing Pasuruan pada 9 November 2020. Video tersebut berjudul Peringatan Keras Warga Madura Untuk Mahfud Md Karena Kurang Ajar Kepada Habib Rizieq!.

beincash

“Mungkin rekan-rekan sudah sempat melihat adanya sebuah akun YouTube dengan nama Amazing Pasuruan, di mana salah satu kontennya adalah ada konten yg diucapkan seseorang inisial MN itu berisi tentang ujaran kebencian & pengancaman,” mengatakan Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (13/12/2020).

Gidion menyebut awalnya ada laporan dari pelapor bernama Dr. Duke Arie Widagdo, pada 3 Desember 2020 tentang video tersebut. Polisi lalu menetapkan Nawawi jadi tersangka.

“Dari situ kita lakukan penelusuran jejak digital, maka kami mengerjakan penetapan tersangka kepada MN di Pasuruan,” imbuhnya.

Namun saat penyelidikan, polisi mendapati ada tiga tersangka lainnya. Ketiga tersangka ini yakni Abdul Hakam (39), warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan; Moch Sirojuddin (37) warga Dusun Krajan, Grati, Pasuruan & Samsul Hadi (40) warga Dusun Rembang, Grati, Pasuruan.

Gidion memaparkan ketiganya menyebarkan video ancaman ini melalui grup-grup di aplikasi percakapan WhatsApp.

“Kemudian berdiri sendiri adalah kasus rangkaian dengan itu, ternyata setelah ditelusuri bahwa konten itu beredar di antara grup WA, ada 3 grup WA yg memuat konten itu karena ini sifatnya sosial media, maka kami menerbitkan laporan polisi model A,” papar Gidion.
“Kontennya sama, ada sebuah konten yg kemudian berisi ujaran kebencian & pengancaman kepada seseorang & ini kami lakukan dengan penyidikan tersendiri kepada 3 tersangka yaitu saudara MS, saudara SH & saudara AH,” imbuhnya.

Di kesempatan yg sama, Gidion mengatakan ketiga pelaku yg ikut menyebarkan video tersebut, mengaku tahu kalau kontennya berisi ancaman & melanggar norma. Namun, mereka tetap menyebarkan konten tersebut melalui grup WhatsApp.

“Yang paling penting poinnya adalah kenapa mereka kita jadikan tersangka, karena mereka tahu bahwa konten yg ada itu sudah melanggar norma, yg kedua melanggar undang-undang Dasar, memuat atau berisikan tentang ujaran kebencian & yg sifatnya mengancam. Ini konten yg dilarang dalam undang-undang Informasi transaksi elektronik sesuai dengan pasal 27 ayat 4 & 28 dengan ancaman sanksi 6 tahun,” pungkas Gidion.

Sementara dari kasus ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari handphone milik tersangka hingga tangkapan layar video & bukti penyebaran video melalui grup WhatsApp.

Keempat tersangka ini, dijerat UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) & Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946. (detik.com/artikelasli)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *