oleh

Ini Latar Belakang Korban yg Jadi Tumbal di Arisan Tante-tante Tajir, Orang Tua Terlilit Utang

Slot SimakNews.com – Ini Latar Belakang Korban yg Jadi Tumbal di Arisan Tante-tante Tajir, Orang Tua Terlilit Utang,

Online – Latar belakang brondong yg jadi tumbal ritual arisan berondong yg dilakukan tante-tante tajir di Pondok Indah, Jakarta Selatan, diungkap Ramadhinisari.

Belakangan, nama Ramadhinisari tiba-tiba meledak di media sosial.

Penyebabnya, dia membongkar dugaan ritual arisan berondong.

Ramadhinisari adalah wanita muda yg menciptakan video di TikTok hingga akhirnya viral di media sosial.

Wanita cantik itu juga siap memberi bukti kepada polisi.

Ramadhinisari mengaku ditawari sebagai master of ceremony atau MC di arisan sosialita sudah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (2/7/2021).

Ia mengungkapkan pihak penyelenggara mengatakan akan ada eksekusi di acara yg dibawakannya tersebut.

Eksekusi itu mengorbankan brondong-brondong yg rela jadi tumbal setelah dibeli oleh tante-tante untuk pesugihan & kecantikan.

“Pesugihan untuk awet muda, kecantikan, kekayaan, karier & lain-lain,” lanjut Ramadhinisari.

Ritual eksekusi itu dilakukan dengan dua cara yaitu manual & mesin.

Darah brondong itu akan diminum & dagingnya dimakan oleh para peserta ritual.

Menurut penjelasan di video itu, para brondong tidak dipaksa ditumbalkan.

Mereka sudah ditebus ratusan juta hingga miliaran.

“Ini sekte elite karena acaranya juga diadakan di Jakarta Selatan, di mana itu tempat rumahnya orang-orang kaya,” ceritanya.

Acara itu sudah hingga 16 kali diadakan.

Para brondong itu memang jadi simpanan peserta.

“Kalau sudah waktunya, si brondong ini baru dibeli lagi dengan harga yg mahal untuk dijadikan tumbal.”

Biasanya, background si brondong berbeda-beda.

“Ada uang dipakai bayar utang, orang tuanya kelilit utang atau orang tuanya di kampung sakit,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman itu benar-benar dialaminya.

Polisi pun sudah turun tangan menyelidiki kasus arisan sosialita dengan ritual tumbal berondong (sebutan untuk pria muda).

Sejak video pengakuan adanya arisan tumbal berondong viral, polisi bahkan membentuk regu spesifik untuk menyelidiki kasus ini.

“Ya, dipimpin Kanit Reskrim,” mengatakan Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Donni Bagus Wibisono, saat dihubungi wartawan, Kamis (1/7/2021).

Donni belum membeberkan lebih jauh tentang regu spesifik tersebut.

Dia mengatakan timnya masih bekerja mengumpulkan alat bukti dari informasi yg viral tersebut.

Terkait kemungkinan polisi memanggil pembuat video viral tersebut, Doni enggan berkomentar.

Dia menyebut hal itu masuk teknis penyelidikan pihaknya.

“Nanti itu teknis. Saya nggak mungkin membeberkan. Itu hal teknis,” ujar Donni.

Ramadhinisari didampingi kuasa hukum

Saat memberikan keterangan ke pihak kepolisian, Ramadhinisari didampingi kuasa hukumnya, Albert Riadi.

Seusai pemeriksaan, Albert Riadi tidak banyak berkomentar saat ditanya hasil pemeriksaan kliennya.

“Kita sudah ikuti pemeriksaan. Nanti dihinggakan oleh penyidik,” tutur Albert.

Bahkan, Ramadhinisari pun irit bicara setelah diperiksa polisi.

“Nanti dihinggakan kuasa hukum saya saja,” katanya.

Beberapa hari sebelum menjalani pemeriksaan, Ramadhinisari mengaku siap membeberkan bukti yg dikantonginya kepada polisi kalau dibutuhkan.

Ia bakal bersikap kooperatif kalau dalam proses penyelidikan pihak kepolisian membutuhkan keterangannya.

“Kalau dapat jangan hingga ya karena urusannya jadi lumayan ribet kalau hingga ketemu polisi. Cuma kalau saya tidak memenuhi panggilannya takutnya saya kenanya hoaks, jadi mau enggak mau,” mengatakan Ramadhinisari.

“Kalaupun misalkan dari pihak kepolisian minta keterangan atau gimana ya, saya paling menjelaskan dari yg ada aja sih. Karena maksudnya saya kan ada bukti konkret chating-an aku.”

“Jadi maksudnya saya pun di media sosial ceritanya tidak melebihkan, memang sesuai dengan si orang ini ceritakan gitu,” mengatakan Ramadhinisari lagi.

Menurut Ramadhinisari, dia tidak pernah punya niat untuk menciptakan heboh masyarakat saat mengunggah videonya tentang tawaran memandu acara arisan sosialita tersebut.

Dia mengaku harap menciptakan rekan sejawatnya lebih waspada kepada tawaran serupa.

Sebelumnya, warganet dibuat penasaran dengan video viral pesugihan berkedok acara ulang tahun di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Viral

Video tersebut diunggah oleh akun tiktok bernama @dinskidiary & sudah disukai belasan ribu akun.

Pengunggah menjelaskan praktik pesugihan dengan menumbalkan sejumlah nyawa brondong di sebuah acara ulang tahun.

Pengalaman mengerikan itu dijelaskan oleh pengunggah yg juga MC di acara sekte elite sosialita itu.

Awalnya, penyelenggara menawarkan pengunggah dengan bayaran Rp 8 juta untuk dua orang MC.

Namun, partner MC harus seorang perempuan.

Di video itu dijelaskan, ia tidak boleh bersama dengan MC pria.

“Terus dia mau nawarin harganya satu sendiri jadi Rp 10 juta satu jam,” ucap MC di video itu.

Ia lalu melanjutkan, “Tergiur enggak sih? Ya tergiur lah. Nge-MC cuma satu jam dibayar Rp 10 juta. Siapa enggak mau.(tribunnews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *