oleh

Ini kata Mahfud MD soal stereotip orang Madura

Slot SimakNews.com – Ini kata Mahfud MD soal stereotip orang Madura,

Tangkapan layar Menko Polhukam Mahfud MD saat menyampaikan pernyataan terkait persiapan pelaksanaan PON XX & Peparnas XVI di Papua dalam tayangan video Humas Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (19/8/2021). ANTARA/Syaiful Hakim

Dulu dikesankan kalau orang Madura itu terbelakangJakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, & Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bercerita mengenai berbagai stereotip kepada orang Madura yg sering muncul & jadi bahan candaan dalam perbincangan.

“Dulu dikesankan kalau orang Madura itu terbelakang tetapi sekarang ini coba dilihat banyak orang hebat-hebat. Ini berkah dari Indonesia Merdeka,” mengatakan Mahfud dalam keterangan yg diterima di Jakarta, Sabtu.

Mahfud menghadiri silaturahim virtual dengan “taretan” Madura sedunia, Sabtu bertema “nyambung taresna masettong se tapesa” (menyambung silaturahim menyatukan yg terpisah).

Dalam dialog yg berlangsung hangat & kekeluargaan itu, Mahfud menceritakan saat jadi Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hingga jadi Ketua Mahkamah Konstitusi, dirinya sering mendengar sebutan tukang sate & penjual besi tua.

“Waktu saya jadi Menhan, ada gurauan begini “Pak Mahfud itu dari mana? Lalu ada yg berteriak di belakang, sate! Mengesankan kalau orang Madura itu tukang sate. Ada juga yg bilang begini “kalau mau tanya Pak Mahfud orang mana, lempar saja kaleng bekas di belakangnya, kalau bunyi klontang pasti dia menoleh”. Mengesankan orang Madura penjual besi tua,” mengatakan Mahfud.

Baca juga: Kalau orang Madura naik haji

Lebih lanjut, Mahfud juga bercerita soal ilmu. Ia mengatakan bahwa sekolah adalah pintu ilmu.

Ia mengatakan meskipun mengalami berbagai kesulitan, namun ayahnya bertekad supaya anak-anaknya harus mengenyam pendidikan yg layak.

“Ayah tidak lulus SD tetapi ketika Indonesia merdeka, dia katakan anak saya harus sekolah. Nah, sekolah itulah yg jadi pintu ilmu dalam keadaan serba sulit saya & saudara-saudara saya sekolah,” ucap Mahfud.

Hal senada juga ditegaskan budayawan & penyair asal Madura, D Zawawi Imron. Menurutnya, orang Madura punya tugas untuk mengharumkan Indonesia & tidak ada alasan orang Madura tidak sayang Indonesia.

“Kita perlu punya semangat seperti Trunojoyo untuk mengharumkan Madura, yaitu dengan memperbagus tata kramanya. Dari Madura untuk Indonesia, orang Madura perlu mengharumkan Indonesia, kita bersujud di bumi Indonesia, bila saatnya kita mati kita akan tidur dalam pelukan bumi Indoensia. Tidak ada alasan orang Madura untuk tidak sayang Indonesia, tidak sayang tanah air,” mengatakan penulis buku Bulan Tertusuk Ilalang itu.

Baca juga: Antropolog Belanda : Anggapan Orang Madura Keras Tak Benar

Sementara itu, Chairul Anam selaku Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia yg juga mahasiswa doktoral Universitas Charles di Praha, Republik Ceko menegaskan pentingnya peningkatan sumber daya manusia supaya dapat memberikan kontribusi kepada kemajuan bangsa.

“Bapak saya tidak lulus SD, umi saya tidak sekolah tetapi sering mendorong putra-putranya sekolah dengan berbagai keterbatasan. Pendidikan paling penting dalam peningkatan sumber daya manusia,” ujar Anam.

Menurut pria asal Kabupaten Bangkalan tersebut, investasi bidang pendidikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi & meningkatkan produktivitas.

Acara ini selain dihadiri empat bupati di Pulau Madura, turut hadir tokoh Madura di pentas nasional seperti mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti, tokoh Madura dari berbagai daerah di Indonesia, & diaspora Madura di berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Ceko, Mesir, Jerman, Denmark, Belanda, Australia, Jepang, Arab Saudi, Kanada, Tunisia, Kuwait, Malaysia, Brunei Darussalam, & Singapura.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2357314/ini-kata-mahfud-md-soal-stereotip-orang-madura

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *