oleh

Indomaret & Alfamart Dilarang, Inilah Ritel yg Kuasai Sumbar

Online – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memastikan menutup rapat peluang masuknya ritel modern berjaringan seperti Alfamart & Indomeret. Hal ini guna melindungi usaha mikro & kecil setempat.

Padahal Sumbar adalah salah satu tempat yg cukup menarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

beincash

Pemda setempat memang melarang minimarket waralaba tersebut beroperasi, sebab ada kekhawatiran keberadaanya dapat mematikan keberadaan pedagang tradisional.

Hal tersebut pernah dikemukakan oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Ia memastikan tidak akan memberikan izin kepada jaringan waralaba Indomaret & Alfamart untuk membuka gerainya di Kota padang. Menurut dia, kehadiran kedua waralaba tersebut dapat merusak ekonomi daerah nantinya.

“Indomaret & Alfamart tidak dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah,” mengatakan Mahyeldi beberapa waktu lalu dikutip dari sripokucom.

Minimarket waralaba sering dituding sebagai penyebab warung-warung atau toko kelontong jadi sepi pembeli.

Namun bukan berarti tidak ada minimarket sama sekali di sana, ada juga minimarket tetapi sifatnya milik perorangan & bukan waralaba. Minimarket tersebut biasa disebut toserba, atau toko serba ada.

Wali kota mengatakan Kota Padang ke depannya justru akan merancang “Halal Mart”. Dimana seluruh barang yg dijual berasal dari Kota Padang sendiri.

Sementara itu, Gubernur Sumbar sebelumnya, Irwan Prayitno pernah mengatakan sudah ada kesepakatan antara pemerintah seluruh kabupaten & kota di Sumbar untuk menutup izin bagi ritel modern berjaringan dari luar.

“Provinsi Sumbar & seluruh pemerintah kabupaten/kota sepakat menolak keberadaan jejaring ritel modern dari luar masuk ke Sumbar,” katanya, Jumat (14/7/2017), seperti dikutip dari Bisnis.com.

Pemda setempat, mengatakan Irwan, lebih memilih mendukung pengembangan Minang Mart & ritel-ritel modern lokal lainnya daripada memberikan izin kepada ritel modern berjaringan dari luar. Sampai saat ini, Sumbar dapat dibilang masih kondusif dari serbuan ritel modern milik korporasi akbar seperti Alfamart & Indomaret. Provinsi tetangga, seperti Riau & Jambi bahkan dijamuri oleh kehadiran dua kelompok ritel berjaringan akbar tersebut. Irwan mendorong pemda memfasilitas Minang Mart & ritel modern lokal lainnya untuk mengembangkan bisnisnya di seluruh penjuru Sumbar.

Adapun, Minang Mart adalah ritel yg dikelola PT Retail Modern Minang (RMM) sebuah perusahaan kongsi milik BUMD PT Grafika Jaya Sumbar dengan PT Sentra Distribusi Nusantara.

Minang Mart dikembangkan untuk mendorong peningkatan mutu & layanan toko kelontong milik masyarakat untuk diberdayakan & dikembangkan dengan brand Minang Mart, sehingga sanggup bersaing dengan ritel besar.(halloriau.com)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *