oleh

ICIS: Dapat ancam persatuan website radikal intoleran harus ditertibkan

Laman damailahindonesiaku.com yg dibuat untuk pencegahan paham radikal & terorisme. ANTARA/Suryanto

Perlu kampanye mengenai narasi moderat, narasi toleran, & narasi yg dapat membangun Islam yg rahmatan lil alamin.Jakarta (ANTARA) – Wakil Direktur Conference of Islamic Scholars (ICIS) Khariri Makmun mengatakan keberadaan situs yg berisi konten-konten radikal intoleran harus ditertibkan karena mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

beincash

“Kalaupun harus dilakukan penutupan atau pemberangusan, pertimbangannya harus fokus pada kontennya. Ini penting supaya langkah itu tidak menimbulkan gelombang penolakan,” ujar K.H. Khariri Makmun, Lc., M.A. dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, situs radikal sudah sangat meresahkan karena sudah merusak sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia, baik dari sisi sosial kemasyarakat maupun keagamaan.

Baca juga: BNPT : 10 situs radikal muncul per hari

Khariri berharap situs nantinya untuk memengaruhi bagaimana narasi-narasi keagamaan yg akan dibangun antara yg moderat & toleran.

Take down, lanjut dia, dapat dilakukan apabila tidak sesuai dengan konten-konten yg toleran, yg tasamuh, kemudian yg wasatiah.

”Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini, tidak ada satu orang pun, otoritas mana pun yg dapat mengatasi munculnya situs-situs baru (dengan konten radikal). Yang dapat dilakukan itu sebetulnya, ya, cyber police atau polisi siber yg ada sekarang itu diefektifkan saja,” mengatakan Khariri.

Hal ini, mengatakan dia, sama seperti di jalan raya, misalnya ada kendaraan yg melanggar, kemudian kena tilang. Jika lalu lintas siber, ditemukan konten yg tidak sesuai dengan kultur Indonesia maupun nilai-nilai keberagaman yg toleran, yg wasatiah maka dapat langsung disikat saja.

“Kalaupun nanti dibuat baru, tinggal dibersihkan saja, jadi langsung dilakukan tindakan saja yg tegas,” mengatakan anggota Komisi Dakwah MUI Pusat itu.

Ia melanjutkan, “Ini mirip dengan lalu lintas, mereka akan terus menciptakan & menciptakan situs meskipun sudah di-take down. Itu tidak apa-apa, yg penting pemerintah harus punya sistem yg kuat untuk mengantisipasi itu.”

Meskipun dia menyampaikan bahwa mereka ini girahnya, semangatnya untuk berjuang ada. Kendati ditutup, perjuangannya akan lebih kuat lagi.

Khariri mencontohkan seperti saat melawan ISIS di Irak & Suriah bahwa sekuat apa pun mereka kalau dilakukan tindakan yg tegas & sering mengingatkan kepada publik bahwa konten-konten yg intoleran ini untuk dijauhi, akan dapat mengikis itu.

Baca juga: Kepala BNPT: Pencegahan paham radikal harus libatkan semua pihak

“Jadi, tidak cuma menutup, tetapi juga mencerdaskan pembaca. Hal ini penting sekali karena itu kampanye mengenai narasi moderat, narasi toleran, & narasi yg dapat membangun Islam yg rahmatan lil alamin,” katanya.

Ia memandang perlu terus mengerjakan tindakan-tindakan yg tegas untuk mengontrol apakah di sana ada banyak pelanggaran konten atau tidak.

Selain itu, menurut Khariri, dengan adanya UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme, situs dengan konten radikal intoleran dapat ditindak kalau memang sudah dianggap mengerjakan radikalisme atau terorisme di dunia maya.

Dengan mengerjakan identifikasi, menurut dia, dapat ketahuan juga domain tersebut milik siapa saja sehingga dapat langsung dilakukan penangkapan.

“Memang harus melibatkan banyak stakeholder, khususnya untuk melatih kawan-kawan milenial dalam pencegahan supaya mereka juga dapat membahasakan narasi-narasi moderat dalam bahasa milenial. Saya kira itu cukup efektif,” katanya.

Baca juga: Wapres: Selama tidak mengancam, mengkritik bukan tindakan radikal

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2024895/icis-bisa-ancam-persatuan-website-radikal-intoleran-harus-ditertibkan

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *