HIK -
in

Hikmahanto Sebut Wajar Jika Dubes Palestina Diusir Usai Hadiri KAMI. Ini Sebabnya

Online – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun dapat saja dipulangkan ke negaranya karena hadir dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Hal itu dapat terjadi kalau Pemerintah RI menganggap ada upaya intervensi urusan politik dalam negeri Indonesia, & kalau deklarasi KAMI dianggap sebagai upaya menggulingkan kekuasaan pemerintahan yg sah.

Advertisements

“Suatu hal yg sangat dilarang dalam pergaulan internasional & sangat wajar bila memang begitu Pemerintah Indonesia mengerjakan pengusiran Dubes Zuhair,” mengatakan Hikmahanto, dalam keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Kamis (20/8) dikutip dari Antara.

Namun demikian, ia menilai sanksi kepada yg bersangkutan merupakan hak dari Pemerintah Palestina.

“Kalaulah Dubes Zuhair perlu diberikan sanksi karena kehadirannya di acara deklarasi KAMI, yg layak memberikannya adalah Pemerintah Palestina,” mengatakan Hikmahanto.

Itu terjadi bila Pemerintah Palestina menilai ada kekeliruan Zuhair sebagai representasi negara, pemerintah, & rakyat Palestina di Indonesia.

“Bisa saja memanggil pulang Dubes Zuhair karena insiden ini sudah mencoreng kedekatan hubungan antara Indonesia & Palestina,” ucapnya.
HIK2 1598046589 -

Deklarasi KAMI itu digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Selasa (18/8) atas inisiasi Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Ia menyebut KAMI sebagai gerakan moral untuk menuntut keadilan sosial. Namun, sejumlah pihak menilai itu gerakan lanjutan dari pihak yg kalah di Pilpres 2019.

Din saat itu hadir bersama mantan panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, & mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Rochmat Wahab, jadi presidium dalam deklarasi tersebut. Tampak Dubes Zuhair hadir dalam acara itu.

Kedutaan Besar Palestina di Jakarta sudah menyampaikan klarifikasi pada Rabu (19/8) bahwa Zuhair menghadiri acara tersebut untuk memenuhi undangan dari Din Syamsuddin, yg juga merupakan Ketua Persahabatan Indonesia-Palestina.

Selain itu, Kedubes juga menyebut bahwa partisipasi pihaknya berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut merupakan acara peringatan Hari Kemerdekaan RI.

“Kami harap menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia & bukan yg lainnya,” tulis Kedutaan Besar Palestina dalam keterangan yg diterima CNNIndonesia.com, Rabu (19/8).

Diketahui, praktik pengusiran perwakilan negara asing di suatu negara mengacu pada Pasal 9 Konvensi Wina 1961 yg sudah diratifikasi melalui UU No. 1 Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Wina Mengenai Hubungan Diplomatik Beserta Protokol Opsionalnya Mengenai Hal Memperoleh Kewarganegaraan.

Bahwa, negara penerima diizinkan untuk setiap saat & tanpa harus menjelaskan untuk menyatakan seorang perwakilan misi adalah persona non grata kepada negara pengirim.(Cnnindonesia.com)

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0