IMG 20200818 212854 -
in

Hamka Haq ingatkan kenalkan generasi milenial pada pendiri bangsa

Ketua DPP PDI Perjuangan Prof Hamka Haq saat launching bukunya berjudul “Asas Kehidupan Berbangsa & Bernegara: Jejak Pemikiran Soekarno” yg disiarkan secara daring, Selasa (18/8/2020). (ANTARA/HO-Tangkapan layar Youtube Bamusi TV)

Akademisi & politisi bertanggung jawab mengenalkan para tokoh pendiri bangsa ke generasi mudaJakarta (ANTARA) – Ketua DPP PDI Perjuangan Prof Hamka Haq mengingatkan bahwa akademisi & politisi bertanggung jawab mengenalkan para tokoh pendiri bangsa kepada generasi muda, khususnya generasi milenial.

Advertisements

“Kita sebagai akademisi & politisi semestinya merasa bertanggung jawab untuk memperkenalkan para tokoh pendiri negara ini pada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, generasi milenial, supaya lebih mensayangi Tanah Air & negaranya,” mengatakan Hamka Haq, di Jakarta, Selasa, saat webinar nasional bertema “Kontekstualiasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara, Falsafah Hidup Bangsa & Ideologi Negara” & Launching buku karyanya yg berjudul “Asas Kehidupan Berbangsa & Bernegara : Jejak Pemikiran Soekarno” yg disiarkan secara daring.

Dengan mengenal, mengatakan dia, generasi milenial termotivasi & meneladani para tokoh bangsa, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Syahrir, Tan Malaka, KH Agus Salim, & seterusnya.

Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap organisasi PDI Perjuangan itu, mengakui hal itu jadi motivasi & asa di balik penulisan buku tersebut.

Apalagi, mengatakan Hamka, nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini sudah banyak tergerus oleh ulah masyarakat sendiri, seperti maraknya aksi intoleransi mengatasnamakan agama yg menggerus nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Demikian pula, dengan sila-sila yg lain, mengatakan politikus yg membidangi keagamaan & kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di DPP PDI Perjuangan itu, termasuk Persatuan Indonesia.

“Nilai Persatuan Indonesia tergerus dengan semakin kuatnya rasa kedaerahan & kesukuan di kalangan masyarakat, khususnya dalam konteks pilkada,” ujarnya.
Baca juga: Pengamalan Islam perkuat nasionalisme

Bahkan, mengatakan dia, nilai Persatuan Indonesia juga tergerus dalam konteks kehidupan bernegara sejak era reformasi yg ditandai tiga hal.

Pertama, terhapusnya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) seiring kedudukan MPR yg tidak lagi sebagai lembaga tertinggi negara.

Kedua, berlakunya sistem pemilihan langsung, baik pemilihan presiden & wakil presiden hingga pemilihan kepala daerah (pilkada).

Ketiga, terbitnya Undang-Undang Otonomi Daerah.

Akibatnya, mengatakan dia, lahirlah pemimpin daerah & pemimpin bangsa tanpa pedoman penyelenggaraan pemerintahan & pembangunan karena tidak ada lagi GBHN.

“Visi misi gubernur tidak sama dengan presiden, begitu juga visi misi bupati & wali kota tidak sama dengan gubernur & presiden,” katanya pula.

Karena itu, Hamka berpendapat sudah selayaknya MPR kembali memperoleh haknya menyusun GBHN & DPR segera mengesahkan UU untuk memperkuat kelembagaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Baca juga: Anggota MPR: keteladanan penyelenggara negara semakin hilang

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1676326/hamka-haq-ingatkan-kenalkan-generasi-milenial-pada-pendiri-bangsa

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0