oleh

Hakim MK ingatkan ASN jadi saksi sengketa pilkada harus dapat izin

-Umum-3 views

Ilustrasi foto sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA) – Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai honorer di lembaga pemerintah harus mendapat izin dari lembaga untuk jadi saksi dalam sidang sengketa hasil pemilihan kepala daerah.

beincash

“Jadi begini, PNS atau tenaga honorer di salah satu instansi itu dapat jadi saksi kalau mendapat izin dari atasan karena anda, ASN atau tenaga honorer dari instansi, itu harus netral,” mengatakan Arief Hidayat dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilkada Malaka di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa, yg disiarkan secara daring.

Dalam kesempatan itu, kuasa pemohon pasangan calon nomor urut 2 Stefanus Bria Seran-Wendelinus Taolin menghadirkan staf operator Disdukcapil bernama Agustinus sebagai saksi.

Baca juga: Bawaslu Jabar sebut netralitas ASN mendominasi pelanggaran pilkada

Ketika ditanya Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi apakah saksi sudah mendapat izin dari atasan untuk memberikan kesaksian dalam sidang sengketa hasil pilkada sesuai kode etik & peraturan kepegawaian, saksi tersebut mengaku tidak mendapat izin.

Mengetahui hal tersebut, KPU Malaka sebagai termohon & kuasa pasangan nomor urut 1 Simon Nahak & Louise Lucky Taolin mengajukan keberatan sebelum saksi menyampaikan keterangannya.

Meski begitu, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi tetap mengizinkan Agustinus memberikan keterangan dengan cacatan adanya keberatan dari termohon & pihak terkait.

Baca juga: Bawaslu Jabar temukan dugaan pelanggaran ASN dalam Pilkada Tasikmalaya

Agustinus mengatakan dirinya menemukan 2.363 NIK siluman yg tersebar pada 44 desa dari 127 desa pada 12 kecamatan saat mengerjakan sinkronisasi untuk keperluan pilkada.

“NIK itu kami masukkan dalam database, dia tidak terbaca,” ujar Agustinus yg mengaku mendapat perintah dari atasan untuk mengerjakan pengecekan itu.

Adapun dalam permohonannya, pemohon menyebutkan pasangan calon bupati & wakil bupati Kabupaten Malaka nomor urut 1 Simon Nahak & Louise Lucky Taolin menjanjikan memberikan gaji untuk pemangku adat apabila memilih paslon tersebut. Menurut pemohon, Bawaslu Malaka tidak memberikan peringatan & cenderung membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Baca juga: Anggota DPR ingatkan netralitas ASN & TNI-Polri harus tetap terjaga

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2014638/hakim-mk-ingatkan-asn-jadi-saksi-sengketa-pilkada-harus-dapat-izin

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *