oleh

Habib Milenial: Penyebab Islamophobia itu adalah radikal terorisme

Slot SimakNews.com – Habib Milenial: Penyebab Islamophobia itu adalah radikal terorisme,

Dai milenialatau juga diketahui Habib Milenial, Habib Husein Ja’far Al Hadar. ANTARA/HO-BNPT.

Jakarta (ANTARA) – Dai milenial atau juga diketahui Habib Milenial, Habib Husein Ja’far Al Hadar mengatakan stigma Islamophobia muncul akibat dari hal-hal sifatnya radikalisme & terorisme itu sendiri.

“Jadi justru penyebab Islamophobia itu adalah radikal terorisme, kalau upaya pengentasan radikal terorisme dianggap sebagai sebab munculnya Islamophobia, hal ini adalah logika yg amburadul,” ujarnya dalam keterangan tertulis yg diterima Rabu.

Hal itu dikatakannya menanggapi narasi dari kelompok-kelompok atau oknum yg menyebut penanggulangan paham radikal terorisme yg mengatasnamakan agama oleh pemerintah & pemangku kepentingan terkait sebagai Islamophobia.

Ia memandang upaya penanggulangan terorisme yg dilakukan oleh pemerintah merupakan langkah penyelamatan untuk melindungi nilai-nilai Islam dari hal-hal yg dapat menyebabkan terkotorinya ajaran agama Islam yg mulia & rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).

Baca juga: BNPT ajak waspadai ideologi terorisme berkaitan dengan agama

“Saat ini misalnya, Indonesia adalah kiblat bagi Islam dunia, karena Islam yg moderat. Jadi ketika Islamophobia jadi tuduhan, justru dari sana kita semakin yakin bahwa langkah kita (dalam penanggulangan terorisme) benar. Karena kita menyelamatkan umat Islam dari orang-orang yg harap menciptakan Islam sebagai sesuatu yg tunduk kepada kepentingan mereka,” tuturnya.

Pria yg meraih gelar Magister bidang Tafsir Qur’an dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menjelaskan dua alasan dasar penyebab masyarakat kerap tidak menyadari & mudah terpancing kepada gerakan makar yg dapat memecah persatuan bangsa.

“Yang pertama, adalah kurang pahamnya orang-orang atau kelompok itu kepada Islam yg bersumber dari kebodohan. Karena kebodohan, keawaman, ketidakpahaman itu dapat jadi bencana akbar bagi umat Islam. Mereka (kelompok atau oknum) itu memahami seolah olah agama Islam itu harus keras, jihadnya itu harus berperang & lain sebagainya,” katanya.

Lalu yg kedua, menurutnya adalah ketidakjernihan dalam hati. Hati mereka dikotori oleh nafsu, kepentingan pragmatisme & lain sebagainya, sehingga bukan mereka yg jadi hamba bagi agama Islam, tetapi agama Islam dijadikan alat untuk propaganda kepentingan mereka. Masih banyak masyarakat yg belum sadar bahwasanya lahirnya bangsa Indonesia ini merupakan sedap & rahmat Allah SWT yg tidak dimiliki bangsa lain.

“Kita perlu menyadari itu bahwa kita memiliki sesuatu yg sangat besar. Kita di Indonesia punya Pancasila dari awal hingga sekarang itu abadi. Di mana Pancasila itu adalah sesuatu yg merukunkan & mempersatukan kita. Oleh karena itu Pancasila ini perlu dijaga,” ujarnya.

Pria yg menjabat sebagai Direktur Akademi Kebudayaan Islam Jakarta ini mengungkapkan, untuk menjaga rahmat & sedap yg diberikan Allah SWT serta untuk menjaga diri supaya tidak mudah terpapar ideologi lain menurutnya dengan menyadari bahwa Pancasila yg kita miliki saat ini adalah sesuatu yg sudah sesuai dengan berbagai nilai yg kita yakini, yakni nilai-nilai luhur.

Baca juga: Kepala BNPT sebut Bom Bali I sejarah kelam bangsa Indonesia

“Pertama kalau kita bicara nilai luhur kemanusiaan, Pancasila itu sudah melindungi seluruh nilai-nilai kemanusiaan kita. Keadilan & lain sebagainya, dilindungi olehnya. Kemudian kalau kita bicara tentang keislaman, nilai kebangsaan dalam Pancasila itu sudah sesuai dengan nilai-nilai keislaman yg ada, Pancasila itu tegak lurus dengan piagam Madinah,” jelas pria yg juga kerap berdakwah melalui kanal Youtube ‘Jeda Nulis’ ini.

Aktivis di Gerakan Islam Cinta ini memandang perlunya militansi para tokoh agama & masyarakat untuk secara intensif menyebarkan & mengajarkan nilai-nilai agama yg moderat & nilai kebangsaan sesuai kemampuan & kapasitasnya masing-masing, baik melalui media sosial, ceramah-ceramah, & buku-buku yg mereka tulis.

Selain itu, menurut Habib Husein pemerintah juga memiliki peran penting dalam hal ini. Pertama bekerja sama dengan masyarakat dalam fungsi preventif (pencegahan) kepada radikal terorisme & pemerintah yg bertugas menindak tegas sesuai hukum yg ada.

Menurutnya kerja sama yg harus dilakukan bersama masyarakat di hulu sedangkan pemerintah di hilirnya.

Selain itu, pemerintah juga harus mendukung masyarakat sipil dalam bekerja mengatasi radikal terorisme ini di hulu.

Baca juga: Boy Rafli: Densus 88 dibutuhkan dalam penegakan hukum terorisme

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2457893/habib-milenial-penyebab-islamophobia-itu-adalah-radikal-terorisme

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *