oleh

Gus Yahya: Pengelolaan tatanan dunia harus diperkuat

Slot SimakNews.com – Gus Yahya: Pengelolaan tatanan dunia harus diperkuat,

Foto arsip Pesawat United Airlines penerbangan 175 yg dibajak terbang ke arah Menara Kembar WTC sisi selatan setelah sisi Utara terbakar, menyusul aksi serangan terorisme di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/9/2001). ANTARA FOTO/REUTERS/Sean Adair/Foto Arsip/wsj.

Tradisi keagamaan & budaya lokal adalah satu-satunya struktur dasar yg tersedia dalam tata dunia saat ini.Jakarta (ANTARA) – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Yahya Cholil Staquf memandang perlu memperkuat pengelolaan tatanan dunia setelah peristiwa serangan teroris atas Gedung World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat, 11 September 2001.

Menurut Gus Yahya, sapaan akrabnya, untuk keperluan itu, salah satu cara yg harus dilakukan adalah dengan menjaga keutuhan negara-bangsa.

“Negara-bangsa adalah fondasi tata dunia setelah Perang Dunia II yg menopang stabilitas & keamanan global saat ini,” mengatakan Gus Yahya saat jadi pembicara dalam peringatan 20 tahun serangan atas Gedung WTC yg diselenggarakan oleh Regent University, Virgia, AS, Kamis (9/9).

Menurut Gus Yahya, negara bangsa harus ditopang lewat tradisi keagamaan & budaya lokal yg kokoh dari serangan ideologi-ideologi transnasional yg didasarkan pada bukti diri agama, etnik atau ras, maupun gagasan-gagasan sekuler.

“Ini krusial sekali karena senyawa antara negara-bangsa, tradisi keagamaan & budaya lokal adalah satu-satunya struktur dasar yg tersedia dalam tata dunia saat ini untuk mengelola proses negosiasi global menuju peradaban yg harmonis,” mengatakan Gus Yahya dikutip dari siaran pers, Sabtu.

Menurut dia, melalui kecermatan dalam pola adaptasi kepada globalisasi tersebut, tatanan dunia diyakini akan makin membaik. Sebaliknya, kalau negosiasi ini gagal, ketegangan-ketegangan baru dapat saja tak terhindarkan.

Pada kesempatan itu, Gus Yahya juga menjelaskan potensi akbar yg dimiliki Nahdlatul Ulama (NU) dengan tradisi keagamaan lokalnya yg kokoh serta bangsa Indonesia dengan visi Bhinneka Tunggal Ika dalam rangka membangun peradaban umat manusia.

Melalui tradisi keagamaan lokal & visi bangsa itu, Gus Yahya menilai proses perwujudan konsensus menuju peradaban global yg serasi bukanlah impian.

Gus Yahya diundang secara spesifik oleh Regent University untuk berbicara pada pertemuan tingkat internasional yg membahas tentang pentingnya perdamaian global tersebut. Gus Yahya menyampaikan paparannya melalui rekaman video.

Pembicara lain pada acara yg disiarkan secara internasional ini, antara lain mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, pendiri Regent University Pat Robertson, tokoh-tokoh dari kalangan diplomatik, pakar & pemegang wewenang militer, keamanan & hukum, serta intelektual AS.

Dekan The Robertson School of Government di Virginia University Michele Bachmann yg memandu acara itu memberikan apresiasi atas pidato Gus Yahya. Bahkan, Bachmann menyebut Yahya sebagai suara muslim terdepan dalam menghadapi ekstremisme.

Baca juga: Prancis gagalkan serangan yg terinspirasi peristiwa WTC 11/9

Baca juga: Pasca-teror Paris, polisi New York waspada

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2386157/gus-yahya-pengelolaan-tatanan-dunia-harus-diperkuat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *