oleh

Guru Besar: Pers berperan bangkitkan optimisme warga di masa pandemi

Guru Besar IAIN Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg. ANTARA/Muhammad Hajiji.

Palu (ANTARA) – Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu Prof Dr Zainal Abidin mengatakan pers berperan jadi pemberi motivasi untuk membangkitkan optimisme warga supaya dapat bebas & bangkit dari keterpurukan kala pandemi COVID-19.

“Tentu kami berharap banyak kepada insan pers, untuk bersama-sama seluruh elemen bangsa, dalam rangka memberikan motivasi, memberikan semangat, kepada seluruh rakyat Indonesia termasuk di Sulteng, supaya supaya kita semua optimis untuk bangkit,” ujarnya di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.

Zainal mengatakan hal itu terkait dengan momentum Hari Kebebasan Pers Dunia yg jatuh pada 3 Mei.

Ia menyebut bahwa motivasi untuk menumbuhkan optimisme, jadi salah satu modal untuk bangkit dari keterpurukan dalam keadaan pandemi COVID-19.

Baca juga: LaNyalla harap Hari Kebebasan Pers Dunia buat insan media tangguh
Baca juga: Pemred Kompas: Jurnalisme bekerja sama untuk hasilkan informasi jernih
Baca juga: AJI catat 14 teror digital yg dialami jurnalis

Karena itu, mengatakan dia, tugas & fungsi dari insan pers sangat dibutuhkan dalam membangun optimisme tersebut. Oleh karenanya, ia berharap insan pers ikut mengedukasi masyarakat, memberikan semangat.

“Agar optimisme itu muncul, sehingga dengan optimisme itu akan tercipta keadaan yg baik, kondusif & tentram, serta dapat berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, & peningkatan kesejahteraan,” mengatakan Prof Zainal.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengemukakan hari kebebasan pers tanggal 3 Mei 2021 jadi momentum untuk mengakhiri kekerasan kepada jurnalis.

“Berdasarkan berbagai informasi yg diterima dari berbagai media bahwa jurnalis masing sering mendapat perlakuan kekerasan dalam melaksanakan tugas & fungsinya,” katanya.

Rektor Pertama IAIN Palu mengemukakan, di era demokrasi seyogianya semua pihak sudah memiliki pandangan & persepsi yg sama tentang tugas & fungsi pers/jurnalis, sehingga tidak perlu ada kekerasan kepada jurnalis.

Apalagi, ujar dia, negara sudah menerbitkan Undang-Undang Kebebasan Pers yg sudah memberikan ruang kebebasan kepada para awak media & perusahaan pers untuk mengerjakan kerja-kerja jurnalistik.

Namun demikian, kebebasan pers juga patut disertai dengan hak & kewajiban yg dimiliki oleh seorang jurnalis & perusahaan pers sesuai dengan ketentuan UU Kebebasan Pers.

“Jurnalis/pers dalam melaksanakan tugas & fungsinya berhak mendapatkan proteksi & hak mendapatkan perlakukan yg baik dari semua pihak termasuk pemerintah & penegak hukum,” katanya.

Ia juga menyebut, dalam melaksanakan tugas & fungsinya para awak media/jurnalis harus mengemban profesi-nya & berpedoman penuh pada kode etik jurnalistik.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2138346/guru-besar-pers-berperan-bangkitkan-optimisme-warga-di-masa-pandemi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *