oleh

Gugatan sengketa hasil Pilkada Lamongan tak diterima MK

-Umum-3 views

Tangkapan layar Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman memimpin sidang pengucapan putusan sengketa hasil pilkada. ANTARA/Dyah Dwi

Dalil & alat bukti para pemohon tidak cukup memberikan keyakinan kepada majelis hakim untuk menyimpangi ketentuan soal ambang batas.Jakarta (ANTARA) – Permohonan perselisihan hasil Pemilihan Bupati & Wakil Bupati Lamongan yg diajukan pasangan nomor urut 01 Suhandoyo & Astiti Suwarni tidak diterima Mahkamah Konstitusi karena tidak memenuhi ambang batas.

beincash

Dalam sidang pengucapan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu, yg disiarkan secara daring, Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengatakan bahwa ambang batas untuk Pilkada Lamongan adalah 0,5 persen dari suara sah atau sebanyak 3.950 suara.

“Perbedaan perolehan suara antara pemohon & pihak terkait adalah 39.487 atau 4,9 persen atau lebih dari 3.950 suara sehingga melebihi persentase sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 158 Ayat (2) Huruf d UU Nomor 10 Tahun 2016,” ujar Arief Hidayat.

Mahkamah Konstitusi berpendapat dalil & alat bukti para pemohon tidak cukup memberikan keyakinan kepada majelis hakim untuk menyimpangi ketentuan soal ambang batas.

Baca juga: 30 perkara sengketa hasil pilkada kandas di MK

Dalil yg disebut oleh pemohon adalah terjadi pelanggaran administratif yg bersifat terstruktur, sistematis, & masif (TSM), antara lain jumlah surat suara di 714 TPS tidak sesuai ketentuan & terdapat kesalahan dalam koreksi & penjumlahan dalam beberapa formulir.

Adapun untuk Jawa Timur, perkara sengketa hasil Pilkada Banyuwangi & Surabaya juga dinyatakan tidak dapat diterima karena tidak memenuhi ambang batas.

Pasangan Calon Bupati & Calon Wakil Bupati Banyuwangi nomor urut 01 Yusuf Widyatmoko & Muhammad Riza Azizy dinilai tidak memiliki kedudukan hukum karena selisih perolehan suara dengan pasangan peraih suara terbanyak melebihi 0,5 persen atau 4.185 suara. Selisih perolehan suaranya adalah sebanyak 40.734 atau 4,8 persen.

Begitu juga Pasangan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin & Mujiaman memiliki selisih perolehan suara lebih dari 0,5 persen atau sebanyak 14.795 suara. Perolehan suara antara Machfud Arifin-Mujiaman & Eri Cahyadi-Armuji adalah 145.746 atau sebesar 13,89 persen.

Tiga perkara tersebut tidak lanjut ke tahap sidang pembuktian yg akan digelar pada tanggal 19 Februari hingga dengan 18 Maret 2021.

Baca juga: Gugatan hasil Pilkada Kepri tak lanjut ke pembuktian

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2004601/gugatan-sengketa-hasil-pilkada-lamongan-tak-diterima-mk

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *