oleh

Gubernur Kaltim tegaskan tak ada cuti lebaran untuk ASN

Gubernur Kaltim Isran Noor. ANTARA/Arumanto.

Samarinda (ANTARA) – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan salah satu kebijakan yg dilakukan dalam memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah tidak memberikan cuti lebaran kepada ASN dilingkup Pemprov Kaltim.

“Saya tidak pernah memberikan cuti lebaran bagi ASN, itu salah satu kebijakan yg diterapkan, andaikata kalaupun cuti, mau kemana, karena semuanya dilakukan penyekatan, yg dijaga ketat oleh anggota Polri/TNI berserta dinas terkait lainnya,” tegas Isran Noor di Samarinda, Jumat.

Selain tidak memberikan cuti Lebaran bagi ASN, Isran Noor juga mengharapkan para ASN tidak ikut mudik lebaran, karena kalau dilanggar tentu akan mendapatkan sanksi moral, paling tidak diberikan teguran yg keras, & dapat saja pangkatnya diturunkan, atau misalnya gajinya tidak bayarkan.

“Macam-macam sanksinya, & ada pertimbangan bagi ASN yg melanggar mudik lebaran. Akan dievaluasi oleh regu dari kepegawaian, sanksi apa yg akan diberikan kepada yg bersangkutan,” mengatakan Isran Noor.

Baca juga: 14.906 napi di Sumut peroleh remisi spesifik Hari Raya Idul Fitri 2021
Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya ingatkan warga untuk tidak mudik
Baca juga: Satgas: Mudik dilarang, transportasi cuma untuk kebutuhan esensial

Isran Noor menyampaikan masyarakat diperbolehkan melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442 H, di masjid dengan ketentuan harus memenuhi syarat protokol kesehatan, menjaga jarak, yaitu barisan safnya tidak boleh rapat, tetapi harus ada jarak antara jemaah satu dengan jemaah lainnya.

“Shalat Idul Fitri itu sunah, tidak wajib, tetapi dilaksanakan sekali dalam setahun, & dilaksanakan dengan kondisi pandemi saat ini tentu dengan persyaratan-persyaratan protokol kesehatan yg sudah dihinggakan & sudah dilakukan payung hukumnya maupun larangannya,” ujarnya.

Kadiskominfo Provinsi Kaltim Muhammad Faisal menambahkan melalui Edaran Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2021 sudah menegaskan meniadakan kegiatan takbir keliling pada malam hari raya Idul Fitri 1442 H.

“Kami perlu menegaskan bahwa bukan gelaran takbiran yg dilarang tetapi berkelilingnya & berkerumunan yg dilarang,” mengatakan Muhammad Faisal.

Lebih lanjut dijelaskan Pemerintah membatasi gelaran takbiran nantinya cuma di masjid atau mushola saja dengan memberlakukan pembatasan jamaah cuma 10 persen dari kapasitas serta harus menerapkan protokol kesehatan.

“Sedangkan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, di daerah penyebaran COVID-19 yg masih tinggi (zona orange & merah) supaya dilakukan di rumah masing-masing sesuai fatwa MUI,” jelasnya.

Untuk daerah yg dinyatakan kondusif dari COVID-19 yaitu zona hijau & kuning, Shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid ataupun lapangan.

“Tentunya wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, & jumlah jamaah yg hadir tidak boleh melebihi dari 50 persen kapasitas tempat supaya memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf & antarjamaah,” mengatakan Faisal menegaskan.

SE Menteri Agama ini juga mengatur supaya silaturahmi Idul Fitri cuma dilakukan bersama keluarga terdekat, & tidak menggelar Open House ataupun Halal Bihalal di lingkungan kantor ataupun komunitas.

“Ini pun sesuai pula SE Mendagri & juga SE Gubernur Kaltim, sekali lagi hal ini dibuat dalam rangka memberikan rasa kondusif kepada Umat Islam dalam penyelenggaraan hari raya & sebagai upaya antisipasi & pengendalian penyebaran COVID-19,” tutupnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2145026/gubernur-kaltim-tegaskan-tak-ada-cuti-lebaran-untuk-asn

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *