oleh

Gisella Anastasia Diminta Tegas Bantah Soal Video Syur

Gisella Anastasia alias Gisel bersama pengacara Sandy Arifin mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu (30/10/2019), untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus video porno yg disebut mirip dirinya. [Evi Ariska/Suara.com]

“Beri klarifikasi biar masyarakat juga mengerti keadaan yg sebenarnya,” katanya.

Simaknews.com – Advokat Indonesia, Pitra Romadoni Nasution menciptakan laporan ke Polda Metro Jaya atas kasus video syur diduga mirip Gisella Anastasia. Jika memang Gisella Anastasia bukan pelaku dalam video beredar, Pitra meminta ia tegas membantah.

“Kalau dia merasa dirinya bukan dia (pelaku dalam video), harusnya diberi klarifikasi, bukan malah ‘Saya bingung’, kan begitu,” ujar Pitra Romadoni selaku advokat yg melaporkan kasus tersebut di Polda Metro Jaya, Minggu (8/11/2020).

Pitra menyebut klarifikasi bantahan tegas dibutuhkan supaya masyarakat tidak lebih luas berasumsi. Namun, kalau dugaan tersebut benar, ia meminta pelaku ditindak sesuai hukum berlaku.

“Beri klarifikasi biar masyarakat juga mengerti keadaan yg sebenarnya. Apabila benar dia pelaku tersebut saya minta ditindak tegas,” lanjutnya.

Baca Juga: Heboh Video Syur, Wijaya Saputra Beri Dukungan ke Gisella Anastasia

Kasus video porno Gisella Anastasia dilaporkan ke polisi [Simaknews.com/Yuliani]

Dijelaskan Pitra, baik pelaku tindak asusila maupun penyebar video porno tersebut sama-sama bersalah, karena ada undang-undang pornografi yg mengatur soal itu. Keduanya dapat terjerat hukum & dipidana.

“Untuk tensi hukumnya di sini yg kami laporkan itu pasal berlapis. Yaitu ada denda kepada para terlapor ini yaitu denda sebesar Rp 6 miliar rupiah sesuai UU pornografi & denda 1 Miliar Rupiah untuk yg menyebarkan konten itu,” ungkapnya.

Pelaku dilaporkan karena dianggap melanggar hukum. Orang yg mengerjakan & menyimpan tindakan asusila tersebut bahkan terancam pidana 12 tahun pidana penjara.

“Karena tidak boleh orang-orang menyimpan video asusila pribadinya. Itu diatur dalam pasal 279 & pasal 6, pasal 4 no 44 tahun 2008 tentang pornografi.
Contoh saya pribadi, walaupun itu untuk konsumsi pribadi saya, saya tidak boleh lalai kepada video saya tersebut,” jelasnya.

Menurut Pitra, tindakan merekam & menyimpan video asusila untuk pribadi pun merupakan hal melanggar hukum. Terlebih kalau pelaku dalam tindakan asusila tersebut lalai kepada konten miliknya.

Baca Juga: Lapor Polisi, Pitra Minta Gisella Anastasia Diperiksa Atas Kasus Video Syur

“Apabila saya ada kelalaian & disebarkan (orang), saya juga kena karena itu kelalaian kepada orang yg menyimpan konten asusila. Menyimpan video-video asusila itu juga dilarang ketentuan UU no 44 tahun 2008, itu dendanya 6 miliar ancaman pidana 12 tahun,” bebernya.

Oleh sebab itu, Pitra melaporkan beberapa orang terkait video syur diduga Gisella Anastasia yg beredar luas di media sosial belakangan. Selanjutnya, ia menyerahkan proses ke pihak kepolisian.

“Nah ini saya minta (pelaku) supaya dipanggil supaya jelas terang benderang. Dipanggil segera supaya ada pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Pitra Romadoni mengatakan laporannya sudah diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/6614/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

Seperti diketahui, video syur berdurasi sekitar 19 detik diduga mirip Gisella Anastasia beredar ramai di media sosial twitter pada Jumat (6/11/2020) malam. Bahkan, selama beberapa hari nama Gisella Anastasia jadi trending di media sosial & mesin pencari.

12

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed