oleh

Gibran salurkan 120 sembako masyarakat terdampak COVID-19

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat blusukan bagikanpaket sembako di Kamoung Bgipang Kadirpiro Kecamatan banjasari Solo, Jumat (7/8/2020). (SIMAKNEWS/HO Humas relawan Gibran)

Solo (SIMAKNEWS) – Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowoi), Gibran Rakabuming Raka kembali mengerjakan blusukan kegiatan kemanusian dengan membagikan 120 paket sembako kepada masyarakat di RT 4 RW 17 Ngipang Kadipiro Kecamatan Banjarsari Solo, Jateng, Jumat.

Gibran yg mencalonkan diri Wali Kota Surakarta bersama pasangannya Teguh Prakosa pada Pilkada 2020 datang ke kampung-kampung meneruskan aksi kemanusiaan menemui warga Ngipang Kadipiro pada masa adaptasi kebiasaan baru pandemi COVID-19.

Bahkan, Gibran yg datang langsung menyapa warga di Kadipiro sudah disiplin dengan mengenakan masker & dudu di kursi dengan jaga jarak untuk menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Megawati terima Gibran & FX Hadi Rudyatmo di kediamannya

Gibran sempat mengerjakan dialog dengan warga setempat sebelum putra sulung Presiden Jokowi itu, menyerahkan paket sembako kepada ketua RW Sukasno untuk dilanjutkan ke warganya yg belum menerima bantuan sembako dari pemerintah.

Menurut Ketua RW Sukasno pihaknya atas nama warga RW 17 mengucapkan terima kasih kepada mas Gibran yg sudah silaturahmi ke kampung Ngipang.

“120 paket sembako dari mas Gibran akan diberikan kepada warga yg terdampak pandemi COVID-19, & belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” mengatakan Sukasno.

Gibran dalam kesempatan berjumpa dengan warga setempat juga memberikan buku tulis & susu kepada anak-anak yg tinggal di sekitar perkampungan. Gibran juga sempat membesuk salah satu warga yg sedang menderita stroke & diabetes, Suparjo (60) di kampung sama.

“Saya berharap bantuan paket sembako ini, dapat meringankan warga masyarakat yg terdampak COVID-19,” mengatakan Gibran.

Baca juga: Gerindra resmi usung Gibran-Teguh pada Pilkada Surakarta 2020

Bahkan, Ketua RT Mugiman meminta Gibran untuk meninjau kondisi Sungai Pleret di kampung Ngipang yg membutuhkan perhatian lantaran akibat limbah plastik, kotoran babi, tekstil hingga limbah dari pabrik tahu & tempe.

Menurut Mugiman sungai Pleret sudah lima tahun kondisi tetap seperti ini. Warga setempat merasakan tidak nyaman dengan baunya. Masalah ini, sudah hingga ke Provinsi, tetapi hingga sekarang belum selesai.

Gibran kemudian meminta regu untuk mendokumentasikan keadaan sungai & menjadikannya sebagai catatan tersendiri. Sungai yg bau ini, mau dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jateng.

Baca juga: Tanggapan Gibran soal tuduhan politik dinasti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *