oleh

Gibran kembalikan uang pungli kepada warga Gajahan

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (dua dari kiri) didampingi Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto (paling kiri) saat mengembalikan uang pungli & meminta maaf kepada pemilik toko di Kelurahan Gajahan Pasar Kliwon Solo, Minggu (0205/2021) (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) – Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka langsung mendatangi masyarakat pemilik toko di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu, terkait adanya pengaduan praktik pungutan liar (pungli) berupa penarikan zakat dari warga.

Gibran yg didampingi oleh Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto, mendatangi ke beberapa toko di Jalan Dr. Rajiman Solo Kelurahan Gajahan Solo, untuk mengembalikan uang sesuai hasil pungutan antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per toko, kemudian meminta maaf kepada warga yg dipungut.

“Saya meminta maaf & mengembalikan uang hasil pungli penarikan zakat kepada warga Gajahan yg melibatkan oknum lurah setempat,” mengatakan Gibran saat berjumpa dengan pemilik toko yg dipungut.

Gibran menjelaskan jumlah yg diminta uang pungli tersebut di Kelurahan Gajahan, ada 145 toko dengan total sebesar Rp11,5 juta. Uang itu, nanti akan dikembalikan semua oleh pak Camat langsung kepada warga yg dipungut.

Gibran menjelaskan meminta uang penarikan pemungutan zakat dari warga yg terjadi di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, yg jelas tidak boleh dilakukan, & hal itu, sudah menyalahi aturan.

Baca juga: Gibran akan jadikan Loji Gandrung pusat jualan takjil

“Pak Camat Pasar Kliwon akan mengembalikan uangnya satu per satu kepada warga atau 145 toko itu,” mengatakan Gibran.

Gibran mengatakan Lurah bernisial S yg terlibat menandatangani surat meminta pungutan itu, mulai Senin (3/5), akan dibebastugasnya dari jabatannya sebagai Lurah Gajahan. Kasus ini, akan serahkan ke Inpektorat & dinas terkait.

Menyinggung soal pemungutan tersebut sudah jadi tradisi, & dilakukan sejak beberapa tahun yg lalu hingga sekarang, Gibran menjelaskan meskipun pungutan sebagai tradisi-tradisi tidak dibenarkan seperti ini, & tidak boleh diteruskan.

“Saya minta sekali lagi semua membiasakan diri sesuatu yg benar. Jangan membiasakan sesuatu yg sudah biasa tetapi tidak dibenarkan oleh aturan. Tradisi pungli jangan dibiarkan, & harus dipotong tidak boleh seperti itu,” mengatakan Gibran menegaskan.

Apakah hal tersebut juga terjadi di di kelurahan lainnya di Solo, mengatakan Gibran, pihaknya baru mengerjakan pengecekan. Jika sudah satu kelurahan yg ketahuan, biasanya daerah lain akan bersuara.

Baca juga: Gibran tak akan persulit aktivitas warga selama Ramadhan

“Jangan harap kepada Lurah & Camat mempunyai ‘mindset’ seperti itu, karena kami pelayan publik semestinya tidak seperti ini,” mengatakan Gibran.

Meskipun, uang hasil pungli kepada warga yg memberi mereka ikhlas, tetapi tidak boleh dilakukan, ada aturannya, suratnya tercantum zakat, sedekah, & fitrah yg boleh mengerjakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Apalagi Lurah ikut menandatangani itu, semakin salah.

Kendati demikian, Gibran mengimbau kepada masyarakat jangan takut untuk menolak kalau ada pungli, meski ada tanda tangan Lurah atau lainnya. “Saya tahu warga yg mempunyai toko memberikan uang seikhlasnya, tetapi hal itu tidak boleh dilakukan,” mengatakan Gibran.

Praktik pungli berupa penarikan pemungutan zakat dari warga terjadi di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah dengan melibatkan oknum lurah setempat berinisial S. Modus pungli, petugas Linmas membawa surat bertanda tangan lurah untuk menarik pemungutan zakat dari warga dengan meminta sejumlah uang.

Menurut Gibran dirinya dapat keluhan dari warga Gajahan tentang adanya praktik pemungutan zakat oleh Linmas yg membawa surat bertanda tangan lurah.

Baca juga: Gibran ajak pelaku UMKM di Solo “jemput bola” perluas pasar

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2134058/gibran-kembalikan-uang-pungli-kepada-warga-gajahan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *