oleh

Gelagat yg Aneh Perawat Cantik Sebelum Dibakar Pria Misterius, Kondisi Rumah Tangga Diungkap!

Online – Kecantikan wajahnya sudah sirna karena perbuatan seorang pria misterius.

Kasus penganiayaan & pembakaran yg dialami Eva Sofiani Wijayanti (30) menciptakan keluarga bersedih.

Tak terkecuali kakak ipar & keluarga suami Eva Sofiani.

Sebelumnya diwartakan, seorang perawat Klinik Bunga Husada, Eva Sofiani diserang pria tak diketahui di klinik Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pelaku menyiram korban dengan cairan yg diduga bensin atau bahan bakar minyak (BBM) tipe pertalite di bagian wajah, lalu membakar korban dengan korek api.

Kepala Kepolisian Kalipare, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Soleh Mas’udi mengatakan, kejadian yg dialami perawat perempuan itu terjadi pada Senin (3/5/2021) pukul 13.30 WIB, di klinik tempat korban bekerja.

Saat korban sedang beristirahat, pelaku yg mengpakai motor Honda Beat warna merah masuk.

Mengenakan jaket, helm & masker, pria itu lalu mendatangi korban yg sedang istirahat.

Pelaku lantas menyiramkan cairan ke paras korban. Cairan diduga BBM tipe pertalite itu dibawa pelaku mengpakai botol.

“Setelah berjumpa korban pelaku langsung menyiramkankan cairan yg dibawanya dalam wadah botol ke bagian wajah,” mengatakan Soleh, melalui keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Pelaku menyulut cairan itu hingga korban terbakar. Akibatnya paras & tubuh korban terbakar.

Setelah beraksi pelaku langsung melarikan diri mengpakai sepeda motor ke arah barat. Polisi masih mengerjakan pengejaran.

Sosok Eva, Perawat yg Dibakar Pria Misterius

Kakak ipar Eva Sofiani, Didik Porwidiantoro mengurai sosok sang adik.

Dilansir dari Tribun Jatim, Didik menyebut bahwa Eva adalah sosok yg dekat dengan anak-anaknya.

“Eva & suami sangat dekat anak. Hampir setiap hari dibelikan makanan siap saji anaknya itu sama Eva,” ujar Didik Porwidiantoro, kakak ipar Eva Sofiana Wijayanti ketika ditemui di kediaman Eva & suaminya pada Rabu (5/5/2021).

Didik menjelaskan, Eva & suaminya bernama Adin tinggal di sebuah rumah yg belokasi di Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Rumah itu juga ditinggali bapak kandung Adin.

Didik merupakan kakak dari Adin, suami Eva.

Sejak mengetahui Eva & Adin berumah tangga 10 tahun lalu, Didik merasa mahligai rumah tangga yg dibangun keduanya tak pernah dirundung masalah alias harmonis.

“Bahkan sering ngabuburit setiap sore. Pihak keluarga gak tahu ada masalah,” ucap pria yg mengaku sebagai petani itu.

Didik berkisah, Eva & Adin dikaruniai dua anak laki-laki.

Kata Didik, anak perdana Eva kini duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar, sedangkan anak kedua Eva akan memasuki sekolah dasar.

Kendati demikian, sebagai kakak kandung Adin, Didik jarang berkomunikasi secara intens dengan anggota keluarganya.

Karenanya, gelagat tak biasa Eva & Adin sebelum & pasca kejadian pembakaran itu pun menuai perhatian Didik.

Sebab diakui Didik, pesannya tak jua dibalas oleh sang adik maupun iparnya.

“Saya jarang komunikasi dengan suaminya Eva. Sampai sekarang WhatsApp gak dibales & telepon gak diangkat,” beber pria berusia 50 tahun itu.

Ketika mendengar Eva disiram bensin & dibakar pria tak dikenal, Didik terkejut.

Didik menerima informasi kalau Eva yg tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit saat ini ditemani oleh suaminya.

“Saat ini suami Eva (Adin) sedang menemani Eva di rumah sakit,” tutur Didik.

Selama Eva menjalani perawatan di rumah sakit, Didik menuturkan kedua anak Eva sengaja tidak diberi tahu tentang peristiwa pembakaran oleh orang tak diketahui itu.

Saat ini, anak perdana Eva tinggal di rumah Dusun Ngembul.

Sedangkan anak kedua Eva berada di rumah Dusun Krajan yg merupakan rumah orang tua kandung Eva.

“Saya tidak tinggal di sini tetap (rumah Dusun Ngembul), rumah saya di Krebet, Bululawang. Saya lagi ke sini karena bapak saya lagi sendirian,” ujar Didik.

Terkait pekerjaan suami Eva, Didik menjelaskan Adin sering mengikuti lomba burung berkicau & kerap menorehkan prestasi.

Ia mengenang Eva bekerja di Klinik Bunga Husada yg berada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang sejak 5 tahun lalu.

Sepengetahuan Didik, Eva & Adin merupakan pasangan suami istri yg seumuran. Ia mengingat kalau keduanya lahir pada tahun 1988.

“Dulunya Eva itu lulusan bidan,” paparnya.

Titik Terang Pencarian Pelaku

Kepala Kepolisian Resor Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendri Umar menyebut, aparat masih menyelidiki kasus tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, petugas di lapangan sedang mencari keberadaan pelaku.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu dua hari ini dapat kita temukan pelakunya. Kita sudah ada titik terang. Tapi anggota masih terus berada di lapangan untuk segera menangkap & mengungkap apa kejadian yg sebenarnya & modus dari pembakaran ini,” ujar Hendri Umar.

Sejumlah saksi sudah diperiksa petugas, yakni saksi yg berada di sekitar letak saat kejadian & saksi dari orang terdekat korban.

“Sudah ada sekitar tiga hingga empat orang saksi yg kita periksa yg mengetahui perdana kali kejadian. Kemudian juga beberapa orang terdekat dengan korban juga sudah dilakukan pemeriksaan,” mengatakan Hendri Umar.

Polisi sudah mengamankan botol kecil yg dipakai pelaku untuk membawa cairan diduga BBM tipe pertalite.

Polisi juga sudah mengamankan korek api yg dipakai pelaku untuk menyulut korban.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bakar hingga 60 persen, khususnya di bagian wajah, dada & tangan.

“Yang jelas kondisinya sadar, tetapi muka kemudian dada & tangan luka bakarnya cukup besar, 60 persen,” kata Hendri Umar.

Kronologi

Peristiwa ini bermula saat Eva Sofiana Wijayanti sedang istirahat di Klinik Bunga Husada, sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (3/5/2021).

Ketika itu, Eva Sofiana Wijayanti masuk shift pagi.

Selang beberapa lama, datang seorang pria mengendari motor Beat warna merah.

Pria tersebut mengenakan jaket hitam, masker & helm.

Ia tiba-tiba masuk ke dalam klinik menuju ruang istirahat Eva Sofiana Wijayanti.

Saat bertemu, pria itu seketika menyiramkan cairan ke bagian paras & tubuh Eva Sofiana Wijayanti.

Tak hingga disitu saja, pria tersebut juga menyulut korek api ke arah tubuh korban.

Pria tersebut langsung meninggalkan lokasi.

Ada seseorang di klinik tersebut.

Ia berhasil memadamkan api yg membakar tubuh Eva Sofiana Wijayanti.

Eva Sofiana Wijayanti langsung dilarikan ke rumah sakit Wava Husada.

Susasana Klinik Bunga Husada Kalipare yg jadi saksi bisu peristiwa perawat cantik di Malang dibakar oleh orang tak diketahui tampak sepi sore itu.

Garis polisi terpasang mengelilingi area pintu klinik yg berada di Jalan Raya Dusun Panggang Lele, Desa Arjowilangun, Kalipare, Kabupaten Malang tersebut.

Terlihat ada beberapa sandal yg ada di bagian lantai depan pintu masuk.

Dudik Dwi Jatmiko (50) warga yg tinggal di sekitar klinik bercerita detik-detik ketika dirinya menolong Eva Sofiana Wijayanti yg sedang terbakar.

“Saya dari dapur mendengar teriakan aduh-aduh dari arah klinik. Kemudian semakin keras terdengar dari arah sini (menunjuk pintu keluar),” ucap Dudik ketika ditemui di depan klinik yg ditempati korban.

Saat itu, Dudik menerangkan korban sedang berada di ruang istirahat berteriak meminta tolong.

Ia melihat korban terbakar pada bagian bahu belakang, sedangkan bagian paras nyaris hangus.

“Saya berupaya padamkan api dari si korban. Saya tepuk-tepuk hingga padam. Daerah paras kebul-kebul saat saya padamkan. Sepi saya sendirian saja. Beliau sebelum kejadian itu sedang istirahat katanya,” ungkap Dudik.

Ditanya tentang sosok penyiram bensin ke paras korban, Dudik mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak sempat melihat. Tapi mengatakan korban pakai helm terus bermasker, pakai jaket & pakai motor beat (Honda Beat) warna hitam,” beber Dudik sembari mengkiaskan citra pria tak diketahui yg dijelaskan korban.

Dudik berkesan kalau korban merupakan sosok yg periang & baik ketika berinteraksi dengan tetangga maupun pasien.

Eva diketahui membuka jam praktik di klinik tersebut sejak pukul 8 pagi.

Korban seringkali sendiri di klinik tersebut.

Kata Dudik, klinik itu merupakan binaan puskesmas.

“Korban merupakan sosok yg periang & orangnya baik, banyak temannya. Praktik di sini ada dua orang. Dokternya di Puskesmas. Ini binaan Puskesmas,” jelasnya.

Terakhir, Dudik bersaksi tidak hal-hal yg mencurigakan di klinik sebelum peristiwa pembakaran itu terjadi.

“Tidak ada keramaian-keramaian mencurigakan. Normal-normal saja (sehari sebelum peristiwa),” tutupnya.

“Doakan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan terus menyelidiki kasus ini,” AKP Sholeh Mas’udi dikutip TribunnewsBogor.com dari Suryamalang.com.

(Tribun Jatim, Surya Malang, Kompas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *