oleh

Formappi minta MPR fokus sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Slot SimakNews.com – Formappi minta MPR fokus sosialisasi 4 Pilar MPR RI,

Tangkapan layar – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memberi paparan dalam diskusi publik bertajuk Siapa Butuh Amendemen? yg diselenggarakan secara daring, Minggu. (ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.)

Mestinya pengenalan 4 Pilar (MPR RI, red) dapat dimaksimalkan, alih-alih mengerjakan amendemenJakarta (ANTARA) – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus meminta supaya MPR RI fokus dalam mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI.

“Mestinya pengenalan 4 Pilar (MPR RI, red) dapat dimaksimalkan, alih-alih mengerjakan amendemen,” mengatakan Lucius Karus ketika menyampaikan paparan dalam diskusi publik bertajuk “Siapa Butuh Amendemen?” yg diselenggarakan secara daring, di Jakarta, Minggu.

Melakukan pengenalan 4 Pilar merupakan bagian dari tugas & kewenangan MPR RI, tutur Lucius. Khususnya, guna memperkuat penghayatan nilai-nilai kebangsaan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk jajaran pemerintah.

Adapun pilar-pilar yg disosialisasikan adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), & Bhinneka Tunggal Ika.

Lucius juga mengatakan bahwa, saat ini, bangsa Indonesia tengah menunggu hasil dari pengenalan 4 Pilar MPR RI berupa penurunan permasalahan kebangsaan. Namun, hasil tersebut masih belum terlihat.

“Sejauh ini, permasalahan terkait kebangsaan justru semakin kuat,” ucap Lucius.

Permasalahan kebangsaan, seperti politik identitas, politik uang, korupsi, & lain sebagainya, diyakini diakibatkan oleh tabiat kebangsaan yg mulai menipis.

Oleh karena itu, Peneliti Formappi ini menekankan pentingnya MPR dalam mengarahkan perhatian pada keempat pilar tersebut. Di tengah pandemi COVID-19, bagi Lucius, yg dibutuhkan oleh Indonesia adalah penguatan tabiat kebangsaan, sehingga amendemen UUD 1945 dapat dilakukan pada periode selanjutnya atau ketika pandemi berakhir.

“Jadi saya kira itu harus dimaksimalkan, ketimbang berencana mengerjakan amendemen,” tuturnya.

Bagi Lucius Karus, belum terdapat urgensi yg mengharuskan pemerintah untuk mengakomodir pembentukan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) melalui amendemen UUD 1945. Justru, proses amendemen dapat memunculkan isu-isu serta instabilitas yg tidak diharapkan di negeri ini.

“Di samping karena keadaan (untuk amendemen, red) yg kurang memungkinkan karena pandemi, saya kira banyak hal lain yg dapat dilakukan oleh MPR,” mengatakan Lucius.

Baca juga: PARA Syndicate: Indonesia perlukan arah pembangunan nasional
Baca juga: Pilih amendemen atau e-Voting terkait Pemilu 2024
Baca juga: Pakar ungkap tiga alasan amendemen konstitusi tak perlu dilakukan

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2343566/formappi-minta-mpr-fokus-sosialisasi-4-pilar-mpr-ri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *