oleh

Faisal Basri: Hatta gagas koperasi untuk hadapi kaum kapitalis

Slot SimakNews.com – Faisal Basri: Hatta gagas koperasi untuk hadapi kaum kapitalis,

Ekonom Faisal Basri dalam Talkshow “Pekan Bung Hatta” yg ditayangkan di Channel Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Jumat (13/8/2021). (ANTARA/HO-PDIP)

Jakarta (ANTARA) – Ekonom Faisal Basri menyatakan, Proklamator RI Mohammad Hatta menggagas istilah koperasi sebagai persekutuan cita-cita, semacam persekutuan modal oleh rakyat demi menghadapi kaum kapitalis.
“Menurut Hatta, koperasi merupakan gerakan menghimpun kekuatan rakyat yg berserakan & tidak terorganisir di masa penjajahan untuk menghadapi kaum kapitalis,” mengatakan Faisal Basri dalam Talkshow “Pekan Bung Hatta” yg ditayangkan di Channel Youtube BKNP PDI Perjuangan, Jumat. Dalam dialog yg dipandu Aris Setiawan Jodi itu, Faisal menjelaskan, konsep ekonomi ide Hatta berasal dari bahan bacaan buku-buku & pengalaman selama pengembaraan intelektualnya di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Cendekiawan: Kedekatan Soekarno-Hatta karena pertalian adat yg erat Menurut alumnus Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia itu, ide ekonomi Hatta merupakan pemikiran alternatif dari kapitalisme pasca revolusi industri yg melihat sendiri betapa terjadi penghisapan para pemilik modal.

Kala itu, lanjut dia, terjadi eksploitasi alam di Eropa sehingga muncul gerakan-gerakan untuk melawannya dari berbagai pemikiran. Seperti marxisme, sosialisme, & pemikiran ekonomi yg disebut institusionalis. “Saat belajar di Eropa, Bung Hatta melihat bahwa kondisi ekonomi di Indonesia juga merupakan perpanjangan tangan dari kapitalisme global. Jadi, pemikiran ini sudah digagas Bung Hatta sebelum kemerdekaan Indonesia,” paparnya. Disebutkannya, pemikiran-pemikiran Hatta dikirim dari Belanda dalam bentuk tulisan yg dimuat di media perjuangan. Lalu berbaur dengan muatan lokal semangat dari Ki Hajar Dewantara & semangat kebangkitan nasional dari Syarikat Dagang Islam. “Dari sana lahirlah pemikiran Bung Hatta yg sudah membumi untuk mempersiapkan Indonesia merdeka,” ungkap Faisal. Menurutnya, ada tiga pilar dalam membangun koperasi yg luas. Pilar pertama, di hulu sebagai produksi yg dipegang oleh petani. Kedua, pilar perdagangan rakyat yg diwakili oleh syarikat dagang rakyat.

Baca juga: Megawati: Hubungan persahabatan Soekarno-Hatta sejati Adapun pilar ketiga adalah lembaga keuangan rakyat, yg saat produksi & keuntungan meningkat, jadi tempat untuk menaruh uang atau modal. “Sebab kalau uang ini ditaruh di bank, maka ia akan mengalir ke kota & rakyat tetap akan kekurangan darah,” tuturnya. Dia menambahkan, Hatta sudah membidani lahirnya kongres koperasi perdana di Indonesia di tengah ide & perdebatan antara tokoh bangsa saat itu. Faisal juga menilai bahwa kelebihan Bung Hatta, adalah sanggup untuk memahami konteks sejarah & sosiologi masyarakat Indonesia. Sehingga ia tidak ambil mentah-mentah apa yg didapat dari Barat. Ini seperti yg pernah diungkapkan oleh Bung Karno. “Nasionalis yg sejati, yg nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copy atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa sayang akan manusia & kemanusiaan,” kutip Faisal. Faisal menyimpulkan, ide-ide Bung Hatta berperan akbar dalam landasan cetak biru perekonomian bangsa. “Kalau dapat dikatakan, pisau analisa ekonomi Indonesia berasal dari tulisan-tulisan Bung Hatta,” mengatakan Faisal. Rangkaian Talk Show “Pekan Bung Hatta” merupakan kegiatan yg diinisiasi oleh Badan Kebudayaan Nasional Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dalam mengenalkan sepak terjang, kisah & inspirasi Bung Hatta kepada masyarakat luas.
Baca juga: Peneliti LIPI sebut rekayasa Orba benturkan Bung Karno-Hatta
Baca juga: Cendekiawan: Kedekatan Soekarno-Hatta karena pertalian adat yg erat

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2325034/faisal-basri-hatta-gagas-koperasi-untuk-hadapi-kaum-kapitalis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *