oleh

Fahri Hamzah sebut biaya politik mahal “bumerang” sistem demokrasi

Slot SimakNews.com

Fahri Hamzah sebut biaya politik mahal “bumerang” sistem demokrasi

,

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. ANTARA/Abdu Faisal

Kerusakan sebuah negara demokrasi, dapat dilihat setidaknya dari tingkah laku parpolnyaJakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengatakan mahalnya biaya politik yg harus dikeluarkan dalam pemilu presiden (pilpres), pemilu legislatif (pileg), & pemilihan kepala daerah (pilkada), sudah jadi “bumerang” bagi keberlangsungan sistem demokrasi & keberadaan partai politik di Indonesia.

“Hal itu melahirkan praktik-praktik korup yg dilakukan para politisi atau pejabat yg terpilih. Karena keterpilihan mereka tidak ditentukan kualitas & kapabilitasnya, tetapi ‘isi tas’ atau besaran dana politik yg bersumber dari kantong pribadi atau dari penyandang dana,” mengatakan Fahri dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu.

Dia menilai tidak mengherankan apabila ketika para politisi atau pejabat terpilih dalam jabatan tertentu, maka yg terpikir perdana kali adalah bagaimana mengembalikan biaya politik yg sudah dikeluarkan supaya “balik modal”.

Menurut dia, hampir tidak ada klaster politik yg tidak ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), & kasus terbaru adalah seorang anggota DPR dengan istrinya yg merupakan seorang bupati ditangkap KPK.

Fahri mengatakan, kerusakan sebuah negara demokrasi, dapat dilihat setidaknya dari tingkah laku parpolnya khususnya yg masuk dalam lingkaran kekuasaan.

“Segera dilakukan pembenahan supaya parpol & sistem demokrasinya sehat. Partai politik itu sebenarnya lembaga pemikiran untuk mengintroduksi cara berpikir dalam penyelenggaraan negara, namun sekarang justru menjelma jadi mesin kekuasaan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa Partai Gelora akan berusaha untuk memutus “lingkaran setan” tersebut, karena pertarungan politik adalah pertarungan rakyat, bukan pertarungan pribadi atau partai politik.

Menurut dia, negara yg beres sistem politiknya harus bebas korupsi, sehingga sistemnya harus ditata & dikelola dengan baik, termasuk soal pembiayaan politik.

“Saya juga tidak mau kalau calon anggota legislatif (caleg) dibiayai partai, karena kalau dia bersalah, partai politik akan mengambil kepemilikannya,” katanya lagi.

Fahri menilai pembiayaan politik yg mahal sebenarnya dapat disiasati & ditekan seminimal mungkin dengan berbagai cara, misalnya menggelar pertemuan secara virtual dibandingkan berjumpa dengan cara bertatap muka.
Baca juga: La Nyalla dukung regulasi perkecil biaya politik pilkada
Baca juga: Ketua KPK ingatkan banyak kasus korupsi terungkap di tahun politik

Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia Ratih Sanggarwati mengatakan partai akan mendorong kaum perempuan untuk maju dalam konstestasi Pemilu 2024 dalam rangka memenuhi keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen.

“Saya berharap semua perempuan di seluruh wilayah Indonesia yg memiliki kapasitas yg hebat untuk maju sebagai kandidat di pemilu. Tidak lagi berpikir terganjal biaya politik yg mahal, tetapi harus kita dorong untuk sanggup & mau berkontestasi pada pemilu khususnya untuk memenuhi kuota keterwakilan 30 persen perempuan,” ujarnya.

Dia menilai praktik-praktik pembiayaan politik yg mahal selama ini tidak mencerdaskan masyarakat & cuma menyuburkan prilaku korupsi, sehingga muncul istilah “Serangan Fajar” & “Wani Piro?”.

Menurut dia, tindakan tersebut harus dihindari, karena selain melanggar aturan, praktik-praktik politik seperti itu sangat tidak mencerdaskan masyarakat.

Ratih mengatakan sebaiknya dana kampanye disiapkan untuk menciptakan berbagai alat peraga kampanye atau untuk menciptakan iklan di media massa kalau diperlukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat.
Baca juga: PDIP bahas penguatan politik bukti diri & biaya tinggi berdemokrasi
Baca juga: Partai NasDem Aceh pertahankan politik tanpa mahar pada Pilkada 2022

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2372750/fahri-hamzah-sebut-biaya-politik-mahal-bumerang-sistem-demokrasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *