oleh

Fadli Zon: Indonesia Mempunyai ‘Utang’ kepada Bangsa Palestina!

Slot SimakNews.com

Fadli Zon: Indonesia Mempunyai ‘Utang’ kepada Bangsa Palestina!

,

Online – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Fadli Zon menyatakan, dalam waktu dekat lebih dari 250 anggota Parlemen dunia akan menyampaikan pernyataan sikap bersama (Join statmen) yg ditandatangani oleh empat Ketua Parlemen dunia untuk mendukung perjuangan warga Palestina yg saat ini digempur zionis Israel.

Politikus Gerindra ini mengatakan, sebelum merilis joint statmen pihaknya sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak termasuk juga dengan kementerian luar negeri, terkait dengan sejumlah poin yg dinilainya sejalan dengan kepentingan politik luar negeri Indonesia.

“Tadi disebutkan oleh moderator bahwa kita sebenarnya mempunyai utang kepada Palestina karena Palestina mendukung kemerdekaan Indonesia & di dalam konstitusi kita khususnya di pembukaan undang-undang dasar 1945,” ujar Fadli secara virtual, Rabu (19/5/2021).

“Dengan tegas pada paragraf pertama, menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa & oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan & pri keadilan,” sambungnya.

Menurutnya, dukungan kepada Palestina merupakan perintah konstitusi & ia menganggap Palestina juga merupakan ‘PR’ bangsa Indonesia yg belum selesai hasil dari konferensi tahun 55.

“Jadi persoalan Palestina adalah persoalan kita. Jelas ini adalah persoalan kita & kita mempunyai tanggung jawab, bukan sekadar sebagai negara besar, negara demokrasi yg akbar dengan 273 penduduk & memang mayoritas khususnya beragama islam, tetapi ini bukan juga semata konflik agama, karena di Palestina sendiri cukup beragam dari muslim, Kristen, Yahudi & ada juga kalangan dari Yahudi yg menolak sebetulnya zionisme Israel yg sangat ganas ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia memandang diplomasi antar parlemen yg dijalankan BKSAP ini merupakan bagian dari tugas DPR sekaligus amanah dari undang-undang MD3.

“Selain tugas yg sudah jadi bagian tradisional DPR, yaitu menciptakan undang-undang ,bageting, supervisi kepada pemerintah tetapi diplomasi parlemen ini merupakan perintah dari undang-undang tersebut & BKSAP jadi frontline, jadi badan yg mengurusi tentang diplomasi parlemen, termasuk kerjasama internasional, bilateral multilateral & juga sidang- sidang parlemen dunia pada umumnya,” pungkasnya. (okezone.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *