oleh

F-Gerindra minta pemerintah pikir ulang kenakan PPN sektor sembako

Slot SimakNews.com – F-Gerindra minta pemerintah pikir ulang kenakan PPN sektor sembako,

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Ahmad Muzani. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/aa.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Ahmad Muzani meminta pemerintah berpikir ulang apabila harap mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) kepada sektor barang kebutuhan pokok rakyat (sembako), yg rencananya akan diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum & Tata Cara Perpajakan (KUP).

Hal itu menurut dia termasuk rencana penerapan pajak kepada jasa pelayanan kesehatan, pendidikan, & beberapa sembako karena justru semakin menciptakan rakyat susah.

“Kami sangat mengerti keadaan keuangan negara yg sedang berat, apalagi dalam keadaan seperti pandemi sekarang ini yg menyebabkan target pajak tidak tercapai, sehingga penerimaan negara defisit,” mengatakan Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Pemerintah diminta cari alternatif lain tingkatkan rasio pajak

Dia menilai apabila jalan keluar atas keadaan keuangan negara adalah memajaki barang-barang kebutuhan pokok rakyat & kegiatan-kegiatan riil masyarakat, seperti beras, gula, garam, ikan, daging, sayur mayur & juga pelayanan kesehatan & pendidikan, itu justru semakin membebani rakyat.

Karena itu dia menilai upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak tidak berbanding lurus dengan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Muzani menyarankan pemerintah menerapkan objek pajak baru kepada kegiatan-kegiatan atau barang-barang yg bukan jadi prioritas kebutuhan rakyat misalnya menerapkan objek pajak kepada aktivitas pertambangan, perkebunan, & korporasi lainnya.

“Penerapan objek baru tersebut merupakan upaya untuk meringankan beban keuangan negara & juga meningkatkan penerimaan pajak secara signifikan,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra itu juga mengingatkan supaya pemerintah harus mengerjakan evaluasi kepada setiap pembiayaan kebutuhan negara supaya tidak terjadi pemborosan. Selain itu menurut dia, pemerintah perlu menutup kemungkinan adanya kebocoran anggaran negara di setiap pembiayaannya.

“Kemudian, kepada beban keuangan yg semakin berat, Gerindra menyarankan supaya pemerintah memperketat pembiayaan-pembiayaan yg dianggap pemborosan, termasuk menutup kemungkinan kebocoran anggaran, & memangkas biaya-biaya yg dianggap tidak perlu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah saat ini masih tetap fokus memulihkan ekonomi sehingga dirinya sangat menyayangkan adanya kegaduhan di masyarakat terkait isu sembako dikenakan PPN.

“Pemerintah benar-benar mengpakai instrumen APBN karena memang tujuan kita adalah pemulihan ekonomi dari sisi ‘demand side’ & ‘supply side’,” mengatakan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis (10/6).

Dia menjelaskan, draf RUU KUP baru dikirimkan kepada DPR namun belum dibahas sehingga sangat disesalkan munculnya kegaduhan mengenai isu pengenaan PPN untuk sembako.

Terlebih menurut dia, draf RUU KUP bocor & tersebut ke publik dengan aspek-aspek yg terpotong & tidak secara utuh sehingga menyebabkan kondisi “kikuk”.

Baca juga: Anggota DPR sebut Sembako & pendidikan tak boleh kena pajak
Baca juga: Indef paparkan efek domino kalau sembako & pendidikan kena PPN

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2208758/f-gerindra-minta-pemerintah-pikir-ulang-kenakan-ppn-sektor-sembako

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *