webinar eva 1 -
in

Eva: Moralitas Pancasila harus digunakan dalam pembangunan

Institut Sarinah menyelenggarakan bedah buku “Ibu Bumi Dilarani” karangan Dia Puspita melalui daring di Jakarta, Sabtu (22-8-2020). ANTARA/HO-Istitut Sarinah/ilustrator Kliwon

Semarang (ANTARA) – Ketua Institut Sarinah memandang penting penggunaan moralitas Pancasila dalam pembangunan, seperti penghormatan pada keberagaman, memajukan musyawarah untuk mufakat, & menempatkan keadilan sosial untuk semua anak bangsa Indonesia.

Advertisements

“Hal ini harus jadi prinsip-prinsip dalam perencanaan pembangunan,” mengatakan Eva K. Sundari, M.A., M.D.E. yg juga anggota Fraksi PDIP DPR RI periode 2014—2019 melalui percakapan WhatsApp kepada ANTARA di Semarang, Minggu.

Baca juga: Institut Sarinah: Keuletan “Kartini” jadi modal sosial atasi corona

Eva K. Sundari menegaskan bahwa perwujudan sayang tanah air itu termasuk pro pada lingkungan & daya dukung bumi, bukan terhenti pada egoisme manusia untuk mengeksploitasi alam demi akumulasi kapital.

Eva K. Sundari juga mengemukakan hal itu ketika Institut Sarinah menyelenggarakan bedah buku “Ibu Bumi Dilarani” karangan Dia Puspita melalui daring. Buku ini berdasarkan riset tentang Gerakan Perempuan Kendeng di Rembang.

Dia Puspita yg mengpakai teori gerakan sosial & ekofeminisme dalam risetnya menyesalkan fakta hilangnya 143 sumber air akibat pembangunan pabrik semen di Rembang tersebut.

“Bukan saja tubuh para ibu yg terdampak oleh kerusakan alam, melainkan rahim bumi juga terkoyak & terhenti fungsinya memberi sumber kehidupan bagi manusia & makhluk hidup, yaitu air,” mengatakan Dia Puspita.

Baca juga: HUT RI, MUI tegaskan peneguhan Pancasila ideologi final

Selain Eva K. Sundari yg tampil sebagai pembahas dalam web seminar (webinar) yg diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT Ke-75 RI, yakni Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Airlangga (Unair) Dr. Muryani, M.Si., M.E.D. & dosen FISIP UI Dr. Nur Iman Subono, M.Hum.

Bedah buku yg dimoderatori Sovya Mardaningrum, tenaga pakar anggota DPR RI, di Jakarta, Sabtu (22/8), dibuka oleh tuan rumah Agnes Purbasari, M.A. yg juga dosen UI. Dalam sambutannya, Agnes Purbasari juga memperkenalkan Institut Sarinah.

Agnes menjelaskan bahwa Institut Sarinah adalah lembaga think tank untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran feminisme nasionalis Pancasila sekaligus mengerjakan pengorganisasian masyarakat untuk mendukung program-program Nation and Character Building.

Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair Dr. Muryani, M.Si., M.E.D. mengingatkan perlunya pendekatan valuasi sumber daya alam dalam pembangunan.

“Moralitas baru pembangunan harus dapat menyeimbangkan antara melayani kepentingan manusia & kepentingan pelestarian alam,” mengatakan Muryani.

Menguatkan saran tersebut, Ketua Institut Sarinah Eva K. Sundari mengingatkan prinsip jalan tengah dari Pancasila.

Dosen FISIP UI Dr. Nur Iman Subono, M.Hum. juga menyarankan penelitian gerakan sosial lebih lanjut, yaitu dinamika para aktor pengambil kebijakan terkait dengan kasus Kendeng.

“Transisi dari Orba ke Orde Reformasi dapat merupakan peluang bagi perubahan, termasuk untuk koreksi perencanaan pembangunan yg tidak prolingkungan & mengorbankan rakyat miskin,” mengatakan Bonny, sapaan Nur Iman Subono.

Menutup acara webinar, Agnes Purbasari menginformasikan serangkaian rencana kegiatan Institut Sarinah terkait dengan webinar, yaitu bedah buku, kursus Pancasila & Feminisme, pelatihan analisis sosial, & FGD tematik terkait dengan pemikiran ideologi feminisme nasionalis Indonesia.

“Kegiatan terbuka untuk umum, termasuk untuk para pelajar SMA,” mengatakan Agnes Purbasari.

Baca juga: Peneliti LIPI: Pancasila terbukti bertahan dari rongrongan

Baca juga: MPR ajak warga jadikan Pancasila landasan etika hadapi tantangan

Baca juga: PDIP: Indonesia jadi contoh berdemokrasi Asia Tenggara

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1683446/eva-moralitas-pancasila-harus-digunakan-dalam-pembangunan

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0