oleh

ESL & WePlay Tuai Kritik dari Komunitas Esports Karena Bekerjasama dengan Perusahaan Judi Kontroversial

Penyelenggara turnamen eSports, ESL & WePlay, mendapat kritik dari komunitas eSports terkait kerjasama mereka dengan perusahaan judi kontroversial 1xbet.

IDGS, Kamis, 22 April 2021 Bulan lalu, WePlay mengumumkan turnamen 1xbet Ultimate Fighting Championship sedangkan ESL bekerjasama dengan 1xbet sebagai rekan kerjasama judi untuk global bagi CSGO ESL Pro Tour & Dota 2 ESL One.

Dua bentuk kerjasama itu menuai kritik deras dari para pelaku industri eSports, khususnya komunitas eSports & Fighting Game Community (FGC) karena reputasi & perilaku 1xbet yg kontroversial.

beincash

Anggota FGC Arin Ston & Icege menuliskan kritik mereka di Twitter.

1XBet revealed to be potentially even shadier than their first impression is impressive when their first impression was wow, this aint even legal in my country.

— Rick (@TheHadou) April 14, 2021

I’ve posted about this last week there’s some extremely sketchy stuff going around those WePlay fighting game tournaments. Here’s a video summing it all up nicely. Still can’t find any gaming news sites even looking at it.https://t.co/N6TUd9YvB7

— Andi Hamilton (@andihero) April 15, 2021

Sebelumnya, perusahaan judi 1xbet yg berasal dari Rusia itu dilaporkan berhasil jadi sponsor dari tiga klub papan atas Liga Primer Inggris (EPL) yakni Chelsea, Liverpool, & Tottenham Hotspur yg kemudian tiga klub ini dituduh “mencuci bersih” reputasi buruk 1xbet.

Di tahun 2019, penyelidikan dari Sunday Times menemukan bahwa 1xbet mempromosikan “kasino pornhub” dengan bandar wanita bertelanjang dada, memasang taruhan bagi olahraga anak, & mengiklankan situs-situs ilegal seperti livestream sabung ayam.

Tahun lalu, Forbes melaporkan bahwa 1xbet dituduh menjalankan kasino online ilegal dengan tidak mengenakan pajak penghasilan bagi para pemenang di kasino tersebut, & berbagai aktivitas mencurigakan lainnya.

Kerjasama ESL & WePlay dengan perusahaan judi kontroversial 1xbet mendapat kritik pedas dari komunitas eSports. (WePlay)

Hal itu menyebabkan Komisi Perjudian Inggris turun tangan & menghentikan operasi 1xbet di Inggris.

Namun menurut kanal YouTube theScore esports, 1xbet mengambil celah di mana perusahaan yg didirikan di Siprus pada 2007 silam itu bekerjasama dengan perusahaan legal FSB Technology supaya dapat beroperasi di Inggris.

1xbet berkilah bahwa perusahaan mereka “menuruti seluruh hukum & regulasi relevan di setiap juridikasi di mana mereka beroperasi, & bahwa rekan-rekan pihak ketiga merekalah yg harusnya disalahkan atas iklan-iklan mereka yg tampil di situs-situs ilegal”.

Merespon kritik dari komunitas eSports & FGC, ESL Gaming menyatakan bahwa pihaknya “mengetahui segala tuduhan yg dilayangkan kepada 1xbet, & menyatakan bahwa integritas adalah prioritas utama ESL sehingga mereka kini tengah menyelidiki permasalahan tersebut”.

BacaJuga

MidOne: ana Mungkin Pemain yg Lebih Bagus, Tapi Saya Punya Gaya Bermain Sendiri

Sumail ‘SumaiL Hassan Absen di Musim DPC 2021, Apakah Sang Raja Telah Turun Takhta?

Harumkan Nama Indonesia, Eagle 365 Gondol trofi Predator Shield di Ajang APAC Predator League 2020/21

Sedangkan WePlay Esports berkilah bahwa “1xbet sudah menyakinkan pihaknya bahwa brand tersebut menuruti seluruh hukum & regulasi relevan di setiap jurisdikasi di mana mereka beroperasi”.

Menarik untuk dilihat apakah lomba kelas kakap yg digelar ESL & WePlay juga akan bermasalah nantinya akibat bekerjasama dengan 1xbet.

(Stefanus/Online)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *