oleh

Duta Damai Dunia Maya & upaya menyelamatkan milenial dari terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol DrBoy Rafli Amar di Rakornas Duta Damai Dunia Maya 2021 di Parapat, Sumatera Utara, Senin (5/4). (HO)

Jakarta (ANTARA) – Di penghujung bulan Maret 2021 kemarin, dua aksi terorisme yg mengiris kemanusiaan terjadi di Indonesia.

beincash

Bom bunuh diri oleh sepasang suami istri di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) & penyerangan seorang perempuan di Mabes Polri pada Rabu (31/3). Ketiga pelaku aksi tersebut masih muda, kelahiran tahun 1995 atau biasa digolongkan dalam generasi milenial.

Generasi ini merupakan generasi yg melek internet. Internet, seperti sudah jadi kebutuhan keseharian para milenial.

Dalam laporan survey Januari 2021 We Are Social, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 202,6 juta orang dari total populasi 274,9 juta orang.

Jumlah tersebut meningkat 27 juta pengguna internet dibandingkan 2020 lalu, atau naik 16 persen.

Baca juga: Duta Damai diharapkan fokus hinggakan perdamaian di dunia maya

Baca juga: Jelang pilkada, BNPT ingatkan semua pihak kepada hoaks & provokasi

Internet merupakan salah satu tantangan terbesar. Selain berguna bagi kemaslahatan umum, internet juga dapat jadi lubang yg diisi para penyeru terorisme & radikalisme.

Melalui internet inilah, kemudian dunia mengenal istilah lone wolf. Teroris yg beraksi sendirian. Ia tidak direkrut oleh orang secara langsung, namun cuma melalui akses komunikasi internet.

Para ‘serigala kesepian’ ini kemudian siap mengerjakan aksinya, bila sudah tiba saatnya. Inilah yg terjadi belakangan.

Untuk itu, Duta Damai Dunia Maya jadi sangat relevan untuk kemudian dapat melawan, menjinakkan, mengalahkan narasi-narasi terorisme & menjauhkan para milenial dari konten-konten terorisme yg bertebaran di internet.

Hal inilah yg kemudian didorong lebih kuat Duta Damai Dunia Maya saat menggelar Rapat Koordinasi Nasional 2021 di Parapat, Sumatera Utara, 5-7 April 2020.

Rapat koordinasi nasional para pemuda pejuang melawan terorisme di dunia maya tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Boy Rafli Amar beserta jajaran-nya.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, & Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Direktur Pencegahan Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid, Kasubdit Kontra Kontra Propaganda Kolonel Pas Drs. Sujatmiko, Kasubdit Bina Masyarakat Kolonel Sus Solihudin Nasution.

Kuasai dunia siber
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar dalam Rakornas tersebut, Senin (5/4) malam, mengatakan, kejadian akhir-akhir ini membuktikan bahwa generasi milenial adalah target utama penyebaran ideologi terorisme.

Mereka jadi target empuk kelompok teroris karena anak muda memiliki semangat belajar tinggi, harap tahu ide baru, & anak muda ketika alam pikiran-nya berubah tidak ada takutnya.

Untuk itu, penguasaan siber oleh Duta Damai Dunia Maya adalah keharusan. “Dengan penguasaan cyber space atau dunia maya, adik-adik duta damai dunia maya harus menguasai dunia maya. Jangan hingga dunia maya dikuasai konten atau narasi bernafaskan terorisme,” tutur Boy Rafli dalam keterangan tertulis.

Duta damai dunia maya sendiri merupakan empowering generasi muda Indonesia dalam menghadapi penyebaran ideologi terorisme & ideologi radikal intoleran di dunia maya.

Didirikan sejak tahun 2016 oleh BNPT, Duta Damai Dunia Maya dimulai dengan empat kota akbar yaitu Medan, Makassar, Jakarta & Yogyakarta. upaya membentuk duta damai terus berkembang. Kini duta damai sudah berkembang di 13 Provinsi.

Pada 2019, Duta Damai Dunia Maya bahkan merambah ASEAN, dengan pelatihan yg dilaksanakan di Jakarta pada April 2019. Sekitar 50 pemuda dari negara-negara Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, & Laos bersama 60 pemuda Indonesia Indonesia. Hal ini mengingat bahaya laten terorisme di dunia maya yg tak mengenal batas negara.

Baca juga: Duta Damai Dunia Maya bentengi generasi muda dari narasi kekerasan

Baca juga: Generasi milenial jangan hingga terkena virus intoleran-radikalisme

Dalam kesempatan Rakornas tersebut, Boy menegaskan bahwa kontra narasi yg dilakukan duta damai dunia maya harus hingga ke seluruh masyarakat.

Kegiatan duta damai dunia maya juga harus dapat menjadi trending topic. Karena itu harus duta damai dunia maya harus terus bangun entitas di daerah masing-masing & terus menjalin sinergi dengan Pusat Media Damai (PMD) BNPT.

Kalau itu dapat dikuasai, keberadaan Duta Damai Dunia Maya dapat mempersempit kelompok terorisme dalam mengerjakan propaganda terorisme. ujarnya.

Yang pasti kelompok teroris atau radikal intoleran itu sangat sistematis dalam memanfaatkan dunia maya. Mereka sadar dunia maya adalah ruang informasi yg sangat strategis. Mereka sadar dunia digital dikuasai kaum milenial. Mereka manfaatkan itu dengan baik, untuk kepentingan mereka.

“Tugas kita tidak mudah, tetapi dengan jejaring di kalangan generasi muda, kita berharap dunia maya yg sudah jadi ruang publik jangan hingga dikuasai kelompok seperti itu,” mengatakan Boy.

Dengan fenomena yg berkembang & berhubungan dengan tugas BNPT, ia harap segala bentuk ideologi yg bersifat kekerasan, apakah ada di Indonesia atau transnasional, jangan hingga merusak nilai luhur bangsa kita & falsafah bangsa yg berlandaskan ideologi Pancasila

“Itu adalah legacy pendiri bangsa kita, nenek moyang kita, yg mengangkat dari nliai-nilai luhur & akar budaya bangsa kita. Tugas kita sebagai generasi hari ini adalah melestarikan supaya nilai-nilai itu tetap dapat langgeng , lestari dari masa ke masa,” imbuhnya.

Perluas peran
Boy menilai peran duta damai dunia maya selama ini sudah sangat bagus.

Apalagi duta damai dunia maya tidak cuma mengerjakan aktivitas menyebarkan perdamaian di dunia maya saja, tetapi juga secara offline alias merangkul berbagai kalangan.

Namun demikian, menurutnya harus terus diperluas jangkauannya hingga satu provinsi & dapat melibatkan lintas sekolah, daerah.

Dengan demikian, maka upaya akbar melawan terorisme & radikalisme semakin efektif.

Jangan hingga ada lagi generasi baru seperti Lukman atau Dewi, pelaku bom bunuh diri Makassar atau Aini, pelaku penyerangan Mabes Polri, atau Abdurrahman, pelaku penyerangan kantor polisi di Kalsel,

Mereka sudah dirasuki oleh pemikiran sesat yg bertentangan dengan nilai-nilai agama, kemanusiaan, & kebaikan.

Untuk itu, Duta Damai Dunia Maya jadi ujung tombak melawan terorisme & radikalisme di zaman internet ini.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2084926/duta-damai-dunia-maya-dan-upaya-menyelamatkan-milenial-dari-terorisme

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *