oleh

Dukung Palestina, Presiden Turki Erdogan Bersumpah Bakal Mobilasi Dunia untuk Hentikan Teror Israel

Online – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengungkapkan kecamannya kepada aksi kekerasan yg dilakukan oleh Israel kepada warga Palestina di Yerusalem.

Dalam laporan terbaru, Erdogan dikatakan mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas hingga Kepala Kelompok Hamas, Ismail Haniyeh.

Seperti diwartakan Daily Sabah, panggilan itu berlangsung pada Senin (10/5) waktu setempat. Dalam panggilan itu, Erdogan mengatakan bahwa Turki akan memobilisasi seluruh dunia, khususnya dunia Islam, untuk menghentikan ‘teror & pendudukan Israel’.

Selain itu, Erdogan juga menegaskan kembali dukungan Ankara untuk perjuangan Palestina & berjanji untuk mendukung orang-orang Palestina.

Diketahui pada Sabtu (8/4), Erdogan juga menuturkan hal yg sama. Saat itu, Erdogan tegas menyebut tindakan Israel atas warga Palestina di Yerusalem adalah sebuah bentuk ‘teror’.

Saat berbicara dari Istanbul, Erdogan juga mengajak semua negara Muslim & komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah ‘efektif’ untuk Israel. Erdogan juga mencap negara atau kelompok yg diam sebagai ‘pihak yg mengerjakan kekejaman di Yerusalem’.

“Israel kejam, Israel negara teror tanpa ampun & tidak etis menyerang Muslim di Yerusalem,” mengatakan Erdogan sembari menambahkan bahwa Turki akan segera meluncurkan inisiatif yg diperlukan untuk meminta PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OCI) & semua lembaga terkait untuk mengambil tindakan.

Pada Sabtu itu, Erdogan juga menuduh Israel sudah mengerjakan ‘upaya sistematis untuk mengusir warga Palestina’, seperti dikutip dari Reuters.

Erdogan mendesak Israel untuk segera menghentikan aksi penggusuran kepada warga Palestina di Yerusalem timur yg diduduki.

Jika hal ini tidak dilakukan, Erdogan bersumpah akan mengerjakan segala cara untuk ‘menghukum’ Israel.

“Jika tidak, kami akan mengerjakan segala yg kami dapat untuk memastikan yg kejam dihukum sesuai nasib yg layak mereka terima,” mengatakan Erdogan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Beberapa pejabat Turki juga sudah terang-terangan menyatakan kecamannya kepada Israel. Kritikan untuk Israel ini pun mulai berdatangan tepat sejak bentrokan meletus di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (6/5) malam lalu.

Tak ketinggalan, ratusan penduduk Turki berkerumun di luar kedutaan Israel di Ankara & konsulatnya di Istanbul pada Jumat malam. Meskipun ada penguncian COVID-19, massa pun kompak menyerukan protes atas kekerasan polisi Israel di Yerusalem & Al-Aqsa.

Turki & mantan sekutunya, Israel sudah mengalami perselisihan pahit dalam beberapa tahun terakhir meski hubungan komersial masih kuat.

Dalam langkahnya, Ankara pun sudah berulang kali mengutuk pendudukan Israel di Tepi Barat & perlakuannya kepada warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga mengatakan pemulihan hubungan antara kedua belah pihak tidak mungkin terjadi selama kebijakan Israel kepada Palestina terus berlanjut.

Hal senada juga sudah dihinggakan Erdogan. Ia menegaskan bahwa meski Ankara harap meningkatkan hubungan dengan Israel, mereka tidak dapat meninggalkan kebijakan negara atas Palestina.

Ketegangan di Yerusalem meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena warga Palestina memprotes pembatasan akses Israel ke beberapa bagian Kota Tua selama bulan suci Ramadan.

Selain itu, ketegangan juga pecah setelah warga memprotes upaya pihak berwenang yg harap menggusur sejumlah keluarga Palestina untuk memberi jalan bagi pemukiman Israel.

Sejak itu, bentrokan terus berlanjut, & jumlah yg terluka makin membumbung. Dalam laporan terbaru, ada lebih dari 500 warga Palestina yg terluka. Sementara, jumlah petugas polisi Israel yg terluka dikatakan mencapai hingga sekitar 21 orang, seperti dilaporkan The Guardian.

Konflik terbaru inipun akhirnya makin runyam setelah Hamas mengeluarkan ultimatum hingga serangan roket ke Israel. Pasalnya, setelah serangan ini, Israel justru membalas dengan meluncurkan serangan udara ke jalur Gaza yg terkepung. Dalam serangan ini, 21 warga Palestina, termasuk 9 anak akhirnya meregang nyawa.(akurat.co)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *