oleh

Duh ‘Petugas Puskesmas’ Chat Minta Foto Pay*dara Peserta Vaksin, Terkuak Modusnya!

Slot SimakNews.com

Duh ‘Petugas Puskesmas’ Chat Minta Foto Pay*dara Peserta Vaksin, Terkuak Modusnya!

,

Online – Pelaku yg mengaku sebagai petugas Puskesmas Teras, Boyolali, & meminta foto payudara peserta vaksin sudah terungkap. Pelaku pria inisial N mengungkapkan motif kelakuan tak senonohnya itu.
“Kemarin itu saya sebenarnya cuma gojek (bercanda) saja,” mengatakan N, dalam keterangannya saat pers rilis di Satreskrim Polres Boyolali, Kamis (29/7/2021).

Dia mengaku kedua orang perempuan peserta vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Teras yg dia kirimi pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) adalah teman kerjanya di sebuah kantor di Solo. Sehingga dia mengetahui nomor kontak telepon selulernya.

Dia mengirim pesan WA kepada kedua korban, mengaku sebagai petugas Puskesmas Teras serta meminta foto payudara & organ intim lainny. Dalam pesan itu dia berdalih untuk pemantauan kesehatan pascavaksin.

“Saya gojek, tetapi saya nggak menyangka kalau hingga viral gini. Iya teman kerja di salah satu perusahaan,” mengatakan pria berumur sekitar 47 tahun itu.

N pun menyatakan permintaan maaf kepada kedua korban & Puskesmas Teras. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.

“Kami minta maaf karena kemarin saya mengpakai nama Puskesmas Teras. Tapi saya nggak menyangka hingga viral & saya benar-benar minta maaf ke Ibu Titik Fauziyati sebagai Kepala Puskesmas (Teras) & jajarannya yg dengan kondisi seperti ini sehingga namanya jadi tercemar. Saya minta maaf & tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Sebetulnya itu cuma gojekan saja, tetapi jadi viral & tidak terkontrol,” ucap N, warga Sukoharjo ini.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Teras, Purwaningsih Aminah, mengucapkan terima kasih kepada Polres Boyolali yg sudah bekerja keras sehingga kasus ini dapat terungkap. Menurut dia, kejadian itu sepertinya hal sepele tetapi sangat buruk & mencemarkan nama baik Puskesmas.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, karena kami di jajaran kesehatan dalam masa pandemi COVID-19 ini, bekerja keras melayani masyarakat, bekerja dengan penuh tanpa menyerah. Kalau ada hal-hal seperti ini kan sangat mengganggu sekali,” mengatakan Purwaningsih di kesempatan yg sama.

Kasus ini pun sudah selesai secara kekeluargaan & pihak-pihak terkait sudah meminta maaf & memaafkan.

Diberitakan sebelumnya, sempat geger kasus orang yg mengaku pegawai Puskesmas Teras, Kabupaten Boyolali, & meminta foto payudara peserta vaksin Corona atau COVID-19. Pelaku pengirim pesan melalui aplikasi whatsapp (WA) itu sudah terungkap.

“Orang yg mengirim WA kepada dua orang peserta vaksin yg mengaku petugas Puskesmas Teras itu sudah ditemukan,” mengatakan Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, di kantornya, Kamis (29/7).

Joko Purwadi mengatakan, setelah kasus tersebut viral di media sosial, pihaknya langsung menindaklanjuti. Pihaknya mengerjakan koordinasi & memintai keterangan dari Puskesmas Teras & sejumlah instansi yg lain. Juga kepada dua orang peserta vaksin yaitu inisial L (25) & N (25), yg mendapat WA dari pelaku yg mengaku petugas Puskesmas.

“Setelah kita klarifikasi, ketemulah sama orang yg mengirim WA yg mengaku petugas Puskesmas Teras itu. Ternyata orang ini (pelaku) masih satu rekan kerja dengan dua orang peserta vaksin. Masih satu kantor di salah satu PT di Solo,” jelas Joko.

Pelaku tersebut berinisial N (47) warga Sukoharjo. “Dalihnya itu cuma iseng, karena itu teman (satu kantor), otomatis tahu nomornya (HP). Jadi terkait data peserta vaksin itu aman, tidak bocor,” tandasnya.

Disebutkan, pelaku N akhirnya juga sudah minta maaf kepada L & N. Dia juga sudah mendatangi Puskesmas Teras untuk meminta maaf. Pihak Puskesmas akhirnya memaafkan, tetapi minta pelaku menciptakan klarifikasi ke media. N ini juga mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Dengan fakta seperti itu kita kedepankan proses secara persuasif, jadi kita tidak bicara terkait dengan pembuktian pidana, tetapi karena sudah ada langkah seperti itu, ya kita upayakan persuasif, kita restorative justice, selesai,” katanya. detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *