oleh

DPRD Sultra ajak wartawan mengkritik dengan memberi solusi

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh saat membuka kegiatan orientasi calon anggota PWI Sulawesi Tenggara, Senin (5/4/2021). (ANTARA/Harianto)

Kalau mengkritik harus punya landasan & punya solusiKendari (ANTARA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh meminta kepada wartawan ketika menulis sebuah kritikan juga harus diiringi dengan sebuah solusi.

beincash

“Harus beritanya yg baik, jangan memfitnah, kalau mengkritik harus punya landasan & punya solusi. Karena ini representasi suara rakyat,” mengatakan Abdurrahman Saleh saat membuka orientasi calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, di Kendari, Senin.

Menurutnya, profesi seseorang wartawan tidak sama dengan profesi lainnya karena ia menilai bahwa banyak orang yg dapat berbicara, namun tidak semua dapat menorehkannya ke sebuah tulisan yg dapat menarik pembacanya.

“Wartawan punya intelektual dibanding yg lain. Banyak yg dapat dapat bicara tetapi sedikit yg dapat menulis. Nalar (seorang wartawan), daya pekatnya, referensi merupakan langkah cara melihat manfaat yg akbar bagi berita yg ditayangkan,” ujar dia.

Selain itu, ia juga berharap bahwa wartawan harus menyampaikan berita yg bertanggung jawab bukan cuma mengejar pembaca, tetapi bagaimana dapat mendidik & mencerdaskan masyarakat.

Karena itu, menurutnya, dengan mengikuti orientasi jadi anggota PWI merupakan langkah yg penting dilakukan bagi seorang wartawan, karena dapat menambah pemahaman tentang profesi wartawan juga penguatan kompetensi & kewajiban sebagai seorang jurnalis.

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Ketua PWI Sultra Sarjono bersama peserta orientasi calon anggota PWI Sulawesi Tenggara, Senin (5/4/2021). (ANTARA/Harianto)

Ketua PWI Sultra Sarjono mengatakan orientasi tersebut diikuti sebanyak 41 orang dari berbagai kantor media baik cetak, elektronik hingga daring (online).

Wartawan senior Perum LKBN ANTARA yg bertugas di Biro Sultra tersebut juga menyampaikan bahwa PWI merupakan salah satu organisasi profesi kewartawanan yg mempunyai lisensi & diakui oleh Dewan Pers.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa untuk masuk jadi anggota baru di organisasi PWI harus benar-benar diseleksi dengan baik guna menjaga marwah organisasi tersebut dalam mengawal pembangunan & demokrasi.

“Orientasi bukan berarti kita sudah jadi anggota definitif PWI, tetapi masih akan diverifikasi apakah peserta bekerja di media yg perusahaannya sesuai standar,” katanya lagi.

Ia juga menekankan bahwa seorang wartawan juga dalam menjalankan profesinya harus mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik & Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Pelaksanaan orientasi tersebut menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19, & dihadiri oleh Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu.
Baca juga: Dewan Pers kritik pegawai negeri jadi wartawan
Baca juga: Menkominfo: Pemerintah Tidak Alergi Kritik

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2081434/dprd-sultra-ajak-wartawan-mengkritik-dengan-memberi-solusi

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *