oleh

DPRD sebut PAD Parigi Moutong 2020 tidak maksimal

Suasana rapat paripurna pembahasan Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Parigi Moutong tahun anggaran 2020 di sekretariat DPRD setempat, Jumat (7/5/2021). ANTARA/Moh Ridwan

Sektor pendapatan dari berbagai instansi teknis tidak terserap maksimalParigi (ANTARA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menyebutkan sektor pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten ini pada tahun anggaran 2020 tidak terserap maksimal. “Sektor pendapatan dari berbagai instansi teknis tidak terserap maksimal, khususnya Dinas Perhubungan salah satu instansi penghasil minim pendapatan,” mengatakan Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati DPRD Parigi Moutong Ni Wayan Leli Pariani saat membacakan laporan Pansus LKPJ tahun anggaran 2020, di Sekretariat DPRD, di Parigi, Jumat petang.
Menurutnya, dari LKPJ Bupati pendapatan dari hasil pengelolaan perparkiran oleh Dinas Perhubungan sangat minim, sehingga berdampak kepada target pendapatan daerah tahun lalu.
Karena itu, DPRD setempat merekomendasikan, supaya instansi terkait lebih memaksimalkan peran dalam mengejar target-target pendapatan di tahun 2021, yg mana di nilai retribusi & pajak parkir sangat potensial kalau terkelola dengan baik.
Pada laporan pansus, dia juga menyebut Dinas Kesehatan yg merupakan salah satu instansi ikut digenjot dalam menolong menopang peningkatan PAD.
“Dalam hal mencapai target PAD yg ada untuk bidang kesehatan perlu ditingkatkan & sering membangun komunikasi dengan adanya dukungan anggaran serta segala fasilitas diberikan,” ujar Leli.
Ketua DPRD Parigi Moutong Sayutin Budianto memaparkan, dari target Rp100 miliar lebih PAD tahun 2020 realisasi pendapatan sangat kecil, sehingga DPRD mendorong sektor ini supaya sanggup memperoleh hasil lebih baik.
“Dari catatan rekomendasi DPRD diharapkan organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil yg minim pendapatan diminta lebih berinovasi & kreatif dalam rangka peningkatan PAD,” ujar Sayutin.
Selain itu, katanya lagi, sektor pariwisata juga sangat potensial menunjang PAD bila pihak eksekutif sanggup menarik minat investor untuk berinvestasi di Parigi Moutong, namun hal itu belum terkelola dengan baik.
Lalu, DPRD berkeharapan menjadikan kabupaten ini sebagai kawasan industri dengan mendorong pemerintah setempat sebagai pengambil kebijakan, supaya tercipta lapangan kerja guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yg sebih segar.
“Strategi supaya industri lebih masif masuk & berkembang di kabupaten ini, maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perlu direvisi kembali sebagai dasar pelaksanaan program oleh pemerintah,” mengatakan Sayutin.
Baca juga: Parigi Moutong masuk klaster aglomerasi larangan mudik lebaran
Baca juga: Wabup Parigi Moutong harapkan para pihak berkomitmen tangani stunting

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2145478/dprd-sebut-pad-parigi-moutong-2020-tidak-maksimal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *