oleh

DPR pertanyakan pembabatan hutan lindung di Manggarai Barat

Slot SimakNews.com – DPR pertanyakan pembabatan hutan lindung di Manggarai Barat,

Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema. ANTARA/HO-dok pribadi

Proyek KLHK & Kemenpar tersebut harus dipertanyakan. Pasalnya, berbagai tipe pohon endemik dengan usia yg tidak muda harus dikorbankanKupang (ANTARA) – Komisi IV DPR RI mempertanyakan pembabatan hutan lindung yg dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) di Hutan Lindung Bowosie yg berlokasi di Satar Kodi, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, dihubungi ANTARA dari Kupang, Jumat mengatakan terkait hutan lindung itu sudah dibahas dengan KLHK saat raker Komisi IV dengan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan Siti Nurbaya pada Kamis (26/8).

“Proyek KLHK & Kemenpar tersebut harus dipertanyakan. Pasalnya, berbagai tipe pohon endemik dengan usia yg tidak muda harus dikorbankan,” tuturnya.

Menurut dia tidak tepat membangun “pariwisata impor” dengan cara menanam pohon atau kembang yg didatangkan dari luar negeri dengan tujuan mempercantik bukit-bukit sekitar Labuan Bajo.

Hal ini menurut dia jelas sangat berbahaya dalam perspektif ekologis karena merusak keseimbangan alam. Selain itu, juga penebangan pohon adalah kabar buruk bagi masyarakat Labuan Bajo.

Ini dikarenakan letak penebangan hutan sangat dekat dengan letak mata air & hutan Bowosie adalah asa satu-satunya wilayah tangkapan air di Labuan Bajo.

Baca juga: Pemerintah pastikan penataan IKN tak ganggu konservasi hutan lindung

Baca juga: Luhut pastikan dua letak food estate tak lewati batas hutan lindung

“Saat ini saja, 14 mata air sudah kering total karena pembangunan masif di daerah itu, & pembabatan ini akan semakin berdampak,” ucap dia.

Politisi PDI perjuangan tersebut menambahkan status hutan Bowosie adalah hutan produksi & bersebelahan dengan hutan lindung.

Apabila akan dipakai untuk tujuan non-kehutanan, harus mengurus amdal & mendapatkan persetujuan lingkungan untuk mengurus persetujuan penggunaan kawasan hutan.

“Yang saya ketahui, belum ada izin itu. Tanpa izin, tindakan pembabatan hutan adalah ilegal & dapat dipidana,” ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut mengatakan dia, dari kiriman foto & video & berita yg diterimanya ada kurang lebih 10 hektare hutan yg pohon-pohonnya dibabat.

Pembabatan 10 hektare hutan tersebut berdasarkan laporan yg diterima akan dijadikan sebagai letak proyek pembibitan kayu & buah-buahan.

Oleh karena itu Ansy menganjurkan supaya KLHK & Kemenperakraf membiarkan saja hutan Bowosie untuk tetap jadi jantung kehidupan kota Labuan Bajo.

“Biarkan hutan tetap asri & asli dengan vegetasi alamnya. Bila perlu, berikan edukasi & pelibatan masyarakat dalam konservasi & pengelolaan hutan produksi bukan memberi peluang emas/karpet merah pada perusakan,” mengatakan dia.

Baca juga: 5.000 Ha hutan lindung di Nagan Raya rusak akibat tambang ilegal

Baca juga: Emil Salim sebut ada ancaman kemunduran keanekaragaman hayati

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2353958/dpr-pertanyakan-pembabatan-hutan-lindung-di-manggarai-barat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *