oleh

DPR: Evaluasi rencana beri vaksin COVID-19 bagi tahanan KPK

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/wsj/aa.)

Lebih baik kita memperhatikan masyarakat yg memang membutuhkan & jadi prioritasJakarta (ANTARA) – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengevaluasi prosedur penyaluran & pemberian vaksin COVID-19 kepada tahanan KPK.

beincash

Menurut dia, pemberian vaksin kepada tahanan KPK dapat berpotensi menimbulkan ketidaksetaraan akses karena bukan merupakan target prioritas vaksin sebagaimana yg sudah dicanangkan pemerintah.

“Lebih baik kita memperhatikan masyarakat yg memang membutuhkan & jadi prioritas,” mengatakan Azis di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, skala prioritas pemberian vaksin COVID-19 masih belum seluruhnya selesai diberikan & tahanan tidak termasuk dalam skala prioritas tersebut.

Dia berharap Kemenkes dapat meningkatkan supervisi kepada implementasi pemberian vaksin COVID-19 karena akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: ICW nilai tak ada urgensi pemberian vaksin untuk tahanan KPK

Baca juga: KPK jelaskan alasan pemberian vaksin COVID-19 kepada tahanan

“Pemberian vaksin harus dengan target prioritas terlebih dahulu & sesuai dengan jadwal yg sudah ditetapkan, guna memastikan penyaluran vaksin dapat menyeluruh & tidak terjadi penumpukan di satu titik tertentu,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu meminta Kementerian/Lembaga (K/L) maupun masyarakat serta pihak-pihak yg akan menerima vaksin dapat mengikuti jadwal & skala prioritas yg sudah ditentukan Pemerintah.

Hal itu menurut dia karena proteksi kesehatan merupakan hal penting bagi seluruh masyarakat, namun harus ditentukan sesuai skala prioritas.

Sebelumnya, KPK menjelaskan alasan pemberian vaksin COVID-19 kepada para tahanannya yg menuai kritik karena bukan prioritas kelompok penerima vaksin.

“Negara bertugas untuk memberikan proteksi kepada segenap bangsa Indonesia & seluruh tumpah darah Indonesia, begitu diamanatkan pembukaan alinea ke-4 Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945,” mengatakan Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/2).

Karena itu menurut dia, KPK melaksanakan vaksinasi bekerja sama dengan Komite Penanganan COVID-19 untuk seluruh insan KPK & para pihak yg berinteraksi dalam lingkungan KPK.

“Mari kita pahami bersama bahwa hingga dengan hari ini kasus positif COVID-19 Tahanan KPK cukup tinggi, yaitu 20 dari total 64 orang tahanan (31 persen) & bahkan ada pegawai (KPK) hingga meninggal dunia,” ungkap Firli.

Ia mengatakan tahanan KPK merupakan salah satu pihak yg rentan untuk tertular & menularkan COVID-19 karena banyak berhubungan dengan berbagai pihak seperti petugas rutan, penyidik, keluarga tahanan, kuasa hukum, & pihak-pihak terkait lainnya.

Baca juga: Pegawai KPK mulai jalani vaksinasi COVID-19

Baca juga: Novel Baswedan ajak masyarakat dukung program vaksinasi COVID-19

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2018565/dpr-evaluasi-rencana-beri-vaksin-covid-19-bagi-tahanan-kpk

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *